21 Desa Masuk Kategori Rawan Bencana

Kubu Raya

Editor Kiwi Dibaca : 327

21 Desa Masuk Kategori Rawan Bencana
Padamkan Api – Salah seorang warga tengah berusaha memadamkan api di lahan yang terbakar. BPBD Kubu Raya mensurvei, dari 118 desa di Kubu Raya, 21 desa termasuk dalam desa rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
KUBU RAYA, SP - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menetapkan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan karena semakin berkurangnya curah hujan hampir di sebagian besar wilayah kabupaten itu. Seiring penetapan yang dilakukan, masyarakat pun diminta untuk meningkatkan kesiagaan mereka.

“Hal ini tentu perlu kita lakukan untuk mencegah bencana kabut asap yang pernah terjadi di kabupaten ini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar di Sungai Raya, Rabu (19/7). Dari 118 desa yang ada, berdasarkan survei dan koordinasi bersama Manggala Agni dan sejumlah pihak lainya, BPBD Kubu Raya menetapkan 21 desa rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"21 desa ini terdiri dari lima kecamatan seperti Sungai Raya, Sungai Ambawang, Kuala Mandor, Sungai Kakap dan Rasau Jaya," tuturnya.

Menurut Mokhtar, 21 desa itu dinyatakan rentan karena sebelumnya di desa-desa
tersebut kerap terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Selain banyak memiliki lahan gambut, masih minimnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungannya terbebas dari kebakaran hutan dan lahan juga masih banyak ditemukan di lapangan.

Mengingat sudah masuk status Siaga Bencana, pihak BPBD Kalbar juga lanjut dia telah menyanggupi
sewaktu-waktu melakukan "water bombing" dan melakukan hujan buatan, terutama di sekitar kawasan vital, seperti Bandara Supadio jika terjadi kebakaran di sekitar kawasan itu.

"Namun kami selalu berusaha maksimal dan memberikan pemahaman masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan, terutama di sekitar kawasan bandara, karena seperti yang kita ketahui, bandara ini salah satu objek vital dan merupakan salah satu pintu masuk ke Kalimantan Barat," tuturnya.

Sedangkan mengenai masih minimnya alat pemadam kebakaran yang dimiliki setiap kelompok masyarakat di Kubu Raya, Mokhtar mengatakan pada dasarnya pemerintah telah membantu dengan mengeluarkan kebijakan untuk memperbolehkan pemerintahan desa menggunakan Alokasi Dana Desa untuk membeli peralatan pemadam kebakaran.

"Jadikan sudah ada Perbup yang dibuat untuk memudahkan masyarakat membeli keperluan atau alat pemadam kebakaran, jadi silakan gunakan anggaran yang ada sesuai dengan kebutuhan di lapangan," kata Mokhtar.

Selain memberikan edukasi bagi masyarakat, bersama sejumlah pihak terkait, BPBD Kubu Raya juga merangkul pihak perusahaan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran huta dan lahan.

"Kami harap perusahaan juga bisa proaktif bersama masyarakat untuk sama-sama menghindari atau mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya," tuturnya.
Sementara sebelumnya, Ketua Forum Peduli Lingkungan (FP2L) Kubu Raya, Edi Suhairul mengharapkan Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Erwin Triwanto mampu memberantas pelaku pembakaran hutan dan lahan di Kubu Raya.

“Kami berharap Kapolda Kalbar dapat memberantasnya, karena selama ini seringkali luput dari pantauan kepolisian,” kata Edi. Menurut Edi,  Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu daerah di Kalbar yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan. Ada dugaan masyarakat seringkali dimanfaatkan oleh pihak perusahaan perkebunan untuk membuka lahan.

“Semestinya yang seperti ini yang dilarang dan ditangkap, jangan hanya berlaku pada petani kecil saja. Jika petani yang membakar lahan dalam jumlah kecil juga dilarang,” jelasnya. (ant/jek/jee)