Musrenbang Desa Diminta Inovatif

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 166

Musrenbang Desa Diminta Inovatif
BANGUN JALAN - Warga Parit Keramat, Desa Kuala Dua, Kubu Raya, membangun jalan lingkungan dengan pola gotong royong, baru-baru ini. Jalan lingkunan tersebut dibangun dengan bantuan Program Imbal Swadaya. (SP/Abdul)

Nursyam: Sudah Berjalan 20 Persen


Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Agus Sudarmansyah
“Harapannya seperti itu. Dari Musrenbang digagas program-program pembangunan yang segar berasal dari masyarakat setempat,”

KUBU RAYA, SP – Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Agus Sudarmansyah tiap desa yang menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) mampu melahirkan rumusan-rumusan program pembangunan yang lebih inovatif dan berdasarkan aspirasi serta masukan masyarakat.

Menurut dia, Musrembang tingkat desa ini harus dimanfaatkan sebagai ajang musyawarah dalam merumuskan program pembangunan. Tentu ide-ide dan pemikiran masyarakat desa harus diserap dengan baik.

“Harapannya seperti itu. Dari Musrenbang digagas program-program pembangunan yang segar berasal dari masyarakat setempat,” kata Agus, kemarin.

Selain itu dia mengingatkan kepada semua desa agar benar-benar merancang dengan matang dalam menyusun draf RKP-Des nya. Sehingga, program pembangunan desa di tahun anggaran 2018 ini berjalan efektif dan tepat sasaran. 

Kepala Dinas Sosial Pembedayaan Masyarakat dan Desa Kubu Raya Nursyam Ibrahim mengatakan, pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa, kini sudah mulai berlangsung. 

"Musrembang desa sudah berjalan 20 persen. Mudah-mudahan minggu depan, desa lebih ramai melaksanakan Musrenbang," kata Nursyam.

Di samping itu, penyerahan Rancangan Kerja Pembangunan Desa (RKP-Des) tahun 2018, dari pihak desa sampai saat ini masih sangat sedikit.  Dari 118 desa yang ada, baru enam diantaranya yang telah menyerahkan RKP-Des ke Dinas Sosial Pembedayaan Masyarakat dan Desa.

Menurut dia, lambannya penyerahan RKP-Des dari desa dikarenakan adanya perubahan pagu anggaran di tahun 2018 ini. 

"Pagu anggaran memang masih kita hitung ulang. Karena ada data dari Apirmasi untuk desa baru sebanyak 43 desa yang masuk kategori sangat tertinggal. Inilah yang membuat kami harus  menghitung ulang," ungkapnya.

Terkait RKP-Des tersebut, Nursyam menerangkan, penyerahannya memang masih memiliki tenggang waktu yang cukup panjang. 

"Paling akhir (penyerahan RKP-Des) sampai Juli. Itu ketentuan yang ada. Tetapi, sebenarnya makin awal diserahkan semakin baik, supaya serapan anggaran makin cepat," katanya.

Terlepas daripada itu, yang paling penting setiap desa mestinya aktif berkonsultasi dalam penyusunan draf RKP-Des. Karena dalam membuat program pembangunan di desa, tentu harus ada perencanaan dahulu, sebelum draf RKP-Des tersebut dijadikan Peraturan Desa (Perdes).

"Jadi, seharusnya yang paling penting, desa itu mengkonsultasikan rancangan draf RKP-Des nya dulu. Tetapi, konsultasi ini lambat. Ada desa yang membuat RKP-Des mendadak. yang semacam ini tentu nanti akan akan menyulitkan mereka sendiri," pungkasnya.

Prioritaskan Bangun Infrastruktur


Kepala Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Batu Ampar, Juheran mengatakan, Desa Tanjung Harapan telah selesai melaksanakan Musrenbang tingkat desa pada tanggal 31 Januari 2018 kemarin.

Hasil Musrenbang itu merekomendasikan beberapa usulan perogram pembangunan berdasarkan serapan aspirasi masyarakat.

"Program pembangunan hasil musrenbang yang sudah kita lakukan, kita masih tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Karena memang masih ada beberapa titik yang belum tuntas pada anggaran tahun 2017 kemarin," ungkap dia.

Selain itu, untuk pembangunan badan usaha milik desa (BUMDes) k juga menjadi perogram kerja untuk direalisasikan di tahun anggaran 2018 ini. Karena memang setiap desa telah diinstrukaikan untuk segera membuat BUMDes.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa kita realisasikan. Tetapi, kita juga benar-benar memperhitungkan dalam merancang BUMDes tersebut. Kita tidak ingin yang kita dibuat nanti hanya berjalan dalam jangka pendak," pungkasnya. (abd/ang)