Menuju Desa Produktif, Dewan Ingatkan Kades Segera Bentuk BUMDes

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 104

Menuju Desa Produktif, Dewan Ingatkan Kades Segera Bentuk BUMDes
????RESMIKAN - Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus saat menandatangani prasasti peresmian desa persiapan di Desa Sukulanting dan Desa Permata Jaya yang merupakan pemekaran dari Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, baru-baru ini. (SP/Abdul)
Berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Desa, di salah satu pasal disebutkan setiap desa wajib membuat Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Sehingga alokasi dana desa tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.

SP - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Muhammad Nurdin mengatakan, dana desa harus diproduktifkan. Dana desa diharapkan bisa menjadi dana stimulus untuk menjadikan desa lebih mandiri dan inovatif. "Semangat dana desa itu kan untuk menjadikan desa mandiri," kata Nurdin, Senin (26/3).

Menurutnya, lemahnya sumber daya manusia (SDM) di desa, bukan menjadi alasan untuk kemudian, menunda membangun BUMDes. 

Apalagi saat ini sudah ada sarjana pendamping desa yang ditugaskan untuk membantu desa dalam melakukan pengembangan potensi yang ada. 

"Karena itu, saya kira desa harus membuat dulu rumusan dan konsep BUMDes nya. Selanjutnya, baru dievaluasi, dan dikaji, dengan melibatkan pendamping desa serta dinas terkait. Jadi jalan dulu. Jangan belum berbuat, tetapi sudah mengeluh," pintanya. 

Selain itu, Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa juga mesti membantu dalam melakukan penguatan-penguatan pengetahun tentang BUMDes ke pihak desa. 

"Jadi, bimbingan teknis dari dinas itu, harus terus dilakukan. Karena itu juga merupakan perintah undang-undang," katanya. 

Dia menilai, sejauh ini pembinaan dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di desa, baik dari dinas maupun dari pendamping desa, sebenarnya sudah berjalan. 

Tetapi memang belum begitu maksimal, dikarenakan belum terjadinya keselaran komunikasi antar stakeholder. 

"Arinya, hari ini, persoalan di desa itu masih terpaku kepada SDM. Mestinya ini bukan menjadi alasan utama untuk tidak membuat BUMDes," katanya. 

"Karena itu, pemerintah harus terus aktif mendorong Desa supaya mendirikan BUM-Des itu. Artinya, satu sisi desa menyiapkan konsep BUMDes nya, dan pemerintah juga menyiapkan perangkat manusianya agar lebih profesional," pungkasnya.

Kepala Desa Medan Mas, Batu Ampar, Haidiyanto mengatakan, dalam membuat BUMDes, tentu yang harus dilakukan yaitu membuat perhitungan perencanaan yang sempurna. 

Pasalnya, BUMDes yang dibuat mesti mampu berproduksi dalam jangka panjang. Sebab itu, perhitungannya pun harus matang. 

"Jadi menurut saya, yang paling penting itu menjaganya (BUM-Des). Jangan baru dibuat, lalu tak produktif atau bubar," katanya. 

Sebab itu, dia pun mengaku saat ini Desa Medan Mas masih dalam proses menyusun konsep  BUMDes yang pas. Sehingga diharapkan BUM-Des nanti bisa berjalan dalam jangka waktu panjang. 

"Saat ini kita sedang melakukan perencanaan. Tetapi kita menargetkan, tahun ini Desa Medan Mas sudah punya BUMDes," ungkapnya. 

Dia pun mengaku, sejauh ini peran Sarjana Pendamping Desa yang ditugaskan membantu perangkat desa dalam mengembangkan potensi desa belum berjalan efektif. 

Penyebabnya yaitu terkait dengan persoalan koordinasi yang belum begitu berjalan dengan baik. "Sebenarnya kita berharap, sarjana pendamping desa ini bisa lebih aktif menyampaikan ide-ide untuk mengembangkan potensi yang ada di desa ini," pungkasnya. (abdul/ang)