Bank Dunia Turun Tangan Atasi Stunting di KKR, Dinkes Sebagai Leading Sektor

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 96

Bank Dunia Turun Tangan Atasi Stunting di KKR, Dinkes Sebagai Leading Sektor
Ilustrasi. Net
Sekda Kubu Ray, Odang Prasetyo 
"Instansi yang di libatkan dalam penanganan stunting ini, diantaranya, Dinas ketahanan pangan, Bappeda dan Dinas Kesehatan. Tetapi leading sektornya tetap di Dinas Kesehatan,"

KUBU RAYA, SP -  Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kubu Raya, Odang Prasetyo mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Kubu Raya, telah mendapat bantuan dari Word Bank (Bank Dunia)  untuk penanganan kasus stunting di Kubu Raya.   

"Jadi untuk penanganan stunting di Kubu Raya ini, kita juga di back up oleh word bank. Secara teknis (bantuan) data lengkapnya ada dinas kesehatan," kata Odang Prasetyo, Kamis (5/4).

Menurutnya, Bantuan yang diberikan bank dunia untuk penanganan stunting di Kubu Raya, tidak hanya bersifat materi. Tetapi, ada pula tenaga teknis yang di kirim oleh pihak bank dunia untuk di perbantukan dalam menangani persoalan stunting ini. 

"Ada pegawai LO dari Word Bank yang diturunkan ke Kubu Raya untuk membantu melakukan pendampingan. Karena itu, Kami tentu sangat berterimkasih kepada word bank yang telah memberikan bantuan untuk menangani perosalan stunting ini," katanya.

Ia menjelaskan, isu stunting memang sudah menjadi isu nasional. Pemerintah pusat sangat konsen untuk menekan angka kasus stunting di negeri ini.  untuk itu sejumlah instansi yang ada di Pemerintah Daerah juga dilibatkan dalam melakukan penanganan sekaligus pencegahan stunting agar jumlahnya tidak bertambah.   

"Instansi yang di libatkan dalam penanganan stunting ini, diantaranya, Dinas ketahanan pangan, Bappeda dan Dinas Kesehatan. Tetapi leading sektornya tetap di Dinas Kesehatan" pungkasnya. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan, Kubu Raya, Elfizar Erdus menjelaskan, dalam penanganan stunting tersebut, pihaknya lebih menjalankan program pemenuhan gizi ke masyarakat. Satu diantara, program Kawasan Rumah Pangan lestari (KRPL). Untuk mendapatkan program tersebut masyarakat bisa mengajukan langsung ke pihaknya, melalui pihak Kecamatan. Tahun 2018 ada lima kecamatan yang mendapat program KRPL. Diantaranya, Kecamatan Batu Ampar, Rasau Jaya, Kakap, Terentang dan Teluk Pakedai. 

"Pemeberian program KRPL ke lima kecamatan tersebut berdasarkan usulan permohonan," jelasnya. 

Program KRPL tersebut bentuknya yakni pemberian bantuan bibit tanaman buah dan palawija, kepada warga untuk di tanam di pekarangan rumah. Prinsip dasar KRPL adalah, pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan di rancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan warga. Kasus stunting di Kubu Raya memang relatif tinggi. Data terakhir ada sekita 38 persen. "Artinya per seratus orang ada 35 orang yang terkena stunting. Jadi, memang cukup tinggi," pungkasnya.

Peran Semua Pihak 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kubu Raya, Yusran mengatakan, dalam penanggulangan serta pencegahan kasus stunting di Kubu Raya, maka, semua pihak harus berperan. Kasus stunting yang terjadi saat ini, akibat pola hidup yang tidak sehat  dari 10 hingga 15 tahun yang lalu. 

"Masyarakat harus aktif dalam melakukan perbaikan gizi bagi anak-anaknya. Harus aktif menjaga kebersihan lingkungan dan ketersediaanair bersih. Stunting inikan dampak prilaku hidup yang tidak sehat yang tidak memperhatikan pemenuhan gizi dimasa lalu. Sekarang baru terlihat akibatnya," kata Yusran. 

Ia menegaskan, stunting telah menjadi perhatian pemerintah pusat untuk di tanggulangi. 

“Beberapa hari lalu, saya kembali di utus mewakili bupati Kubu Raya untuk mengikuti kegitan mengenai stunting ini di Jakarta. Isu sutinting ini adalah issue global, yang masuk dalam program Sustainable Development Goals (SDGs)," pungkasnya. (abd/jek)