Listrik Terangi 3 Desa di Batu Ampar

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 451

Listrik Terangi 3 Desa di Batu Ampar
TAMBAH JARINGAN – Dua petugas PLN panjat tiang listrik guna memperbaiki arus jaringan. Saat ini Pemerintah Kubu Raya bersama PLN memasukkan jaringan listrik di tiga desa di Kecamatan Batu Ampar. (Net)

Rusman Ali: Manfaatkan Itu Untuk Usaha 


Rusman Ali, Bupati Kubu Raya
“Untuk itu masyarakat harus bisa meningkatkan perekonomian, melalui listrik yang ada masyarakat harus menciptakan peluang usaha. Misalnya membuat es tong-tong,"

KUBU RAYA, SP - Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengharapkan masyarakat yang sudah dapat menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) khususnya di Kecamatan Batu Ampar mampu berhemat. Dia minta listrik lebih dimanfaatkan untuk peingkatkan produktivitas usaha setempat.

Sebelumnya listrik di beberapa desa di Batu Ampar hanya menyala selama 12 jam. Namun sekarang sudah bisa menikmati selama 24 jam. 

“Untuk itu masyarakat harus bisa meningkatkan perekonomian, melalui listrik yang ada masyarakat harus menciptakan peluang usaha. Misalnya membuat es tong-tong," kata Rusman Ali di Sungai Raya, kemarin.

Dengan telah beroperasinya listrik selama 24 jam, maka ke depan  masyarakat lebih mudah dalam melakukan atau menjalankan aktivitas sehari-hari. Terutama untuk mengembangkan usaha berskala industry perumahan. Sebagaimana diketahui, Kecamatan Batu Ampar memiliki potensi perikanan.  

Rusman Ali menargetkan, mulai Maret 2017 lalu pembangunan  jaringan listrik baru akan dilakukan di tiga desa di Kecamatan Batu Ampar, yakni Sumber Agung, Sungai Krawang dan Muara Tiga. 

"Mudah-mudahan Agustus listrik di sini udah hidup, kami harap masyarakat juga dapat bekerjasama, terutama dapat  membantu pemerintah dan PLN bila ada lahan dan tanaman ataupun kebun terkena jaringan listrik untuk tidak minta ganti rugi," tuturnya. 

Tiga Desa di Kecamatan Batu Ampar yang berbatasan dengan Kabupaten Kayong Utara yakni Desa Sumber Agung, Sungai Krawang dan Muara Tiga hampir 30 tahun tidak pernah menikmati listrik yang bersumber dari Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Ketiadaan jaringan listrik di beberapa desa di Kecamatan Batu Ampar ini dianggap masyarakat menjadi salah satu kendala untuk meningkatkan perkonomian masyarakat setempat, untuk itulah realisasi jaringan listrik yang sudah dijanjikan oleh Pemerintah Kubu Raya menjadi dambaan dan harapan besar bagi masyarakat setempat. 

"Sudah hampir 30 tahun kami tinggal di Desa Sumber Agung , sama sekali tidak pernah menikmati listrik, kami harap pemkab tidak hanya sekadar janji saja," ujar seorang tokoh masyarakat Desa Sumber Agung, Diana ditemui belum lama ini.

Desa Sumber Agung berbatasan langsung dengan Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara, antara desa Sumber Agung dengan kecamatan Seponti hanya dibatasi dengan sungai kapuas atau berseberangan, namun kondisi penerangan dua kawasan ini justru berbanding terbalik terutama pada malam hari.

"Kalau malam hari kami di sini, terasa asing. Di seberang (Kayong Utara) terang, sementara kami gelap," ujar seorang warga Desa Sumber Agung, Rahmi 

Kehadiran jaringan listrik di desa-desa ini kata Kades Muara Tiga, Jumiah sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat, dengan adanya listrik diyakini akan menekan pengeluaran masyarakat sehingga perekonomian masyarakat desa secara perlahan juga akan mengalami peningkatan.

"Memang tidak semua masyarakat menggunakan lentera, ada juga yang sudah mempunyai mesin sendiri, namun tentunya pengeluaran cukup besar, sementara perkonomian masyarakat di sini menengah ke bawah," ujarnya.

Tingkatkan Perekonomian Warga


Terpisah, Kepala Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar, Arifin, mengapresiasi Pemerintah Daerah Kubu Raya yang telah berupaya mengusulkan kepada PLN untuk penambahan jaringan listrik di beberapa desa di Kecamatan Batu Ampar.

"Sudah puluhan tahun masyarakat Sumber Agung mendambakan listrik, jika memang bisa terealisasi tentunya masyarakat sangat bersukur," ujar Arifin.

Menurut Arifin jika di beberapa desa di kecamatan Batu Ampar ini sudah ada jaringan listrik dari PLN maka diyakininya perekonomian masyarakat juga akan mengalami peningkatan, pasalnya selama ini listrik yang ada hanya bisa dinikmati oleh masyarakat pada malam hari saja itu pun hanya sebagian masyarakat.

"Masih banyak masyarakat disini yang tidak mendapatkan jaringan listrik, mau tidak mau masyarakat harus punya mesin generator sendiri untuk menerangi rumahnya," pungkasnya. (jek/ang)  

Komentar