PMII dan Angkasa Pura II Dialog Soal Bandara

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 402

PMII dan Angkasa Pura II Dialog Soal Bandara
DIALOG – Untuk meminta penjelasan terkait banjir yang terjadi di Bandara Supadio beberapa waktu lalu, DPRD Kubu Raya mengundang pihak PT Angkasa Pura II dan perwakilan Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). (SP/Jaka)

Butuh Dukungan Pemda Normalisasi Drainase


GM Angkasa Pura II, Bayuh Iswantoro
"Kami perlu juga dukungan dari pemerintah Kubu Raya, karna saluran drainase tersebut melewati tiga  jalur parit yang ada di Kubu Raya,  yakni Parit Keramat, Parit Jepang dan Parit Gertak Kuning,"

KUBU RAYA, SP – DPRD Kubu Raya memfasilitasi dialog antar pengelola Bandar Udara Supadio Pontianak, Angkasa Pura II dengan Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terkait banjir yang menggenangi landasan pacu bandara beberapa hari lalu.

General Manajer Angkasa Pura II, Bayuh Iswantoro  menjelaskan, pada tanggal 12 November 2017 lalu telah terjadi banjir di landasan pacu bandara dan sekitarnya, sehingga aktivitas bandara saat itu ditutup atau dihentikan sementara.

"Fenomena alam yang menyebabkan banjir di landasa baru pertama kali terjadi di Bandara Supadio," kata Bayuh, Senin (20/11).

Menurut dia, satu hari sebelumnya, yakni pada tanggal 11 November 2017, ketinggian air sudah setinggi 166 milimeter sementara dan ketinggan pasang air laut 1,6 meter. Sehingga dalam kondisi seperti itu, sangat sulit mengupayakan normalisasi pada kawasan Bandara Internasional Supadio. 

Namun, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah, yakni memperbaiki saluran drainase landasan pacu dan menyediakan alat pompa saluran air untuk meminimalisir banjir kemudian hari.

"Kami perlu juga dukungan dari pemerintah Kubu Raya, karna saluran drainase tersebut melewati tiga  jalur parit yang ada di Kubu Raya,  yakni Parit Keramat, Parit Jepang dan Parit Gertak Kuning," terangnya 

Sementara itu, Anggota DPRD Kubu Raya, Suharso, mengapresiasi kehadiran PT Angkasa Pura II ke DPRD Kubu Raya dan memberikan penjelasan terhadap banjir yang terjadi. Namun tidak dapat dipungkiri ketika terjadi banjir memang hujan terjadi cukup deras.

"Ke depan harus ada penanganan khusus dari PT Angkasa Pura II untuk selalu siap mengantisipasinya," ujarya 

Pihak DPRD kata dia, meyatakan siap mengkordinasikan dengan Pemda KKR, lantaran dampak dari genangan air di tersebut juga berdampak pada kawasan sekitar bandara. 

"Masyarakat sekitar juga merasakan akibatnya dan itu sudah menjadi tugas penting DPRD KKR untuk mengkordinasikannya dengan pemerintah daerah agar ada solusinya," ujarnya.

Sementara itu, Furqan, anggota PMII Kubu Raya mengatakan, kejadian banjir di Bandara Supadio sangat mempermalukan Kubu Raya, bahkan Indonesia. Dampak banjir itu menyebabkan 12 penerbangan dibatalkan sementara 36 penerbangan ditunda.

"Tidak pernah terjadi seperti ini, kenapa bandara internasional yang anggarannya cukup besar bisa mengalami seperti ini,” ucapnya.

Banjir di bandara jangan dibiarkan. Kemungkinan banjir bisa saja terjadi. Untuk itu Angkasapura II harus bertanggung jawab agar ini tidak terjadi lagi hingga merugikan rakyat bahkan merugikan bangsa Indonesia 

"Anggaran negara untuk Bandara Supadio yang cukup besar dikemanakan, bagaimana pengelolaannya sampai bisa terjadi banjir," ujarnya. 
Sementara itu Ketua PMII Kubu Raya, Farianto menuturkan, pihak DPRD Kubu Raya segera membentuk pania khusus (Pansus) untuk menagani persoalan yang tejadi.

"Persoalannya bukan hanya ini, beberapa waktu lalu juga ada peristiwa lain di Bandara Supadio, yakni ambruknya plafon bandara hingga menimpa penumpang, DPRD Kubu Raya harus membantuk Pansus," ucapnya.

Tangani dengan Serius


Sementara itu, Anggota DPRD Kubu Raya, Beni Farianto menuturkan, kehadiran PT Angkasa Pura II dalam pertemuan itu harus menjadi bahan evaluasi yang penting untuk memperbaiki dan menemukan solusi  di Bandara Internasional Supadio.

"Jika persoalan ini kembali terjadi. Artinya tidak ada keseriusan dalam penanganan masalah yang ada di Bandara Internasional Supadio," terangnya. 

Terjadinya banjir akibat hujan deras itu memang tak dapat dihindari, namun hal itu tidak dapat dijadikan alasan satu-satunya untuk memberhentikan aktivitas di bandara. 

"Pasti ada solusi menangani masalah tersebut, seperti memperbaiki saluran drainase dan penyediaan pompa harus siap siaga dilakukan karena efek dari genangan air di bandara yang menjadi korbannya adalah masyarakat sekitar bandara khususnya Desa Kuala II dan Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya," ujarnya. (jek/ang)

Komentar