Penyakit Difteri Jadi Perhatian

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 64

Penyakit Difteri Jadi Perhatian
TIM EKSPEDISI - Kepala BBTKL-PPM Banjarbaru, UPT Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Naning Nugrahini, saat memberikan Rompi Tim Ekspedisi Kesehatan ke Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus. (SP/Abdul)

Tim Ekspedisi Survielans Kalimantan Pantau Penyakit


Tim Ekspedisi Survielans Kalimantan dibawah Direktorat Pengendalian Penyakit, bakal keliling wilayah Kalbar untuk memantau berbagai jenis penyakit. Mereka baru saja tiba di Puskesmas Sungai Ambawang, Kubu Raya (6/12) kemarin.

SP - Rombongan ekspedisi itu pun, menggelar pengobatan gratis dengan jenis penyakit tidak menular (PTM) untuk masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan pihak Puskesmas Sungai Ambawang.  

Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Banjarbaru, Unit Pelaksana Teknis  Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Naning Nugrahini mengatakan, kegiatan ekspedisi itu tidak hanya bersifat bakti sosial saja. 

Namun, kegiatan ekspedisi juga turut melakukan pemantauan jenis penyakit yang ditemui di wilayah Kalimantan. Dia mengatakan, penyakit yang relatif banyak ditemui di Kalbar diantaranya, rabies, DBD, TB, diare dan HIV.

"Jadi, setelah kegiatan ini, kami akan membuat suatu laporan tentang strategi pencegahan penyakit, untuk bisa dicegah secara bersama-sama," katanya. 

Tim Ekspedisi Survielans telah bergerak dari Balik Papan, Kalimantan Timur, dan mengakhiri perjalanan ekspedisinya di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.

Kedatangan rombongan ekspedisi tersebut, turut disambut oleh Wakil Bupati Kubu Raya, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar. 

Kadis Kesehatan Provinsi Kalbar, Andi Jab menyambut baik kegiatan ekspedisi kesehatan yang dilakukan oleh rombongan dibawah Direktorat Jenderal Pengendalian Pencegahan Penyakit, Kementerian Kesehatan RI. 

Dalam kesempatan itu, Andi Jab turut menyampaikan beberapa jenis penyakit yang terbilang tinggi ditemui di Kubu Raya. Salah satunya adalah penyakit difteri. 

"Di Kubu Raya itu memang angka kasus penderita difteri cukup tinggi," katanya. 

Dia menjelaskan, angka kematian yang disebabkan oleh penyakit difteri terbilang cukup banyak. Oleh sebab itu, diharapkan, jika ada masyarakat yang mengidap penyakit tersebut, agar cepat ditangani.  

Dia mengungkapkan, pencegahan penyakit difteri tersebut harus dilakukan sejak dini, melalui vaksin imunisasi. 

"Imunisasi itu tujuannya adalah, memberikan kekebalan pada tubuh agar terhindar dari penyakit-penyakit tertentu. Dan difteri itu salah satu jenis penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi," ujarnya. 

Dikutip dari berbagai sumber, difteri merupakan penyakit akibat terjangkit bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae. Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. (abdul halikurrahman/lis)