Puskesmas Diminta Siaga Ispa

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 223

Puskesmas Diminta Siaga Ispa
PEMADAMAN – BPBD Kalbar menyiagakan helikopter untuk melakukan water boombing guna memadamkan api di sejumlah lahan di Kubu Raya, belum lama ini. (Dok SP)

Penanggulangan Karhutla Tanggung Jawab Pemda


Ketua LPPD Kubu Raya, Dede Junaidi
"Apakah memang pemerintah tak serius memberikan pemahaman ke masyarakat tentang pencegahan Karhutla ini. Karena kejadian ini selalu saja terjadi setiap tahun,"

KUBU RAYA, SP - Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Berli meminta seluruh Puskesmas siaga penyebaran infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA menyusul telah munculnya kabut asap akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepekan terakhir.

Dalam mengantisipasi ISPA, Berli mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sistem pelayanan yang cepat, kendati hingga saat ini belum ada masuk laporan terkait kasus ISPA di masyarakat.

"Dari pemantauan kasus, ISPA memang belum meningkat secara signifikan. Tapi, semua Puskesmas sudah saya beri edaran agar waspada bahaya asap. Kita punya Ewars, yakni early warning and response system baik via SMS maupun email, terkait penanganan potensi ISPA," ungkap Berli, Minggu(16/2).

Selain itu, Berli turut mengimbau agar masyarakat juga menjaga kesehatan. Salalu menggunakan masker jika hendak bepergian. Terutama saat bepergian di malam hari. 

Soal kebakaran lahan yang menimbulkam kabut asap, Ketua Lembaga Pantau Pembangunan Daerah (LPPD) Kubu Raya, Dede Junaidi menyesalkan kondisi ini selalu terjadi di setiap musim panas. 

Dia pun mengatakan, penyebab utama terjadinya kebakaran lahan di setiap musim kemarau, karena rendahnya tingkat pemahaman masyarakat tentang dampak buruk dari membakar lahan tersebut. 

Selain itu, kampanye larangan membakar lahan yang didengungkan pemerintah daerah selama ini pesannya tidak sampai ke masyarakat. Karena itu, Dede pun mempertanyakan sosialisasi Karhutla yang telah dilakukan pemerintah derah selama ini serius atau tidak?

"Apakah memang pemerintah tak serius memberikan pemahaman ke masyarakat tentang pencegahan Karhutla ini. Karena kejadian ini selalu saja terjadi setiap tahun," katanya. 

Persoalan mencegah Kahutla murni tanggung jawab pemerintah daerah. Karena Pemda mempunyai anggaran untuk membuat program-program pencegahan. 

"Kalau polisi itu hanya tugasnya membantu menanggulangi kejadian saja. Karena mereka pun tidak punya anggaran khusus untuk melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan," ucapnya.

Oleh sebab itu, Dede pun meminta kebakaran lahan di Kubu Raya cepat ditanggulangi agar tak meluas. Selain itu, Dede juga berharap, kebakaran lahan ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan anggaran.

Kabut Asap Mulai Pekat


Kondisi kabut asap akibat terbakarnya sejumlah lahan di Kubu Raya mulai terasa pekat. Terutama di pagi hari dan malam hari. Sebagaimana diketahui, di Kubu Raya hingga saat ini terdapat tiga titik kebakaran lahan yang telah terjadi hampir satu pekan terakhir. 

Kebakaran lahan tersebut terjadi di Desa Limbung, Parit Semben dan Punggur Kecil. Petugas BPBD Kubu Raya, dibantu anggota kepolisian pun masih berjibaku memadamkan api kebakaran lahan tersebut. 

"Kami sekarang lagi di lokasi kebakaran di lahan SMA 4 Desa Limbung," kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo saat di hubungi melalui sambungan telepon, Minggu (18/2), singkat. 

Kondisi kabut asap akibat kebakaran lahan yang mulai pekat ini pun turut dikhawatirkan warga. Adi warga Rasau misalnya. Dia khawatir, cuaca panas yang disertai kabut asap ini akan memberikan efek ganguan pada kesehatan. 

Terutama rentan menggangu kesehatan bagi anak-anak. "Mudah-mudahan lah satu dua hari ini ada hujan, untuk mengurangi asap," harapnya. 

Selain itu Adi pun berharap, penanganan kebakaran lahan dapat segera ditanggulangi oleh pihat terkait. (abd/ang)