Militer Indopura Latihan Bersama

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 307

Militer Indopura Latihan Bersama
FOTO BERSAMA - Danlanud Supadio, Marsma Minggit Tribowo, bersama para personel Lanud Supadio dan Republic of Singapura Air Force (RSAF) foto bersama usai pembukaan latihan bersama (Latma) “Camar Indopura”, di Lanud Supadio Kubu Raya, Senin (9/10). SP/Aep

Komitmen Tikatkan Kerja Sama


Danlanud Supadio, Marsma TNI MinggitTribowo
Selain itu, juga untuk meningkatkan kemampuan dan professionalitas prajurit. Latma ini sangat penting, karena dapat  meningkatkan dan mempererat hubungan bilateral kedua negara

KUBU RAYA, SP - Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, menjadi tuan rumah latihan bersama (Latma), antara TNI Angkatan Udara dengan Republic of Singapura Air Force (RSAF). Agenda latihan ini bertajuk “Camar Indopura XXIV 2017”, dan dilaksanakan selama empat hari ke depan, Senin-Kamis (9-14/10).

Selain itu Latma ini juga melibatkan alutsista angkatan udara kedua negara, yaitu dua pesawat patrol maritim (Patmar), pesawat Boing 373-200 dari Skadron Udara (Skadud) V, Lanud Hasanuddin Makassar dan pesawat F-50 MPA dari 121 ST Sqn RSAF.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Direktur Latihan dari Lanud Supadio, Kolonel (Pnb) Reka Budiarsa dan Direktur Latihan dari RSAF, Kolonel Zakir Hamid di ruang rapat Base Operasional (Baseops) Lanud Supadio, Senin (9/10).

Kepada sejumlah awak media massa yang meliput kegiatan ini, Danlanud Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo mengatakan, Latma ini bertujuan meningkatkan kerja sama kedua negara, hususnya antara TNI AU dengan RSAF.

“Kegiatan ini sebagai bentuk peningkatan kerja sama bidang kemiliteran, antara Indonesia-Singapura. Latma ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun, dan jadi sebuah langkah terbaik,” ujar Marsma Minggit.

Danlanud juga menerangkan, Latma di bidang operasi udara ini diharap mendapatkan data-data terbaik tentang pengamanan wilayah laut kedua negara. Karena secara geografis, Indonesia-Singapura punya perbatasan laut yang cukup luas.

“Selain itu, juga untuk meningkatkan kemampuan dan professionalitas prajurit. Latma ini sangat penting, karena dapat  meningkatkan dan mempererat hubungan bilateral kedua negara,” paparnya.

Latma ini juga sangat mengutamakan safety dan keamanan, agar seluruh rangkaiannya dapat berjalan lancar. Dalam Latma ini, telah ditentukan rute dan misi operasionalnya, sehingga personel akan mendapatkan gambaran yang jelas terkait hasil Latma.

“Bagi Lanud Supadio, kegiatan merupakan suatu kehormatan karena dipilih jadi tuan rumah Latma. Semoga kegiatan ini bias berjalan lancar,” ujarnya.

Exircise Director RSAF, Colonel Zakir Hamid mengatakan, dengan adanya Latma ini, pihaknya bisa mendapatkan berbagai pengalaman baru dalam rangka meningkatkan kemampuan prajurit RSAF.

“Dari Latma ini, kami berharap bias mendapat ilmu dan pengalaman dari diskusi yang dilakukan. Kami berterima kasih dengan sambutan hangat dari Danlanud Supadio dan jajaran,” ujarnya.

Beli 11 Pesawat Sukhoi SU-35

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yakin Indonesia aman dari embargo Amerika Serikat meski membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Rusia. Indonesia diketahui resmi membeli pesawat tempur jenis Sukhoi dari Rusia.

Indonesia memang telah memiliki kesepakatan dengan Rusia untuk membeli 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan sistem imbal beli. Total nilai pengadaan 11 unit Sukhoi SU-35 tersebut mencapai US$1,14 miliar, lengkap dengan hanggar dan persenjataannya.

"Tidak ada embargo. Makanya kita dengan semua orang baik-baik, saya dengan Amerika itu baik-baik," kata Ryamizard baru-baru ini.

Bahkan, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menyebut bulan lalu menerima surat dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat yang berisi ajakan untuk mengadakan pertemuan.

Dalam KTT G20, Amerika Serikat bahkan menawarkan pesawat buatannya kepada Indonesia. "Malah pas ketemu dengan Jokowi di G20 bilang Pak Jokowi beli dong pesawat kita, malah menawarkan," ujarnya.

Selain dengan Amerika Serikat, Ryamizard juga menyebut tidak akan ada masalah dalam hubungan Indonesia dan China usai pembelian pesawat Sukhoi tersebut. "Dengan China juga tidak ada masalah. Jangan cari-cari musuhlah," ucap Ryamizard.

Indonesia sepakat membeli 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan sistem imbal beli dengan Rusia. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut pembelian sukhoi dengan sistem imbal beli tersebut menjadi tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

"Ini baru pertama kali kita merasakan UU itu, sebelumnya belum terlaksana. Pelaksanaannya goverment to goverment langsung, tidak ada perantara macam-macam," tutupnya. (cnn/ang/mul)