Marlita, Perempuan Pertama Maju Bursa Pilkades Parit Baru

Kubu Raya

Editor K Balasa Dibaca : 612

Marlita, Perempuan Pertama Maju Bursa Pilkades Parit Baru
Foto Marlita.
PONTIANAK, SP - Marlita Susilawati, menjadi perempuan pertama yang akan maju mengikuti bursa calon Kepala Desa (Kades) Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, November mendatang. Dia pun siap bertarung dengan adu program kepada calon lain yang ikut dalam pencalonan Kades di desanya.

“Saya maju bursa pencalonan karena didorong dan didukung penuh oleh masyarakat kami, ” kata Marlita, Selasa (14/11).

Marlita sendiri sehari-hari berprofesi sebagai sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Permata di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di Parit Semben, Kubu Raya.

“Masyarakat mendorong saya untuk maju karena ingin desa mereka bisa lebih maju seperti desa lainnya,” kata wanita kelahiran 10 Maret 1971 ini.

Bukan tanpa alasan ia ingin duduk memimpin sebuah desa, hal ini tidak lain kepeduliannya kepada desa yang kini ia tinggali, serta ingin membangun desa semakin lebih baik.

Sesuai dengan visi Marlita, di mana ingin mengajak masyarakat untuk membangun Desa Parit Baru, bersama-sama menjadi Desa Parit Baru sebagai desa induk dan barometer di Kubu Raya. Pasalnya, selama ini, Desa Parit Baru yang selama ini memiliki beragam potensi sumber ekonomi, seperti pertanian, perkebunan hingga industri, tetapi, hasil sesungguhnya belum sepenuhnya dirasakan oleh warga sekitar.

Selain di bidang ekonomi, di desa Marlita tinggal, juga dihuni berbagai suku dan agama yang beragam. Kekuatan ini yang ingin diwujudkan oleh Marlita, yakni ingin mengangkat tradisi budaya yang ada di desanya, bisa dikenal oleh masyarakat luas.

“Saya ingin mengangkat berbagai tradisi budaya di tempat kami yang selama ini belum dikembangkan dengan baik. Misalnya mengangkat tradisi budaya dari etnis Melayu, Tionghoa, Dayak, Jawa dan lainnya,” katanya

Dengan mengusung semboyan ‘Bersama Kita Maju, Maju Kita Bersama, Ayo Kita Maju”, istri Abdul Malik ini yakin, semboyan yang diusung bisa diterima seluruh elemen di desanya, bagaimana bisa bersama-sama memajukan desa dengan segala potensi sumber daya manusia di desanya.

Satu di antaranya, dirinya akan berjuang mengusulkan adanya pembangunan lembaga pendidikan PAUD, khususnya di daerah yang tidak terjangkau atau terpencil dan peserta didiknya akan yang belajar sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis.

Adapun program sosial lainnya yang ingin dilakukan oleh Marlita yaitu merangkul para tokoh masyarakat yang telah berjasa dalam pemekaran desa, disamping itu juga mengajak anak muda karang taruna untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan kreatifitas masyarakatnya, sehingga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi desa.

“Kita rangkul, kita ajak bersama-sama melibatkan mereka membangun desa, dengan menggunakan fasilitas yang sudah diberikan pemerintah untuk masyarakat,” terangnya.

Tak kalah penting, ia juga berjanji akan lebih transparan dalam pengelolaan dana desa, baik dana desa dari kabupaten maupun dari pusat. Termasuk pengelolaannya dilakukan secara tepat sasaran.

“Jadi apapun yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dapat dimanfaatkan dan digunakan masyarakat dengan tepat guna. Contohnya kita busa bangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dengan bidang yang sesuai dengan kebutuhan warga,” kata Marlita. (ova)