Dinkes Sosialisasi Penggunaan Obat yang Benar

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 192

Dinkes Sosialisasi Penggunaan Obat yang Benar
SEMATKAN PIN - Sekretaris Dinas Kesehatan Kubu Raya, Mustafa meyematkan pin Apoteker Agent of Change (AOc) kepada perwakilan Apoteker Kubu Raya. SP/Jaka
KUBU RAYA, SP - Dinas Kesehatan Kabar bersama Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PDIAI) kalbar, Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PCIAI) Kubu Raya dan Dinas Kesehatan Kubu Raya, menggelar Pertemuan pembekalan gerakan cerdas menggunakan obat (Cermat) atau lebih  dikenal dengan sosialisasi Gema Cermat pada stakeholder, Kamis (24/8).

Sebagai peserta kegiatan ini merupakan kader kesehatan Kubu Raya, PKK, LSM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Apoteker Agent of Change (AOC) Kubu Raya serta sejumlah tenaga medis Kubu Raya lainnya.

Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan Dinas kesehatan Kalbar, Indah Puspasari mengungkapkan pembekalan yang diberikan merupakan program Kementerian Kesehatan RI yang harus dilaksanakan dan ditinjak lanjuti Dinas Kesehatan Kalbar.

"Kegiatan ini sebagai pendukung program gerakan masyarakat hidup sehat, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan hingga membuang obat dengan benar. Karena obat tidak bisa digunakan dengan seenaknya saja," ujar Indah.

Ia memaparkan, jika obat digunakan tidak tepat akan menimbulkan kerusakan organ tubuh manusia, karenanya mayarakat sebagai konsumen harus mengetahui tata cara penggunaan obat dengan cermat.

"Di Kalbar kegiatan ini baru tahun ini diselanggarakan, yakni di Pontianak dan Kubu Raya," paparnya.   

Di tempat yang sama, Ketua PDIAI Kalbar, Yanita Arbiastuti menerangkan masyarakat dituntut untuk cerdas mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat, sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun lingkungan. 

"Jika dosis dan cara penggunaannya obat tidak tepat atau salah, dapat berdampak menjadi racun bagi tubuh yang mengkonsumsi," ujarnya
 
Melalui kegiatan ini diharapkannnya para peserta dapat menjadi penghubung untuk menyampaikan informasi dilingkungan sekitar tempat tinggal agar lebih tahu dan paham cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat dengan benar.

"Setiap apotek juga harus mempunyai apoteker yang bisa menyampaikan manfaat penggunaan dosisi yang manfaat tepat kepada masyarakat," ujarnya 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kubu Raya, Mustafa mengatakan, dari pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kepedulian pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kubu Raya dalam memilih dan menggunakan obat.

"Ke depannya kami juga berharap bersama stakeholder terkait, serta AOC Kubu Raya dapat meningkatkan pembinaan kepada masyarakat, untuk penggunaan obat yang rasional di masing-masing wilayah di Kubu Raya," ungkap Mustafa (jek/jee)