Pedagang Bensin Eceran Tertipu

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 310

Pedagang Bensin Eceran Tertipu
LIHAT JERIKEN – Purnomo, warga Desa Arang Limbung memperlihatkan dua jerikennya yang telah berisi air setelah ditipu orang tak dikenal, Jumat (15/9) lalu. Akibatnya Purnomo tidak berjualan selama satu minggu karena kehabisan modal. SP/Jaka

Beli Premium Dapat Dua Jeriken Air


Purnomo, Warga Arang Limbung
Jadi saya rugi. Akibatnya satu minggu ini saya tidak jualan bensin. Baru jualan ketika sudah ada modal lagi

KUBU RAYA, SP – Purnomo (36), seorang pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran di Dusun Wonodadi, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, merugi. Pasalnya, 70 liter bensin di dalam dia jeriken yang dibeli dari seseorang tak dikenal ternyata berisi air.

Pada saat ini, jumlah pasokan bensin untuk wilayah Sungai Raya memang sedikit berkurang. Sehingga dengan harga yang cukup murah, Purnomo tak kuasa menolak.

“Jadi saya rugi. Akibatnya satu minggu ini saya tidak jualan bensin. Baru jualan ketika sudah ada modal lagi,” kata Purnomo kepada Suara Pemred, Minggu (24/9). 

Diceritakan, peristiwa itu terjadi Jumat (15/9) silam. Sekira pukul 08.00 WIB pagi, Purnomo melihat seorang pria dengan ciri-ciri tinggi 170 sentimeter, berkulit gelap, potongan rambut pendek dan terlihat berawarna merah di bagian depan. 

“Dia saya lihat mondar-mandir di depan rumah, menggunakan sepeda motor warna biru,” tuturnya.

Kendati saat itu orang tersebut terlihat memperhatikan jeriken yang berada di depan rumahnya, namun Purnumo belum menaruh rasa curiga sedikit pun.

Namun pukul 13.30 WIB, orang itu kemudian datang lagi ke rumahnya dengan menawarkan BBM jenis premium seharga Rp6700 per liter, kebetulan saat itu ia sudah kehabisan BBM untuk dijual, ia pun mau membelinya terlebih harga yang ditawarkan itu terbilang murah dan BBM jenis premium juga susah ia dapatkan di SPBU.

"Orang itu lantas membawa jeriken saya yang dapat menampung 35 liter, awalnya saya berniat membeli satu jeriken saja, karena dia menawarkan lagi dua jeriken dengan harga yang lebih murah yakni Rp6500 per liter, maka saya pun mau," ujarnya 

Ia menambahkan, beberapa menit kemudian orang itu pun datang dengan membawa dua jeriken dengan total isi 70 liter, setelah berbincang beberapa saat dan bertukar nomor telepon, Purnomo lantas membayar uang senilai Rp455 ribu. Saat ia ingin membuka untuk mengecek keaslian BBM itu penjual itu melarangnya dengan alasan kedua jeriken penuh dan asli BBM

"Saat saya ingin menyalin BBM itulah baru saya tahu, kedua jeriken itu berisi air. Memang ada berisi bensin. Paling hanya satu liter tiap jerigen," paparnya.

Menurut informasinya, tidak hanya ia yang tertipu oleh orang tersebut melainkan cukup banyak pedagang BBM eceran yang juga tertipu dengan cara yang sama, akibat dari penipuan ini ia pun tak dapat berjualan lagi karena kehabisan modal untuk membeli BBM lagi.

"Cukup banyak yang tertipu, mulai dari daerah Parit Bugis, Arang Limbung hingga Sungai Durian, sekarang saya tidak bisa berjualan lagi, biasanya saya hanya mampu membeli satu jeriken. Sekarang saya tertipu sebanyak dua jeriken, habislah modal saya," ujar Jai.

Penipuan ini sudah dilaporkannya kepihak kepolisian, dan ia pun berharap pelaku dapat segera ditangkap karena sudah meresahkan warga khususnya pedagang BBM eceran.

Polisi Mesti Usut

Ridduan, satu di antara warga Jalan parit Bugis, Sungai Raya meminta kepolisian segera bertindak dengan melakukan penyelidikan terkait penipuan yang dilakukan orang tak dikenal kepada sejumlah pedagang bensin eceran.

Menurut dia, jika modusnya hampir sama, patut diduga aksi pelaku terorganisir, artinya pelaku telah mempersiapkan tempat untuk menyalin jeriken pedagang.

“Karena ini yang langsung ditipunya orang kecil. Orang susah. Tentulah akibatnya bisa besar, terutama memutus mata pencaharian orang,” kata Ridduan.

Namun demikian, dia juga berharap warga Kubu Raya khususnya bisa lebih pandai dalam menjaga diri dari penipuan. Seperti misalnya dengan mengecek langsung barang sebelum proses pembayaran. 

“Tapi kita juga masing-masing harus waspada. Karena jika kita tidak terbuai dengan harga murah, tentu penipuan tidak akan terjadi,” ucapnya. (jek/ang)

Komentar