Rusman Ali Tagih Janji PT Angkasapura II

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 203

Rusman Ali Tagih Janji PT Angkasapura II
BANDARA – Tampak pesawat dari maskapai Lion Air parkir di Bandara Internasional Supadio Pontianak, baru-baru ini. Bupati Kubu Raya Rusman Ali mendesak janji PT Angkasapura II segera mengganti nama bandar udara tersebut menjadi Bandara Internasional Supadi

Perbubahan Nama Supadio Kubu Raya Menggantung


Rusman Ali, Bupati Kubu Raya
"Apa susahnya. Ini kan tidak merubah semuanya. Hanya merubah nama ujungnya menjadi Bandara Supadio Kubu Raya. Saya minta pihak bandara serius untuk melakukan perubahan nama ini,"

KUBU RAYA, SP - Bupati Kubu Raya Rusman Ali meminta pihak Bandara Internasional Supadio Pontianak segera menunaikan janjinya terkait perubahan nama Bandar udara tersebut menjadi Bandara Internasionl Supadio Kubu Raya.

"General manajer yang lama sudah janji akan mengganti nama. Tapi sampai sekarang belum juga di ganti," kata Rusman Ali, kemarin.
Rusman pun mengingatkan kepada pihak bandara agar serius menindaklanjuti soal perubahan nama bandara tersebut sebagaimana yang telah dijanjikan kepadanya.

"Apa susahnya. Ini kan tidak merubah semuanya. Hanya merubah nama ujungnya menjadi Bandara Supadio Kubu Raya. Saya minta pihak bandara serius untuk melakukan perubahan nama ini," pintanya dengan tegas. 

Rusman pun mengisyaratkan tak akan membantu pengengembangan bandara ke depan jika nama Bandara Supadio Pontianak belum diubah menjadi Bandara Supadio Kubu Raya. 

"Kalau belum diubah saya tidak akan bantu kalau ada keperluan. Seperti kemarin, banjir, GM nya telepon, Alhamdulilah kita bantu. Tapi kalau nanti sampai nama ini tidak diubah saya tidak akan bantu lagi," katanya.

Dia pun berkomitmen, selama masih menjabat sebagai bupati akan terus memperjuangkan perubahan nama bandara. "Pokoknya nama bandara itu harus berganti menjadi Bandara Internasional Supadio Kubu Raya," tutupnya.

Sementara itu, dari pihak Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak, belum dapat dikonfirmasi soal perubahan nama sebagaimana yang diminta Bupati Kubu Raya tersebut.

Suara Pemred telah berupaya melakukan konfirmasi ke Bagian Divisi Operasional, namun belum ada tanggapan yang jelas. "Saya masih rapat, nanti saja," kata Kepala Divisi Operasional, PT Ankasa Pura II Supadio Pontianak, Zulbrito saat dihubungi melalui telepon, Kamis (4/1) sore. 

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beserta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Bandara Internasional Supadi Pontianak saat menjalani kunjungan kerja di Kalbar, pekan lalu. Peresmian tersebut disertai dengan penandatanganan prasasti.

Dalam sambutan, Jokowi pun memuji kemegahan Bandara Internasional Supadio Pontianak pasca pembangunan. "Saya lihat dari depan terminal, begitu sangat megah dengan ornamen Dayak yang sangat arsitektural," katanya saat menyampaikan kata sambutan.

Dia pun berharap, pembangunan bandara internasional yang telah dilakukan, dapat melayanai masyarakat dalam transportasi udara.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi mengatakan, Bandara Internasional Supadio Pontianak memiliki perkembangan kemajuan yang sangat cepat.  

"Supadio Pontianak adalah satu bandara yang perkembangannya sangat pesat.  Secara  komersial memberikan suatu masa depan yang baik. Apalagi secara geografis,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini daya tampung penumpang di bandara berkapasitas 3,4 juta penumpang. Dia pun mengisyaratkan, pembangunan Bandara Internasipnal Supadio akan terus dikembangkan semaksimal mungkin.

Usulkan ke Kemetrian Perhubungan


Wakil Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Muhammad Nurdin menilai, permintaan bupati soal perubahan nama bandara internasional merupakan hal yang benar. 

Apalagi memang lokasi bandara tersebut berada di Kabupaten Kubu Raya. Namun kata dia, mekanisme pengajuan untuk merubah nama tersebut sebaiknya langsung disampaikan ke Kementerian Perhubungan.

"Permintaan bupati itu bagus. Hanya saja, mestinya harus diajukan ke Kementerian Perhubungan, karena memang kewenangannya ada di Kementrian Perhubungan dan Angkasapura II," jelasnya.

Dia pun menilai, dari sisi keuntungan jika perubahan tersebut diubah, tentu berdampak baik untuk Kubu Raya. Paling tidak menjadi ikon. Tetapi kalau tidak dirubah, juga tidak merugikan. “Tapi memang sebaiknya diubah,"tutupnya. (abd/ang)