KKR Dapat Rp16,9 Miliar Bangun Irigasi

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 151

KKR Dapat Rp16,9 Miliar Bangun Irigasi
IRIGASI – Tampak sejumlah pekerja membangun isrigasi untuk persawahan. Tahun 2018 ini, Kubu Raya mendapat anggaran sebesar Rp16,9 miliar dari DAK untuk pembangunan 22 titik irigasi di tiga kecamatan. (Media Indonesia)

Abu Sudyandi: 22 Titik di Tiga Kecamatan


Kabis Sumber Daya Air, Dinas PUPR KKR, Abu Sufyandi
"Termasuk di daerah Empening Terentang Hulu, juga akan kita lakukan pemeliharaan irigasinya, karena wilayah itu merupakan penyumbang padi yang cukup besar,"

KUBU RAYA, SP - Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kubu Raya, Abu Sufyandi mengatakan, Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 di Bidang Sumber Daya Air mencapai Rp16,9 miliar. 

Menurut dia, besaran DAK yang didapat di tahun ini jauh meningkat dibanding tahun 2017 lalu.

"Kalau tahun lalau itu, DAK yang kita dapat sebesar Rp8,9 miliar. Dan tahun ini alhamdulillah meningkat," kata Abu Sufyandi, kemarin. 

Abu menjelaskan, DAK tersebut sebagian besar diperuntukkan untuk pembangunan irigasi pertanian. "Jadi ada 22 titik irigasi yang akan dibangun di empat kecamatan menggunakan dana DAK ini," ungkapnya.

Empat kecamatan yang mendapat program pembangunan irigasi tersebut diantaranya: Kecamatan Sungai Kakap, Kuala Mandor, Terentang, dan Batu Ampar. 

"Termasuk di daerah Empening Terentang Hulu, juga akan kita lakukan pemeliharaan irigasinya, karena wilayah itu merupakan penyumbang padi yang cukup besar," jelasnya.

Menurut dia, pemilihan lokasi pembangunan 22 titik irigasi tersebut sejatinya memang sudah ditentukan langsung oleh pemperintah pusat. Pihaknya hanya bertugas melaksanakan program tersebut.

"DAK ini penggunaanya dibatasi oleh aturan pusat. Di Kubu Raya (pembangunan irigasi) hanya boleh di kerjakan di empat kecamatan. Yaitu, Kakap, Kuala Mandor, Terentang dan Batu Ampar. Pertimbanganya karena daerah itu sudah ada jaringan irigasinya," katanya.

Dia pun mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan propses lelang untuk pembangunan irigasi sebanyak 22 titik tersebut. 

"Rencana lelang Maret. Realisasi di lapangan itu rencanya Mei. Mudah-mudahan saat lelang tidak ada kendala, sehingga target ralisasi dilapangan bisa tercapai," harapnya.

Sebelumnya, Camat Terentang, Sarino berharap, tahun ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui dinas terkait dapat segera membangun irigasi, khususnya di lahan pertanian masyarakat di daerah Teluk EmpeningTerentang Hulu. 

Dijelaskanya, Teluk Empening adalah salah satu kawasan pertanian penyumbang produksi padi yang cukup besar di Kecamatan Terentang. Rata-rata petani di sana mampu memproduksi padi sebanyak dua ton per hektar per sekali panen. 

Luas lahan pertanian di daerah tersebut berkisar kurang lebih 150 hektare. Namun, di awal tahun ini, petani di sana mengalami gagal panen, karena sawahnya terendam banjir. Kerugian akibat gagal panen yang dialami para petani di Teluk Empeming pun mencapai ribuan ton padi. 

Menurut Sarino, banjir yang meremdam ratusan hektare sawah di daerah Teluk Empening beberapa waktu lalu ditengarai karena tidak berfungsinya sistem irigasi yang ada. 

"Bahkan sampai sekarang pintu air di daerah itu tidak ada. Ini lah yang menjadi kendala bagi petani di sana," ungkapnya

Sebagai camat, Sarino mengatakan sudah pernah mengajukan permohonan pengajuan pembangunan pintu air sekaligus perawatan irigasi di kawasan pertanian Teluk Empening tersebut. 

"Ya mudah-mudahan tahun ini dibangun," tutupnya.

Harus Sesuai Kebutuhan


Sekretaris Komisi I DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin berharap, pemilihan lokasi pembangunan irigasi tersebut benar-benar mempertimbangkan kebutuhan prioritas.

"Persawahan petani yang kemarin tenggelam, tentu harus menjadi prioritas untuk dibangun irigasinya. Seperti di daerah Empening dan di beberapa daerah lainnya yang gagal panen akibat banjir, itu harus di bangun irigasinya," katanya. 

Dia pun sangat mendorong upaya pembenahan infrastruktur lahan pertanian masyarakat. Menurutnya, lahan persawahan yang telah dibuka harus didukung dengan infrastruktur yang memadai. 

"Kalau infrastruktur pertanian sudah dibangun tentu akan berimbas pada hasil produksi petani," pungkasnya. (abd/ang)