Bapaslon Kubu Tawarkan Program Pro Rakyat

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 322

Bapaslon Kubu Tawarkan Program Pro Rakyat
Grafis (Suara Pemred / Koko)
Muda Mahendrawan, Bapaslon Bupati Kubu Raya
"Jangan sampai kita membangun sesuatu yang bukan menjadi kebutuhan masyarakat. Kita harus mengelola anggaran sesuai dengan kebutuhan, dan diinginkan masyarakat,”

Hamza Tawil, Bapaslon Bupati Kubu Raya
"Jalan desa akan kita tingkatkan. Usaha kecil dan menengah yang ada di masyarakat, kita bina dengan memberikan akses permodalan dan akses pemasaran,"

KUBU RAYA, SP – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Kabupaten Kubu Raya, menempatkan lima bakal pasangan calon (Bapaslon). Dari lima Bapaslon tersebut, sejumlah nama dijagokan sebagai kandidat pemenang.

Tahapan demi tahapan juga terus bergulir di tingkat KPU (Komisi Pemilihan Umum). KPU bakal menetapkan Bapaslon menjadi pasangan calon (Paslon) pada 12 Februari 2018.

Sejumlah figur Bapaslon telah mengkrucut. Di Kubu Raya, terdapat lima Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati yang telah mendaftar di KPU. Kelimanya adalah, Bapaslon Muda-Jiwo, Hamzah Tawil-Kohim, Werry Syahrial-Nasir, Muhammad Soleh-Martinus, dan Suronto-Alexander. 

Bapaslon Muda-Jiwo diusung oleh tujuh partai Politik. Diantaranya, Demokrat, PKS, PPP, Gerindra, Hanura, Nasdem dan PKPI. Total kursi tujuh partai pengusung Bapaslon tersebut, sebanyak 33 kursi. 

Kemudian, Bapaslon Hamza Tawil-Kohim diusung oleh dua partai politik, yakni Golkar dan PKB, dengan total kursi di DPRD sebanyak 9 kursi. 

Sementara, Bapaslon Werry Syahrial-Nasir, Muhammad Soleh-Martinus dan Suronto-Alexander, adalah Bapaslon yang maju mendaftarkan  diri ke KPU melalui jalur perseorangan. 

Ketiga Bapaslon jalur perseorangan ini pun, masih menunggu penetapan KPU terkait syarat dukungan minimal, apakah mencukupi atau tidak untuk lanjut sebagai pasangan calon jalur perseorangan, untuk berlaga di Pilkada Juni mendatang. 

Bicara strategi politik di Pilkada, tentu masing-masing kandidat sudah menyiapkan konsep program kerja yang dimuat dalam visi dan misi. Hal itu menjadi penting untuk diperhatikan para kandidat.

Karena, program kerja itulah yang kemudian akan menjadi ‘dagangan’ politik untuk dijual ke masyarakat. Masyarakat pun butuh referensi untuk mencari pemimpin yang bisa membangun daerah, selama lima tahun mendatang.

Bapaslon Hamza Tawil-Kohim, mengaku telah punya program-program untuk menyejahterakan masyarakat Kubu Raya kedepan.

"Yang jelas, program kita yang pro rakyat," kata Hamza kepada Suara Pemred, Sabtu (27/1) sore. 

Dia pun tak menampik soal kemajuan pembangunan selama sepuluh tahun belakangan, pasca Kubu Raya berdiri menjadi kabupaten sendiri. Infrasturuktur jalan poros, sudah terbuka dan relatif terbangun. Kondisi ini pun berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat, meskipun belum merata. 

"Jalan desa akan kita tingkatkan. Usaha kecil dan menengah yang ada di masyarakat, kita bina dengan memberikan akses permodalan dan akses pemasaran," katanya. 

Kubu Raya memiliki sembilan kecamatan, tentu punya potensi sumberdaya alam yang berbeda-beda. Sumber daya alam itu akan dieksplor, agar menjadi nilai tambah ekonomi di masyarakat.

