BMKG Temukan 20 Titik Panas di Kubu Raya

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 178

BMKG Temukan 20 Titik Panas di Kubu Raya
PADAMKAN API – BPBD Provinsi Kalbar melakukan water boombing guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya, belum lama ini. Saat ini, berdasarkan Satelit Lapan, terdapat 20 titik panas di Kubu Raya. (Dok SP)

TNI-Polri Berjibaku Padamkan Api


Debi, Prakirawan BMKG Supadio
"Untuk sebaran titik panas di Kubu Raya yaitu dominan berada di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Kakap,"

KUBU RAYA,  SP – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio mencatat, sebanyak 20 titik panas di wilayah sampai Senin (12/2). Hal ini diduga akibat cuaca panas tanpa hujan yang terjadi di Kalbar dalam sepekan terakhir.

Disebutkan pula, jumlah titik panas yang ada di Kubu Raya tersebut paling tinggi jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya.  

"Sebaran titik panas itu dari tanggal 11 sampai 12 Februari kemarin, yang terpantau berdasarkan data dari pihak Lapan,” kata Debi, Prakirawan BMKG Supadio Kubu Raya, Senin (12/2).

Sementara itu, titik panas di seluruh wilayah Kalbar terpantau 42 titik. “Artinya sebagian titik panas itu berada di Kubu Raya,” tuturnya.

Selain di Kubu Raya, di Kabupaten Mempawah pun terpantau ada lima titik panas yang aktif. Kemudian Sambas, Sanggau dan Bengkayang masing-masing terpantau ada satu titik panas.

"Untuk sebaran titik panas di Kubu Raya yaitu dominan berada di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Kakap," jelasnya.

Dia pun memaparkan,  berdasarkan prakiraan cuaca yang telah dilakukan pihaknya untuk tiga hari ke depan masih diperkirakan masih terjadi panas, namun berawan.  

"Tetapi ada di beberapa daerah di Kalbar, seperti Kapuas Hulu, Sintang, Landak dan Sekadau, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan untuk tiga hari ke depan," katanya.

Kepala BPBD Kubu Raya,  Mochtar mengatakan, saat ini pihaknya bersama anggota TNI dan Polri sedang berupaya melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di wilayah Desa Limbung. 

"Kami sama anggota anggota TNI dan Polri sekarang ini sudah turun di lapangan memadamkan api di daerah Desa Limbung.  Tepatnya di SMA 4 dan SMP 12. Yang terbakar ini lahan gambut," ungkapnya.  

Menurutnya kebakaran lahan tersebut diduga sengaja dibakar oleh oknum masyarakat. Jumlah lahan yang terbakar tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih 60 hektare. 

"Sementara ini kami berupaya melakukan pemadaman. Kami menyelamatkan aset daerah dulu,  seperti SMA 4 dan SMP 12, jangan samapai api merembet ke daerah sekolah tersebut. Ini yang kami upayakan.  Teman-teman masih bekerja menyiram air di sekeliling wilayah dua sekolah tersebut," katanya. 

Sumber air yang digunakan dalam melakukan pemadaman kebakaran lahan ini, Mohtar mengatakan, sejauh ini masih mencukupi.  "Karena kan panas ini baru sekitar satu minggu," tutupnya. 

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Mempawah, Kalimantan Barat, menyatakan telah mendeteksi potensi penurunan curah hujan dengan jeda selama 5-15 hari hingga akhir Februari 2018.

"Hal ini berpotensi munculnya titik panas yang dapat meluas jadi titik api, terutama wilayah pesisir hingga pantai utara. Masyarakat kita imbau untuk berhemat air," kata Kepala kantor Stasiun Klimatologi Mempawah, Kalimantan Barat, Wandayantolis, kemarin.

Tangkap Pelaku Pembakar Lahan


Wakil Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, M Nurdin turut menyesalkan terjadinya kebakaran lahan yang mencapai puluhan hektare di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya.

Apalagi di daerah itu terdapat dua sekolah. Tentu kebakaran lahan itu sangat merugikan. Bukan hanya dari sisi pencemaran lingkungan tetapi telah menghambat proses belajar mengajar siswa di SMA 4 dan SMP 12. 

Karena itu,  selaku wakil rakyat Nordin meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya segera melakukan pemadaman dengan cepat.  Sehingga kebakaran lahan tersebut tak semakin meluas.  

Dia pun mendukung penegakan hukum bagi pelaku yang telah sengaja membakar lahan tersebut. "Kalau memang kebaran itu disengaja dilakukan, saya minta aparat menangkap pelakunya.  Apalagi sekarang ada aturan tentang restorasi gambut," ucapnya.

Nurdin pun mengimbau kepada masyarakat Kubu Raya agar tak membakar lahan di musim panas ini,  meskipun dalihnya untuk membuka lahan pertanian, tetap membakar lahan dengan jumlah yang besar juga tidak boleh dilakukan. (abd/ang)