Dana Hibah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Tidak Jelas

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 237

Dana Hibah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Tidak Jelas
DEMO DPRD – Seorang perwakilan Pengurus Cabang (PC) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sungai Raya, berorasi di Depan Gedung DPRD, Kubu Raya, Jumat (8/9). SP/Jaka

Ibu-ibu Majelis Taklim Datangi DPRD Kubu Raya


Ketua PC BKMT Sungai Raya, Karina
Jika belum jelas, jangan dulu dipublikasikan ke kami, Kami juga sangat kecewa dengan DPRD baik yang menunda penggarannya maupun yang tidak jika mereka menganggap kami dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

KUBU RAYA, SP – Sebanyak 50 anggota majelis taklim yang tergabung  dalam Pengurus Cabang (PC)  Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sungai Raya, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kubu Raya, Jalan Wonodadi II, Desa Arang Limbung, Sungai Raya, Jumat (8/9).

Kedatangan mereka mempertanyakan serta ingin meminta kejelasan DPRD terkait adanya dana hibah kepada BKMT Kubu Raya yang hingga saat ini belum direalisasikan dan bahkan tertahan di DPRD.

Di Kantor DPRD majelis taklim yang mayoritas perempuan ini diterima oleh Anggota DPRD Kubu Raya, di antaranya Ketua DPRD Bambang Ganefo Putra, Yanto, Muhammad Iqbal, Agus Sudarmansyah dan Yuslanik. 

Sempat dilakukan audensi antar beberapa orang perwakilan perwakilan PC BKMT Sungai Raya dengan sejumlah Anggota DPRD di ruang Ketua DPRD Kubu Raya, Bambang Ganefo Putra.

Namun demikian, saat audensi sedang berlangsung, belum sempat pihak DPRD memberikan jawaban dari sejumlah pertanyaaan yang disampaikan perwakilan PC BKMT Kecamatan Sungai Raya,  tiba-tiba   audensi itu dihentikan oleh Ketua PC BKMT Sungai Raya, Karina. 

Ia secara tiba-tiba  memasuki ruagan itu dan meminta audensi itu dihentikan, dengan alasan sebelumya juga telah dilakukan audensi dan puluhan orang sedang berpanas-panas di Halaman Kantor DPRD

"Mohon maaf, sebelumnya sudah dilakukan audensi dengan Komisi I, ibu-ibu yang ada disini tidak paham persoalannya. Di luar ibu-ibu majelis taklim kepanasan. Kami minta perwakilan dari DPRD untuk memberikan penjelasan di luar, di hadapan ibu-ibu semua," ujar Karina saat audensi sedang berlangsung.  

Karina memaparkan kedatangan puluhan anggota majelis taklim ini untuk mempertanyaan dan meminta penjelasan  adanya penundaan anggaran dana hibah untuk BKMT Kubu Raya ditunda, dan hal ini sudah juga dipertanyakan kepada Pemerintah Daerah Kubu Raya.

"Ditundanya anggaran ini, karena hasil voting lebih banyak yang ditunda hingga 2018, dan akan dibahas pada APBD
Perubahan. Kami sangat kecewa dengan hasil ini, dan kami meminta pemerintah daerah untuk mempertanggungjawabkannya," ujarnya  

Menurut Karina, jika anggaran ini dibahas pada APBD Perubahan, lantas kenapa sebelumya sudah dipublikasikan dan meminta kepada pihak BKMT untuk mempersiapkan segalanya agar anggaran ini bisa direalisasikan.

"Jika belum jelas, jangan dulu dipublikasikan ke kami, Kami juga sangat kecewa dengan DPRD baik yang menunda penggarannya maupun yang tidak jika mereka menganggap kami dimanfaatkan untuk kepentingan politik," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Perma Majelis Taklim Desa Limbung, Murdiana menuturkan, pada awalnya majelis taklim di beberapa desa di Kubu Raya merasa sangat senang sekali lantaran proposal yang diajukan kepada pemerintah daerah ditindak lanjuti, proposal itu di antaranya pengadaan Alquran terjemahan dan pengadaan alat rebana.

"Kelompok majelis taklim memang sangat membutuhkan Alquran terjemahan itu, karena ada kesempatan untuk memperoleh dana hibah itu maka kami buatlah dan kami ajukanlah proposal," ujarnya 

Ia menambahkan, proposal pengajuan dana hibah itu sudah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah bahkan sudah dilakukan verifikasi data, dan dana itu diinforsikan akan segera teralisasi. Ternayata hingga saat ini dana itu tidak bisa dikucurkan karena masih tertahan dan tertunda di DPRD.

"Inilah yang kami pertanyakan dan meminta penjelasan, padahal dana ini sangat bermanfaat untuk mencerdakan dan menambah pemahaman umat. Jika dana ini tertahan di DPRD kami juga kebingungan bagaimana kami akan menyampaikan kepada taklim-taklim," tuturnya. (jek/ang)