Pemkab Kubu Raya Ingin Terlibat Langsung

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 257

Pemkab Kubu Raya Ingin Terlibat Langsung
RITUAL – Prosesi ritual bakar kapal Wangkang di Kubu Raya dihadiri ribuan kalangan masyarakat. Pemkab Kubu Raya berencana akan menjadikan kegiatan ini menjadi kegiatan budaya daerah. SP/Jaka

Ritual Budaya Bakar Kapal Wangkang


Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk ritual pembakaran replika kapal Wangkang di tahun 2018 mendatang. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kubu Raya terhadap wisata budaya Konghocu setempat.

SP - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kubu Raya, Cicilia Tri Agustina menjelaskan, hingga saat ini Pemda belum mengalokasikan anggaran untuk agenda budaya digelar setiap tahun oleh Yayasan Bhakti Suci di kawasan pemakaman Tionghoa di Jalan Adi Sucipto, Desa Parit Baru, Sungai Raya, Kubu Raya.

"Untuk ritual pembakaran replika kapal Wangkang memang belum dianggarkan, tapi untuk kegiatan Cap Go Meh sudah dianggarkan ," kata Cici, Rabu (6/9)

Menurut dia, ritual budaya sekaligus keagamaan ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya dan disambut antusias warga setempat. Melihat kondisi ini tentunya Pemda Kubu Raya tidak tinggal diam.

"Selain anggaran, ke depan kami akan bekerja sama dengan yayasan agar kegiatan ini dapat berlangsung lebih khidmat sehingga nuansa ritualnya juga terlihat dalam penyajiannya," terangnya.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kubu Raya akan mengajukan kegiatan ritual pembakaran replika kapal Wangkang mendapatkan alokasi anggaran di tahun 2018 mendatang.

"Untuk detail ritual pelaksanaan nanti, kami serahkan kepada pihak yayasan namun untuk protokolernya kami akan coba mendesain sendiri agar pelaksanaannya dapat dikemas dengan sebaik mungkin," ujarnya  

Sementara itu, Duta Pariwisata Kehormatan Kubu Raya, Wenny KDI mengaku sangat senang sekali bisa menyaksikan langsung,  prosesi ritual pembakaran replika kapal Wangkang tersebut.

Menurut Wenny, kegiatan ini sangat menarik dan ke depan diperlukan dukungan dari semua pihak terutama Pemkab Kubu Raya.

"Saya merasa bangga Kubu Raya memiliki kegiatan ritual seperti ini, ke depan kita harap ada dukungan dari Pemkab Kubu Raya," katanya.

Ia juga berkomitmen mengenalkan wiata-wisata yang ada di Kubu Raya termasuk ritual pembakaran replika kapal Wangkang kepada masyarakat luar, agar daerah menjadi semakin terkenal.

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengenalkan berbagai wisata yang ada di Kubu Raya," pungkasnya
Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus menuturkan, ada beberapa sisi positif yang dapat diambil dari kegiatan ritual pembakaran kapal Wangkang, terutama keharmonisan dan silaturahmi yang terjalin antar masyarakat, karena kegiatan ritual budaya ini tidak hanya dihadiri dan disaksikan satu etnis saja, namun disaksikan oleh warga berbagai etnis yang ada di Kubu Raya.

"Kegiatan ini harus tetap dilestarikan bahkan harus ditingkatkan, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata bagi Kubu Raya," ujar Hermanus 

Kegiatan ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan sebelum terbentuknya Kabupaten Kubu Raya. Ritual ini menjadi salah satu kegiatan yang dapat menjadi  semangat untuk mempersatukan warga dari berbagai etnis, sehingga Pemkab Kubu Raya juga berkomitmen menganggarkan kegiatan ini.

"Kita harap kegiatan ini ke depan tidak monoton, mesti ada sesuatu yang baru, sehingga menjadi kegiatan yang menarik dan bisa dikunjungi oleh berbagai elemen masyarakat," pungkasnya. (jaka iswara/ang)

Komentar