Traffic Light Kapuas II Tak Berfungsi, Keselamatan Pengendara Terancam

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 228

Traffic Light Kapuas II Tak Berfungsi, Keselamatan Pengendara Terancam
RUSAK – Lampu lalu lintas atau traffic light di perempatan Adi Sucipto menuju Jembatan Kapuas II rusak tak berfungsi. Akibatnya sejumlah kendaraan dari empat arah menerobos hingga kerap menyebabkan kemacetan. (SP/Abdul)
Diar, Warga Kubu Raya
"Jadi, kalu lewat di perempatan lampu merah Kapuas II ini, ya pandai-pandai pengendaralah untuk saling mengalah,"

KUBU RAYA, SP - Sudah lebih dari satu bulan, lalmpu lalu lintas atau traffic light di perempatan Jembatan Kampuas II, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, tidak berfungsi. Hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda untuk perbaiki. Padahal, rambu-rambu itu sangat penting keberadaanya untuk mengatur kelancaran lalu lintas. 

Terlebih perempatan itu sering dilalui kendaran bermuatan besar. Seperti tronton, truk dan lain sebagainya. Akibat rusaknya lampu pengatur lalul intas itu membuat ritme lalu lalang kendaraan amburadul. 

Bukan hanya itu, keamanan berekendara saat melintas di kawasan menuju Desa Parit Baru dan Ambawang itu juga menjadi terancam. Bagaimana tidak, semua pengendara yang lewat di perempatan itu saling serobot. Ironisnya lagi, sudah trafight light mati, petugas keamanan lalu lintas pun jarang berada di tempat mengatur kendaraan.

"Jadi, kalu lewat di perempatan lampu merah Kapuas II ini, ya pandai-pandai pengendaralah untuk saling mengalah," kata Diar, warga Kubu Raya yang kerap melintas di kawasan tersebut. 

Dia mengatakan, kalau sore hari jam pulang kerja, perempatan itu macet parah. Itu disebabkan oleh sebagian pengedara tak ada yang mau mengalah. Sehingga kendaraan menumpuk di pertengahan perempatan. Macet pun jadi mengular. 

"Kalau dah gitu macatnya lama. Kendaraan biasanya menumpuk di tengah," ungkap dia.

Sebagai warga, Diar menyayangkan lambannya sikap pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang menurutnya tidak begitu rumit. Pihak terkait kata dia seolah abai dengan hal tersebut.

"Ini sudah lama mas. Sampai sekarang belum juga dibetulkan. Sebagai pengguna jalan, tentu kita sangat terganggu," keluhnya. 

Menurutnya, lampu merah perempatan Adi Sucipto arah Jembatan Kapuas II tersebut memang kerap rusak. Bahkan trafight light tersebut sebenarnya juga baru diperbaiki. Namun sekarang rusak lagi. 

"Ya kita berharap ini cepatlah dibetulkan, soalnya bukan hanya persoalan macet, tapi kadang ngeri juga karena pengguna jalan saling serobot. Apalagi kalau dah kendaraan besar lewat," ungkapnya. 

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kubu Raya Damhuri mengatakan, perbaikan trafight light di perempatan Jembatan Kapuas II Kubu Raya itu bukan lah kewenangan Dinas Perhubungan Kubu Raya.

"Itu kewenangan provinsi (Dishub)," katanya. 

Meski demikian, karena wilayah tersebut masuk di wilayah Kubu Raya, maka pihaknya pun telah mengambil kebijakan dengan mendesak pihak provinsi agar secepatnya trafight light tersebut di perbaiki.

"Kita sudah beberapa kali menyurati provinsi. Namun katanya baru akan dikerjakan pada anggaran 2018. Kalau kita yang ngangarkannya tentu salah, karena itu kewenangan provinsi," kata Damhuri, Selasa (12/12) kemarin.

Dia pun mengakui, rusaknya trafight light tersebut berdampak pada kemacetan aktifitas berlalulintas. selain itu, kondisi itu juga berpotensi membahayakan pengendara. 

"Kita hanya bisa mengimbau dan mengusulkan ke provinsi agar persoalan itu segera ditangani,” tuturnya.

“Selain itu, kalau di kawasan itu benar-benar macet kita kadang drop petugas untuk mengurai kemacetan. Tapi hanya di waktu-waktu tertentu. Itu lah susahnya, kewengan penanganan itu bukan ada pada kita," tutupnya.

Pemerintah Mesti Tanggap


Wakil Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Nurdin menyayangkan lambannya pihak terkait menangani perosalan trafight light di perempatan Jembatan Kapuas II tersebut. Padahal hal itu hanya persoalan teknis saja.

"Saya menilai ini seakan diabaikan. Karena ini sudah terlalu lama dibiarkan," katanya kepada Suara Pemred, Rabu (13/12).

Menurutnya, kerusakan lampu lalu lintas itu bukan hanya menyebabkan kemacetan. Tapi juga sangat membahayakan pengguna jalan.  

"Saya minta kepada pihak terkait segera memperbaiki. Jangan sampai persoalan ini menyebabkan kejadian yang tak diinginkan," tegasnya. 

Dia menambahkan, pemerintah mestinya bersikap tanggap jika sudah menyangkut persoalan pelayanan fasilitas publik.  "Saya minta lah segera ini diperbaiki," tutupnya. (abd/ang)