Tudingan Madrasah Sebabkan Nilai UN Anjlok Dibantah, Kemenag: Jangan Saling Menyalahkan

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 449

Tudingan Madrasah Sebabkan Nilai UN Anjlok Dibantah, Kemenag: Jangan Saling Menyalahkan
BELAJAR – Seorang siswa Madrasah Tsanawiyah terlihat tengah membuka buku mata pelajaran di ruang kelas. Adanya anggapan sekolah madrasah jadi penyebab anjloknya nilai Ujian Nasional dibantah Kasi Pendidikan Islam Kemenag Kubu Raya. (Net)
Kasi Pendidikan Islam, Agus Safwan
“Jadi, dari mana dikatakan Madrasah ini penyebab anjloknya nilai UN, itu data dari mana. Orang itu bicaranya hanya mengira-ngira,"

KUBU RAYA, SP - Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kementerian Agama Kubu Raya, Agus Safwan menyesalkan pendapat Yuslanik, Anggota DPRD Kubu Raya yang mengatakan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (Mts) di Kubu Raya penyebab anjloknya nilai Ujian Nasional. 

Dia menegaskan, pihak-pihak yang berbicara demikian tak memiliki data dan asal bicara saja. 

"Saya sampaikan dulu. Kalau Mts, (Kubu Raya) Ujian Nasional (tahun lalu), malahan peringkatnya peringkat empat se-Kalbar. Kemudian MI, juga peringkatnya tidak pernah jauh melorot,” kata Agus, Rabu (28/3).

“Jadi, dari mana dikatakan Madrasah ini penyebab anjloknya nilai UN, itu data dari mana. Orang itu bicaranya hanya mengira-ngira," timpalnya.

Menurutnya, pernyataan sepihak yang menyebutkan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiya penyumbang anjloknya nilai UN telah mendapat penolakan dan reaksi keras dari pihak sekolah madrasah. 

"Kawan-kawan di madrasah terus terang tergerak menolak pernyataan itu. Karena hal ini merupakan penggiringan opini. Dan memang kita juga menyesalkan pernyataan tersebut," ucapnya.

Mestinya segala kekurangan yang terjadi di sekolah Madrasah, menjadi tanggung jawab bersama untuk dibenahi. Bukan malah menyudutkan apalagi seolah menjatuhkan. 

"Kita sama-sama mengelola pendidikan. Kita bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa. Artinya, bagus atau tidak itu merupakan tanggung jawab bersama. Janganlah kita saling menyalahkan," katanya lagi. 

Menurutnya, sekolah madrasah  swasta lahir berdasarkan keinginan rakyat. Karena itu, sarana dan prasarana memang masih jauh  dari kata cukup. Bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Agama pun sangat minim.

Sementara dari pemerintah daerah, hingga saat ini belum pernah memberikan bantuan anggaran untuk pembangunan infrastruktur sekolah kepada Madrasah Tsanawiyah maupun Ibtidaiyah swasta.  

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Kubu Raya, Yuslanik mengatakan, merosotnya nilai Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Kubu Raya ditengarai penyumbang terbesarnya berasal dari sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah. 

Menurutnya, informasi tersebut diperolehnya dari UPT kecamatan, saat dia turun ke lapangan memantau persoalan pendidkan baru-baru ini.

"Informasi ini, memang harus dikonfirmasi dan croscek ulang ke pihak terkait. Tetapi, Informasi yang kita dapatkan di UPT kecamatan saat kami turun ke lapangan memang menyebutkan kondisi itu,” kata Yuslanik, baru-baru ini.

Menurutnya, berdasarkan Informasi yang diperoleh, penyebab merosotnya nilai UN yang terjadi di sekolah madrasah di karenakan sekolah-sekolah tersebut lebih cenderung mendalami mata pelajaran keagamaan, ketimbang mata pelajaran umum.

Selain itu lanjutnya, fasilitas pendukung di sekolah madrasah juga kurang mendukung. Sebagai wakil rakyat yang membidangi pendidikan, Yuslanik pun berharap, semua pihak agar serius dalam membangun pendidikan di Kubu Raya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Frans Randus menyebutkan, Kubu Raya merupakan daerah terbanyak yang memiliki sekolah MI dan Mts di Kalbar.

Tetapi menurutnya, merosotnya nilai UN bukan disebabkan oleh status kelembagaan sekolah. Tetapi, lebih cendrung karena minimnya sarana dan prasarana pendukung pendidikan di sekolah yang tidak memadai. Termasuk persoalan kekurangan tenaga guru.

Frans mengimbau hendaknya Kementerian Agama (Kemenag) mulai selektif terhadap pendirian sekolah-sekolah baru. “Memang bagus jika banyak sekolah. Tapi mesti diiringi dengan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk guru yang cukup serta pendukung lainnya,” pungkasnya.

Tanggung Jawab Bersama

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kubu Raya, Ja'far mengatakan, sekolah madrasah adalah model asli cirri khas pendidikan di Indonesia. Sebab itu, Madrasah tak boleh dikerdilkan. Apalagi dikotak-kotakan. 

Membangun sekolah madrasah, bukan hanya tanggung jawab pihak Kementerian Agama sendiri. Tetapi, semua pihak harus saling membantu membesarkan sekolah madrasah. 

"Kita sama sama mendidik anak-anak bangsa ini. Jadi ayo Pemda, kita sama-sama membangun sekolah madrasah yang ada di kubu raya ini," katanya. 

Dia pun tak ingin berdebat soal pernyatan pihak-pihak yang menyebutkan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah di Kubu Raya sebagai penyumbang anjloknya nilai Ujian Nasional. 

"Kita hanya ingin buktikan dengan kinerja. Itu saja. Kita jangan saling menyalahkan. Karena dunia pendidikan ini tanggung jawab kita bersama," pungkasnya. (abd/ang)