Ia memberi contoh. Padang Tikar misalnya. Sektor perikanan dan pertanian sangat berpotensi sebagai sumber pendaptan ekonomi masyarakat. Ini yang harus dikembangkan untuk jadi sektor unggulan penghasilan masyarakat. Begitu juga di kawasan Sungai Raya yang sudah relatif maju. Sektor usaha jasa juga akan dikembangkan. 

Selain itu, pengembangan akses transportasi air juga menjadi program penting yang termuat dalam visi misinya, maju sebagai calon bupati Kubu Raya. 

"Akses penghubung daerah pantai ini menjadi perhatian kami kedepan,” ujarnya. 

Terutama kecamatan yang dominan di akses lewat jalur air, seperti Terentang, Kubu, Batu Ampar, Padang Tikar dan Teluk Pakedai. “Kita akan memperbanyak akses infrastruktur darat. Sebagai penghubung wilayah-wilayah ini," katanya. 

Menurutnya, transportasi air butuh waktu cukup lama, untuk menuju daerah-daerah pantai di Kubu Raya. Oleh karena itu, untuk memutus rentang kendali akses penghubung tersebut, harus dibuka jalan darat. 

Misalnya, Rasau, Terentang, dan Kubu, harus dibangun jalan daratnya. Akses jalan daratnya sudah ada. Tinggal dibangun saja. Kemudian, ke Batu Ampar dan Padang tikar itu terputus oleh laut. “Maka kita punya keinginan nanti daerah ini bisa di akses menggunakan fery penyeberangan. Jadi akses menuju daerah pantai ini bisa lebih cepat," katanya.

Untuk membangun diperlukan sinergisitas antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan pihak swasta. "Untuk melakukan percepatan pembangunan kita tidak bisa bekerja sendiri," ucapnya.

Dia pun meyakini, jika akses menuju daerah pantai yang ada di Kubu Raya sudah terbangun, otomatis investasi dan tingkat kesejahteraan masyakat akan meningkat. 

Program Terintegritas 


Calon bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menuturkan, banyak hal dari berbagai sektor yang perlu dibenahi di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Semua program harus terintregritasi menjadi satu. Sebagai pemimpin mesti memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, dengan memperlakukan kebijakam yang berkeadilan. 

"Ketika kita merencanakan sesuatu, kita harus mengetahui dan memahami kebutuhan masing-masing wilayah. Namun mesti terintegritasi menjadi satu, sehingga bisa menopang setiap rumah tangga untuk hidup layak," katanya. 

Ia mengatakan, karena penduduk terus bertambah, maka perlu adanya percepatan pembangunan di Kubu Raya. Untuk mempercepat pembangunan perlu dilakukan langkah-langkah yang tidak rutinitas, melainkan dengan langkah dan gagasan yang bersifat terobosan. Sehingga anggaran untuk pembangunan dapat dimaksimalkan.

Ia menegaskan, siapa pun menjadi pemimpin, pasti bisa membangun karena anggaran pembangunan itu sudah tersedia. Namun, perlu langkah-langkah percepatan dan efisien, dengan memahami pemetaan wilayah dan memahami kebutuhan prioritas. 

"Jangan sampai kita membangun sesuatu yang bukan menjadi kebutuhan masyarakat. Kita harus mengelola anggaran sesuai dengan kebutuhan, dan diinginkan masyarakat,” ujarnya. 

Muda menjelaskan, setiap perencanaan tidak bisa berjalan secara sendiri-sendiri  dengan perspektif masing-masing. Sebagai contoh, orang-orang yang bergelut di bidang pendidikan, juga mesti paham tentang kelayakan infrastruktur, orang-orang yang bergelut di bidang PU mesti paham juga tentang kebutuhan pendidikan, dan sebagainya.

"Jadi, kita jangan ego pada bidang kita saja, kita harus memahami kebutuhan semua rakyat. Kadang-kadang tidak mau mengalah, seringkali berebut anggaran antar dinas, ujung-ujungnya berebut proyek. Nah! Ini yang tidak boleh," kata Muda. 

