Mantan Pejabat Pemkab KKR Terjerat Kasus Penipuan

Kubu Raya

Editor hendra anglink Dibaca : 529

Mantan Pejabat Pemkab KKR Terjerat Kasus Penipuan
Ilustrasi (SP/Net)
PONTIANAK, SP – Mantan Kepala Bagian Ekonomi dan Rencana Pembangunan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Iswahyudin tersandung kasus penipuan dan penggelapan. Dia menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pontianak, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban, Selasa (6/6).

Iswahyudin berstatus terdakwa, atas kasus penipuan dan penggelapan uang senilai Rp3,8 miliar milikn korban, seorang investor, bernama Johan Sutadi Tandanu. Uang tersebut merupakan biaya kepengurusan izin PT KAUM yang beraktivitas di Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya untuk diaktifkan kembali.

Namun, izin tersebut hingga sekarang tak keluar. Uang tersebut malah raib. "Persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi, ketika terdakwa dan pengacaranya diberi waktu untuk mengajukan pertanyaan, klien saya pun seperti digiring menjadi seorang mediator. Padahal murni klien saya adalah investor yang ditipu terdakwa," kata pengacara korban, Sri Bintang Aritonang, Rabu (7/6).

Dalam sidang tersebut, terungkap fakta proses pengiriman uang dari korban kepada terdakwa melalui transfer rekening. "Dan uang tersebut memang sebagai biaya mengurus izin PT KAUM yang telah habis masa waktunya yang diminta terdakwa," ungkapnya.

Namun, setelah kliennya menyetorkan uang untuk mengurus perizinan tersebut, sampai batas waktu yang ditentukan, izin yang diharapkan pun tak kunjung diterbitkan. Kasus ini berawal dari pertemuan korban dengan terdakwa pada 2012 lalu. Kala itu, korban sebagai investor, mencari lahan di Kubu Raya untuk perkebunan. Dari hasil itu dipilih lahan di Tebang Kacang, Sungai Raya, milik PT KAUM yang izinnya sudah mati. Korban bertemu dengan perusahaan kemudian diarahkan untuk bertemu dengan Iswahyudin yang telah diberi kuasa oleh PT KAUM untuk mengurus perizinan yang telah mati tersebut.

"Di pertemuan itu, Iswahyudin pun menjanjikan bisa mengurus izin PT KAUM. Karena Iswahyudin ini mengaku memiliki hubungan dekat dengan pejabat yang bisa menerbitkan prizinan PT KAUM ini," ungkap Sri Bintang.

Sri Bintang mengutarakan, dari pertemuan itu, kliennya menyerahkan uang sebesar yang diminta terdakwa untuk mengurus perizinan. Namun dalam perjalanan, perizinan tersebut tak kunjung diterbitkan. Sementara uang yang telah diberikan ludes. Kasus penipuan dan penggelapan yang melibatkan oknum pejabat Pemkab Kubu Raya itu dilaporkan Johan Sutadi Tandanu ke Mapolda Kalbar sejak April 2016.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dan akhirnya menetapkan Iswahyudin sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan pada Oktober 2016. Setelah berkas perkara lengkap, penyidik Polda Kalbar pun melimpahkannya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar. Hingga saat ini, kasus tersebut masih bergulir. Namun sudah memasuki tahap persidangan yang kedua. Direncanakan, persidangan ke tiga akan kembali di gelar hari ini, Kamis (8/6). (abd/and)

Komentar