Disdikbud Kubu Raya Gelar OSN Kabupaten, Mencari Siswa Unggulan, Harumkan Nama Daerah

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 167

Disdikbud Kubu Raya Gelar OSN Kabupaten, Mencari Siswa Unggulan, Harumkan Nama Daerah
OSN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Frans Randus saat membuka kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten, di SMP Negeri I Sungai Raya, kemarin. Kegiatan OSN ini diikuti 219 pelajar dari 73 SMP se Kubu Raya. (SP/Abdul)
Sebanyak 219 siswa dari 73 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kubu Raya bertanding mengikuti Olimpiade Sain Nasional (OSN) tingkat kabupaten, yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, kemarin. 

SP - Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMP, Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kubu Raya Syarif Firdaus mengatakan, Olimpiade Sain Nasional yang digelar tersebut memperlombakan tiga mata pelajaran. 

Diantaranya yakni, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

"Kegiatan OSN ini berlangsung satu hari, Sabtu kemarin di SMPN I Sungai Raya,” kata Syarif Firdaus, Minggu (25/3).

Menurutnya, OSN tersebut dilaksanakan guna mencari bibit unggul, untuk mengikuti agenda OSN tingkat Provinsi. "Jadi, siswa yang juara di OSN kemarin, akan kita ikut sertakan di even OSN tingkat Provinsi yang tidak lama lagi dilaksanakan," katanya. 

“Saya berharap, atlet-atlet kita nantinya bisa berprestasi dan mengharumkan nama daerah Kabupaten Kubu Raya pada tingkat provinsi dan nasional,” harapnya.

Selain untuk mempersiapkan OSN tingkat provinsi, OSN tingkat kabupaten yang dilaksanakan pada Sabtu kemarin, juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akademis siswa serta menciptakan rasa kompetitif siswa secara sehat dan sekaligus melatih sportivitas anak didik.

“Selain itu, melalui kegiatan OSN ini, kita ingin mengembangkan bakat dan minat siswa di bidang ilmu pengetahuan," ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Frans Randus menambahkan, ajang OSN yang di gelar pihaknya tersebut dapat menghasilkan atlet yang profesional dan berkualitas. 

Dibandingkan dengan daerah lain, Frans menilai pada dasarnya  kualitas pendidikan di Kubu Raya tidak jauh berbeda. Namun dia mengakui masih diperlukan pembenahaan infrastruktur dan sejenisnya untuk menunjang perbaikan secara kualitas.

Bagi dia ada banyak faktor yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menentukan tingkat kualitas pendidikan setiap daerah, misanya baiknya infrastruktur dan tercukupinya jumlah tenaga pengajara di setiap sekolah.

Di Kubu Raya hingga memang masih memerlukan banyak pembenahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Misalnya karena masih minimnya jumlah tenaga pengajar di Kubu Raya. 

“Biasanya banyak tenaga pengajar yang lebih memilih untuk tugas di kota, padahal di pedalaman masih kekurangan banyak guru,” paparnya. (abdul/ang)