Muda memaparkan, hadirnya pemerintah untuk melayani masyarakat, sesuai kebutuhan masyarakat itu sendiri. Antara pemerintah dengan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan.

"Program unggulan yang diharuskan adalah, hal-hal mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat, karena yang diurus ini adalah rumah tangga, perlu membuka peluang yang memberdayakan masyarakat, untuk hidup lebih baik dan sejahtera," kata Muda. 

Program agar masyarakat tidak terbebani harus dijalankan, seperti yang pernah dijalankannya di bidang pendidikan, ketika ia menjadi Bupati Kubu Raya pertama kali. Yakni, Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari dana daerah.

"Jika masih ada sekolah-sekolah yang kekurangan guru, artinya masyarakat tidak terlayani dengan baik. Jika hanya mengandalkan BOS Nasional, banyak hal yang harus dipenuhi dan tidak akan cukup," ujarnya 

Kebutuhan mendasar lainnya yakni di bidang kesehatan, peningkatan pelayanan kesehatan, mesti menjadi lebih baik dengan biaya-biaya yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Untuk itu, Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) harus dikuatkan kembali, dengan pola BPJS sesuai dengan regulasi dan penerapannya saat ini.

Selain itu kebutuhan dasar lainya bagi masyarakat adalah infrastruktur. Jika infrastruktur tidak semakin baik, maka masyarakat akan merasa kesulitan, dan menjadi faktor utama penghambat peningkatan perekonomian masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur itu harus berkeadilan. Berkeadilan tidak mesti sama, jangan sampai masyarakat merasa dianaktirikan. Perlu adanya langkah bijak, sehingga ada keseimbangan," tuturnya. 

Wilayah Kubu Raya, sebagian besar merupakan wilayah perairan yang menghubungkan antar desa, kecamatan bahkan menghubungkan antar kabupaten. Sehingga kedepannya juga perlu pembenahan tranportasi air, karena tranportasi air juga urat nadinya Kabupaten Kubu Raya.

"Perlu  menciptakan sistem yang lebih baik. Seperti angkutan yang aman, standarisasi angkutan orang maupun barang. Selain itu perlu kerja, komitmen dan integritas dari pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan permasalahan," katanya.  


Dengar Aspirasi


Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Kubu Raya Benny Farianto, mengatakan pertimbangan partainya mengusung pasangan Muda-Jiwo pada Pilkada Kubu Raya 2018, setelah mendengar aspirasi di tingkat masyarakat dan kajian yang mendalam di internal partai.

"Kita sudah berkonsolidasi dari PAC sampai ke tingkat ranting, mendengar dari tingkat grassroot bahwa Muda-Jiwo lebih dominan," ujarnya kepada Suara Pemred.

Ia menjelaskan, kajian yang dilakukan oleh Partai Hanura menunjukkan mayoritas masyarakat, menginginkan pasangan Muda-Jiwo memimpin Kubu Raya untuk lima tahun ke depan.

"Dengan hasil itulah, saya selaku Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Kubu Raya, merespon dari hasil yang kita jaring itu, untuk mendukung dan mengusung Muda-Jiwo menjadi bupati dan wakil bupati," terangnya.

Mengenai target mendulang suara untuk kemenangan Muda-Jiwo, Benny mengatakan, secara hitung-hitungan tidak akan terlalu berlebihan dengan menentukan jumlah suara.

Namun, Hanura akan realistis di mana mesin partai sudah bergerak melakukan upaya pemenangan. Mengajak masyarakat memilih dengan cara logis, menawarkan program kerja dan menimbang track record kandidat.

Yang jelas, mesin Partai Hanura bergerak dari tingkat PAC sampai ke ranting untuk meyakinkan masyarakat supaya memilih Muda-Jiwo, berdasarkan dengan program-program yang akan dicanangkan ke depannya," jelas dia.

