Daftar Pemilih Panwas dan KPU Tidak Sinkron, Ditemukan Ribuan Data Ganda

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 117

Daftar Pemilih Panwas dan KPU Tidak Sinkron, Ditemukan Ribuan Data Ganda
RAPAT PLENO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kubu Raya menggelar rapat pleno terbuka, rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pilgub Kalbar dan Pibup Kubu Raya, di ruang pertemuan Hotel Gardenia, Kamis (19/4). (SP/Jaka)
Ketua KPU Kubu Raya, Gustiar
"Memang ada selisih angka antara data Panwas dan KPU. Selisih ini menyangkut data ganda. Panwas sudah menyampaikan ke kami. Dan kami sudah semaksimal mungkin untuk menghapus data ganda tersebut melalui sidalih (Sistem informasi data pemilih)"

KUBU RAYA, SP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kubu Raya menggelar rapat pleno terbuka, rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap  (DPT) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, di ruang pertemuan Hotel Gardenia, Kamis (19/4).

Rapat pleno rekapitulasi dan penetapan DPT itu, dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kubu Raya, Gustiar didampingi komisioner KPU lainnya. Hadir pula pihak Panwaslu Kabupaten Kubu Raya, LO pasangan calon, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta perwakilan TNI dan Polri.

Proses rapat pleno berlangsung demokratis. Masing-masing PPK menyampaikan rekapitulasi daftar pemilih dan LO masing-masing paslon dan Panwaslu diberikan kesempatan untuk menanggapi daftar pemilih yang disampaikan pihak PPK. Terjadi ketidak sinkronan data pemilih pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) anatara KPU Kubu Raya dengan Panwaslu Raya, karena banyaknya ditemukan data pemilih yang ganda.

Ketua KPU Kubu Raya, Gustiar menuturkan, cukup banyak ditemukan data pemilih ganda di Kabupaten Kubu Raya pada Daftar Pemilih Sementara (DPS), sehingga terjadi pengurangan data pemilih dari DPS ke DPT. Jumlah data pemilih ganda yang ditemukan itu mencapai ribuan.
 
"Memang ada selisih angka antara data Panwas dan KPU. Selisih ini menyangkut data ganda. Panwas sudah menyampaikan ke kami. Dan kami sudah semaksimal mungkin untuk menghapus data ganda tersebut melalui sidalih (Sistem informasi data pemilih)" kata Gustiar, usai pelaksanaan pleno terbuka, rekapitulasi dan penetapan DPT dalam Pilgub dan Pilbup.

Ia menerangkan ,ditemukan cukup banyak data ganda pada  DPS itu terjadi di beberapa kecamatan. Hasil perbaikan DPS yang semula berjumlah 399.353 terjadi pengurangan saat rekap DPT menjadi 397.925.

"Jadi memang ada selisih 1.426, karena datanya ganda. Namun data ganda ini sudah kita bersihkan melalui sistem, bukan secara manual lagi," jelasnya. 

Dijelaskannya, adanya data ganda pemilih terjadi karena beberapa faktor, seperti ada data warga yang sudah meninggal, tetapi tidak dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Selain itu, terjadi karena ada warga pindah tempat tinggal namun tidak melaporkan pada Disdukcapil ditempat tinggal yang lama.
 
"Persoalan data ganda ini memang repot, jika ditangani dengan cara manual. Tetapi kita saat ini sudah pakai sistem untuk membersihakan data ganda tersebut. Jadi sudah mudah ditangani," katanya.

Gustiar menambahkan, Jumlah DPT sebanyak 397.925 diperkirakan akan bertambah mengingat sebelum digelarnya pemilihan pada 27 Juni mendatang, masih dimungkinkan ada pemilih tambahan. 

“Kita masih menerima masukan seandainya ada pemilih baru, seperti pindah ke Kubu Raya atau baru pensiun TNI/Polri atau mungkin baru menikah. Itu nanti menjadi pemilih tambahan, mereka tetap bisa menggunakan hak suaranya ” katanya.

Untuk itulah, Gustiar menghimbau kepada masyarakat agar pro aktif untuk memperbarui data kependudukan jika terjadi perubahan. Hal itu penting agar tidak terjadi data ganda.

Ketua Panwalu Kubu Raya, Ahmad Darwis mengungkapkan, pihaknya menemukan data ganda pada DPS Kubu Raya, jumlahnya mencapai 3.358.

"Pada DPS ada juga kita temukan data warga yang sudah meninggal, tetapi masih masuk di DPS. Kemudian ada juga warga yang sudah pindah daerah, juga masih terdaftat di DPS," jelasnya. 

Ia menegaskan pada DPT tidak boleh ada data ganda. Oleh sebab itu, adanya  temuan data ganda oleh pihaknya itu, telah disampaikan ke KPU Kubu Raya melalui surat rekomendasi. Agar KPU dapat melakukan koreksi.

"Ini menyangkut hak pilih, maka harus diperbaiki. Dan hari ini (kemarin, red) kita melakukan pencocokan dengan data KPU. Supaya nanti DPT tidak menjadi masalah," pungkasnya.

Semua Pihak Bertanggung Jawab

Perwakilan tim pemenangan satu diantara Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar serta calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, Paulus menuturkan, semua pihak mesti berperan aktif dan memiliki tanggung jawab dalam mengawal pilkada serentak ini. Agar pelaksanaannya tetap berjalan dengan demokrasi, aman dan damai.

"Termasuk partai politik dan tim sukses juga mesti berperan untuk menjadikan pilkada yang berintegritas," kata Paulus.

Selain dari itu kata dia, tidak boleh terjadi adanya data pemilih ganda pada Pemilukada 2018 ini. Untuk itulah KPU Kubu Raya mesti melakukan pendataan yang benar-benar maksimal. 

Ia menuturkan terjadinya persoalan pada pemilih ini, seringkali diakibatkan karena pihak RT kurang teliti dalam menyampaikan data.

"Contohnya pada  TPS 22 di Desa Parit Baru. Menurut pak RT yang didata semuanya, jumlah penduduknya 467 tetapi dalam DPS hanya 183.  Sangat jauh berkurangnya," katanya. 

Karena itu, dia berharap, DPT yang sudah di tetapkan melalui rapat pleno, benar-benar real sesuai data kependudukan yang ada. 

"Jangan samapai ada warga yang mempunyai hak pilih, tetapi tidak terdaftar pada  DPT ini," pungkasnya. (abd/jek)