KPU Kubu Raya Buka Pendaftaran Penyelenggara Pemilu

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 510

KPU Kubu Raya Buka Pendaftaran Penyelenggara Pemilu
Gustiar - Ketua KPU Kubu Raya
KUBU RAYA, SP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kubu Raya membuka pedaftaran untuk menjadi  panitia penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang digelar tahun 2018.

Penyelenggara pemilu yang dibuka oleh KPU Kubu Raya, yakni Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).  Perekrutan sendiri akan dilaksanakan mulai 12 Oktober hingga 11 Novermber 2017.

"Untuk PPK ini berjumlah lima orang dan nantinya akan dibantu sebanyak tiga orang sektariat menjadi delapan orang,” ujar Ketua KPU Kubu Raya, Gustiar, kemarin. 

Pendaftarannya terbuka untuk untuk umum, dengan usia minimal 17 tahun, berijazah minimal SMA sederajat, serta berdomisili di wilayah setempat dibuktikan dengan identitas kependudukan.

Gustia menjelaskan, terhadap warga yang mendaftarkan diri sebagai PPK nantinya akan dilakukan tes wawancara dan tes tertulis, dan bagi PPK telah direkrut nantinya akan membantu penyelenggaraan pemilu hingga ke tingkat desa.

Selain itu perekrutan menjadi PPS  juga akan dilakukan dengan jumlah sebanyak, tiga orang Anggota PPS dan dibantu oleh sektariat sebanyak tiga orang, perekrutan PPS  ini hanya untuk diikuti oleh masyarakat di tingkat desa setempat.

Sedangkan untuk KPPS kata dia dibuka sebanyak sembilan orang, yang terdiri tujuh orang berasal dari masyarakat yang berada pada TPS tersebut sedangkan dua orangnya berasal dari Linmas yang ada di wilayah setempat.

"Perekrutan penyelanggara pemilu ini sudah kami sosialisasikan setiap kecamatan, dan dalam waktu dekat ini kami akan memasang spanduk dan pengumuman di setiap kecamatan," ujarnya. 

Selain itu pihaknya sedang gencarnya sosialisasi pemilih, untuk memastikan masyarakat Kubu Raya yang telah berusia satu tahun mempunyai hak pilih dengan dibuktikan KTP elektronik atau surat keterangan (Suket).

Ia menerangkan, proses partisipasi  masyarakat pada pemilu 2014 lalu sebanyak 71,9 persen, dan diharapkannya pada Pilkada 2018 terjadi peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilu baik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Bupati dan Wakil Bupati.

"Kita targetkan melebihi 80 persen partisipasi masyarakaat, semakin tinggi partisipasi masyarakat maka semakin baik pelaksanaan pemilu itu sendiri," pungkasnya. (jek/ang)

Komentar