Menyangkut bargaining politik dengan kandidat, Hanura tidak melakukan hal itu. Hanura mengusung kandidat lantaran dianggap potensial, sehingga tujuan utama bukan adanya imbal balik, melainkan membawa kandidat sampai ke ujung kemenangan.

"Bargaining itu tidak ada. Kita sebagai partai pengusung, menunjukkan kinerja kita secara serius memenangkan pasangan ini," pungkasnya. (abd/jek/umr/rah/lis)

Warga Minta Calon Berkompetisi Secara Baik

Satu di antara tokoh masyatakat Kubu Raya, Muhammad Abdul Wahab mengingatkan kepada seluruh Bapaslon, agar berkompetisi secara sehat dan terhormat dalam merebut hati masyarakat. 

"Saya kira, semua calon yang maju, baik dari calon perseorangan atau pun dari partai politik, siapa pun yang jadi nanti, ya, tentu berkewajiban memimpin Kubu Raya ini dengan membawa misi, membangun Kubu Raya dan bertanggung jawab menyejahterakan masyarakatkanya," katanya, Minggu (28/1).  

Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Kubu Raya ini pun menilai, saat ini sudah banyak sumber dana untuk pembangunan. Katena itu, dalam beberapa tahun kedepan, sudah tidak banyak lagi infrastruktur dasar yang akan dibangun, karena sudah di bangun.  

Oleh sebab itu, siapa pun Bapaslon yang nanti didapuk untuk memimpin Kubu Raya, agar bisa melanjutkan program pemerintah sebelumnya yang telah dianggap baik. Hal itu penting guna mendukung kesinambungan pembangunan.

"Kalau nanti pak Rusman Ali sudah meletakkan jabatannya, dan masih ada program dasar kebutuhan masyarakat yang belum selesai, maka tolong siapa pun yang menggantikannya agar melakukan program tersebut," imbaunya.  

Menurutnya, roh dan semangat perjuangan pembentukan Kubu Raya sepuluh tahun lalu, mewujudkan percepatan pembangunan. Di perjalanan 10 tahun usia kabupaten Kubu Raya ini, dia pun menilai sudah banyak kemajuan. 

"Dari zaman bang Muda memimpin satu periode, kemudian pak Rusman Ali satu periode, ini sudah banyak peningkatan yang terjadi,” ujarnya. 

Ia menegaskan, itulah yang menjadi tujuan pemekaran daerah. Siapa pun yang terpilih nanti, jangan takut kehilangan gengsi. Program bupati sebelumnya yang sudah baik, silakan dilanjutkan saja. “Kemudian buatlah program baru yang lebih menyentuh masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Muhammad Tahir berharap, Pilkada Kubu Raya mampu melahirkan pemimpin yang dapat membuat konsep pembangunan yang inovatif dan kreatif. 

Menurutnya, Kubu Raya, khususnya di wilayah Padang Tikar, banyak potensi sumberdaya alam yang belum mampu dikelola dengan baik. Karena itu, diharapkan pemimpin kedepan dapat menggerakkan perangkat desa, untuk menggalakkan program-program pemberdayaan. 

"Misalnya, kita di sini banyak lahan pertanian gambut yang tidur. Nah, kita berharap ini bisa dibuatkan konsep, bagaimana mengelola lahan ini supaya berproduksi. Kemudian, kelompok tani juga di sini tidak aktif. Karena memang SDM-nya tidak mumpuni. Inilah yang menurut saya harus diberdayakan," katanya.

Soal pembangunan infrastruktur, saat ini sudah relatif baik. Karena masing-masing desa sudah punya anggaran untuk pembangunan infrastruktur, melalui ADD yang jumlahnya cukup besar. 

"Tinggal sekarang ini pemerintah harus fokus terhadap program pemberdayaan. Mudah-mudahan bupati baru nanti, punya terobosan bagaimana membuat program pemberdayaan yang tepat sasaran," pungkasnya. (abd/lis)