Langganan SP 2

Kasus Video Mesum Pelajar Diharap Jadi Pelajaran

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 29192

Kasus Video Mesum Pelajar Diharap Jadi Pelajaran
Ilustrasi. Net
KUBU RAYA, SP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya meminta kepada semua pihak, khususnya para orangtua siswa agar kasus viralnya video mesum pelajar yang diduga pelajar SMP asal Kubu Raya dijadikan pelajaran agar tidak kembali terulang.

“Seperti kejadian kemarin itu (video mesum pelajar), itukan sudah di luar jam sekolah, mestinya orangtua harus mencari anaknya, di era sekarang ini orangtua harus bisa mawas diri,” kata Frans Randus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Jumat (10/11). 

Menurut Frans, pihak sekolah juga tidak mesti sepenuhnya disalahkan karena pengawasan terhadap siswa atau pelajar bukan hanya tugas sekolah namun perlu adanya peran semua pihak, baik itu orangtua maupun pihak-pihak lain.

Dia menyebut, viralnya video mesum pelajar yang diduga pelajar di salah satu SMP Kubu Raya disebabkan karena faktor kecanggihan teknologi dan informasi saat ini

“Kalau dulu kemungkinan sering juga terjadi seperti ini, namun tidak terekspos, berbeda dengan sekarang, begitu ada kejadian bisa langsung tersebar,” ujar Frans.

Ia meminta kepada pihak sekolah di tempat siswa tersebut mengenyam pendidikan tidak memberikan sanksi berupa pemberhentian, namun tidak lagi sekolah di tempat itu, karena khawatir akan mengganggu mental maupun fsikis siswa.

“Si anak pasti malu karena teman-temannya sudah tau, jika masih tetap sekolah di situ bisa menjadi pemahaman bagi siswa lainnya karena tidak ada penindakan, dan dianggap pembenaran,” ujarnya. 

Diharapkan pula kepada orangtua, dan pihak terkait lainnya seperti KPAI untuk dapat melakukan pembinaan kepada siswa yang bersangkutan agar siswa tersebut tidak terganggu mental dan psikisnya sehingga tetap mengenyam pendidikan.

Semantara itu, Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kubu Raya, Syarif Muhammad Firdaus mengungkapkan, perederan video yang menjadi viral itu tentunya akan menjadi bahan evaluasi mulai dari sekolah maupun Disdikbud Kubu Raya agar ke depan semakin meningkatkan pengawasan dan pembinaan kepada siswa 

"Tapi juga harus ada dukungan dan peran semua pihak , terutama orangtua, tanpa adanya dukungan dari orangtua, upaya dalam pengawasan ini tidak akan berjalan optimal," terangnya.

Terlebih kejadian di dalam video tersebut terjadi di luar sekolah dan di luar jam sekolah, sehingga luput dari pengawasan sekolah, karena di luar kemampuan sekolah untuk melakukan pengawasan.

"Ke depan kita harap ada peran serta semua pihak untuk turut meningkatkan pengawasan," pungkasnya. (jek/ang)