Tokoh KKR Serukan Pilkada Damai

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 179

Tokoh KKR Serukan Pilkada Damai
SIMULASI – Aparat kepolisian menggelar simulasi kemanan Pilkada serentak yang digelar Juni 2018. Sejumlah tokoh masyarakat di Kubu Raya mengingatkan bakal calon bupati dan wakil bupati lebih mengedepankan kampanye program pembangunan. (Ist)

MUI Rutin Gelar Majelis Akbar


Ketua LPPD Kubu Raya, Dede Junaidi
“Sepanjang sejarah tersebut, tidak pernah terjadi perpecahan antar masyarakat akibat berbeda pilihan. Soal dinamika tentu menjadi bagian dari porses demokrasi,”

KUBU RAYA, SP – Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LPPD) Kubu Raya, Dede Junaidi menyeru kepada masyarakat agar pemilihan kepala daerah (Pilkada) khususnya di Kubu Raya berjalan damai. Hal itu terkait prediksi kepolisian bahwa PIlkada serentak di Kalbar rawan terjadi konflik.

Dede harap, semua pihak termasuk para bakal calon memberikan edukasi politik yang baik ke masyarakat. Dalam perjalanan sebagai kabupaten baru,  Kubu Raya sudah dua kali menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati. 

“Sepanjang sejarah tersebut, tidak pernah terjadi perpecahan antar masyarakat akibat berbeda pilihan. Soal dinamika tentu menjadi bagian dari porses demokrasi,” kata Dede, Minggu (11/2). 

Yang penting adalah masyarakat tak boleh terpecah hanya karena berbeda pandangan politik. "Kita minta para aktor-aktor politik jangan lah menjual isu SARA sebagai komoditas politik," imbaunya. 

Di usia Kubu Raya yang sudah mencapai 10 tahun berdiri sebagai kabupaten sendiri, masih banyak hal yang mesti dibagun. Persoalan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan saat ini masih jauh dari harapan. 

Begitu pula dengan tingkat kesejahteraan masyarat yang masih relatif rendah. Persoalan ini tentu harus menjadi perhatian bagi para bakal calon kepala daerah. Oleh sebab itu, kandidat calon bupati dan wakil bupati mesti berlomba merumuskan program pembangunan, sebagai alat kampanye. 

"Jika mau merebut hati masyarakat maka berpolitiklah secara intelektual. Jual program kerja. Jangan saling menjatuhkan. Demokrasi kita harus tumbuh lebih baik. Sehingga pemimpin yang dihasilkan berkualitas," serunya. 

Kepada masyarakat dia juga menyampaikan agar tak mudah terprovokasi dan dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Masyarakat diharapkan memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak prestasinya. 

"Masyarakat jangan mau dibeli apalagi diadudomba. Masyarakat harus berdaulat dalam memilih pemimpin," ucapnya.

Mantan ketua tim pemekaran kabupaten Kubu Raya, Abdul Wahab juga menyerukan agar semua calon bupati dan wakil bupati yang maju,  baik yang jalur perseorangan maupun calon yang diusung partai politik, berkewajiban menciptakan keamanan dan kedamaian. 

"Sama-sama lah kita menciptakan keamanan dan kedamaian ini.  Pilkada kita harus berintegritas dan menjadi contoh," imbaunya.  

Mantan kepala Desa Limbung ini mengatakan, Pilkada adalah ajang kompetisi untuk mencari pemimpin yang berkualitas. Sehingga dalam berkompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah.  Sebab itu, para kandidat calon kepala daerah harus berkomitmen siap menerima kekalahan. 

"Kalau belum berhasil jangan berkecil hati. Jangan membikin hal-hal yang dapat mengganggu kemanan dan stabilitas Kubu Raya yang selama ini sudah kondusif," tutupnya. 

Ketua MUI Kubu Raya, Zamroni mengatakan, pihaknya terus menyuarakan kerukunan umat beragama jelang pelaksaan Pilkada Kubu Raya melalui pertemuan majelis.

"Kemarin kita gelar di Rasau Raya, dan Sungai Kakap.  Kita ingin terus menghadirkan suasana damai, kondusif dan tenang di momen politik ini. Kita tegas menyatakan tidak boleh ada segala gesekan yang bisa memicu konflik antar kerukunan umat beragama," katanya. 

Dia pun meyakini, semua tokoh lintas agama, memiliki persepsi yang sama dalam menjaga keutuhan kerukunan umat beragama, di Kabupaten Kubu Raya yang selama ini telah berjalan harmonis dan damai. 

"Saya percaya semua tokoh agama persepsinya sama. Kalau ada orang yang ingin memanfaatkan momen Pilkada ini dengan cara membenturkan keyakinan umat beragama maka kita tegas mengatakan menolak tindakan tersebut," jelasnya.

Lakukan Pendekatan Persuasif


Pengamat kebijakan publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura Pontianak, Erdi Abidin mengapresiasi kesiapan aparat penegak hukum, dalam hal ini Polri dan TNI dalam mempersiapkan keamanan jelang Pilkada serentak 2018 ini. 

"Saya lihat dari aparat terus menggelar simulasi pengamanan. Saya pikir, tentu persiapan ini menunjukan bahwa aparat penegak hukum kita benar-benar telah siap melakukan pengamanan Pilkada dalam kondisi dan situasi apapun," kata Erdi, Minggu (11/2).

Selain itu,  untuk mengantisipasi konflik maka perlu juga dilakukan pendekatan-pendekatan persuasif dan edukatif kemasyarakat tentang politik yang baik.

"Sosialisasi oleh KPU dalam memberikan pemahaman politik ke masyarakat juga menjadi penting dan harus terus digencarkan hingga ke pelosok daerah," katanya.  

Kemudian peran serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda menjadi ujung tombak dalam menjaga kerukunan antar masyarakat agar tak terpecah belah oleh kepentingan tertentu.

"Dan yang terpenting, pemerintah mulai dari pejabat eselon dua, hingga para kepala desa harus netral,  sehingga dapat menjadi penengah masyarakat," tutupnya. (abd/ang)