Program Pembebasan PBB-P2 Berhasil Menjadi Stimulus

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 179

Program Pembebasan PBB-P2 Berhasil Menjadi Stimulus
TINJAU - Bupati Kubu Raya Rusman Ali bersama dengan Kepala BPPRD Supriaji meninjau pelayanan program PBB-P2, baru-baru ini. (Dok SP)
KUBU RAYA, SP - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kubu Raya, Supriaji mengungkapkan, program pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berikut dendanya sangat  memberi pengaruh positif terhadap peningkatan pembayaran pajak oleh para wajib pajak.
Bahkan kata dia, program tersebut dirasa sangat membantu  pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) dari pungutan PBB-P2. 

Dia menungkapkan, sampai dengan 29 November 2017, total realisasi PBB-P2 sudah hampir mencapai seratus persen. "Ini sudah mencaai 97 persen dari target sebesar Rp11 miliar," katanya, Minggu (3/12).

Menurutnya program pembebasan PBB-P2 seakan menjadi stimulus bagi masyarakat untuk aktif membayar pajak. Terutama bagi masyarakat yang bertahun-tahun telah menunda membayar pajak PBB-P2. 

“Sejak program ini bergulir, tercatat sebanyak 12.734 wajib pajak yang melakukan pembayaran PBB nya. Jadi, sangat meningkat drastis," katanya.

Dengan progres tersebut, Supriaji pun sangat optimis targer pembayaran PBB akan tercapai sesuai harapan. Dia menjelaskan, program pembebasan PBB-P2 beserta dendanya bagi penunggak pajak dari tahun 2011, akan berahir sampai 31 Desember 2017. 

“Jadi masih ada waktu bagi masyarakat yang menunggak untuk membayar PBB-P2. Oleh karena itu, kita minta masyarakat agar memanfaatkan program ini,” pintanya.

Menurutnya, faktor penyebab penunggakan pembayaran pajak di kalangan masyarakat dipengaruhi toleh rendahnya kesadaran masyarakat. Sebab itu program pembebasan pajak PBB-P2 tersebut pun di buat. 

Sebelumnya, mulai tanggal 14 Oktober sampai 31 Desember 2017, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya membuat program penghapusan denda PBB-P2 dari tahun 2017 maupun tahun sebelumnya. 

Program tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 530 Tahun 2017 tentang Penghapusan Denda Pajak PBB-P2 di Kabupaten Kubu Raya hingga Desember 2017. 

Kepala bidang PBB dan BPHTB Syarif Ibrahim mengatakan, program tersebut juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak PBB-P2. Menurutnya, banyak terjadi tunggakan pajak akibat dari keengganan masyarakat membayarkan denda pajak. 

"Kita sadari bahwa, ada kalanya masyarakat kita merasa karena terkena denda bayarnya jadi banyak. Sehingga jadi enggan untuk mengurus pembayaran PBB-P2. Alhamdulillah Pak Rusman Ali sangat bijaksana, dengan mengeluarkan program penghapusan denda. Ini kan akan mengurangi beban masyarakat," ujar Ibrahim.

Ibrahim juga mengharap masyarakat dapat memanfaatkan dengan semaksimal mungkin waktu yang masih ada untuk mengurus PBB-P2. Selama program penghapusan denda hingga 31 Desember mendatang. Ibrahim mengatakan, di samping memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dengan menghapuskan denda pajak, program inu juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah dari sektor PBB-P2 di tahun 2017.

"Kita mengimbau dan mengajak seluruh warga Kubu Raya agar segera memanfaatkan program penghapusan denda pajak ini, untuk segera mengurus PBB-P2 hingga tanggal 31 Desember mendatang. Ayo bayar pajak, untuk membangun Kubu Raya," ajak Ibrahim. (abd/ang)