35 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Berencana di Kafe Ocol

Kubu Raya

Editor K Balasa Dibaca : 438

35 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Berencana di Kafe Ocol
Rekonstruksi pembunuhan di Kafe Ocol. (ist)
KUBU RAYA, SP - Polda Kalbar merekonstruksi pembunuhan berencana yang dilakukan oleh kakak beradik Ab alias Ku dan Mi alias I, yang terjadi pada Selasa (20/3), sekira pukul 22.30 WIB lalu, yang mengakibatkan korban atas nama Yusuf (24), meregang nyawa di TKP depan Kafe Ocol, Jalan Desa Kapur, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Rekonstruksi tersebut dilakukan langsung di TKP, dengan menghadirkan kedua tersangka yang dilakukan pada Senin (7/5) pagi.

Kasubdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Kalbar, AKBP Heni Agus Sunandar, dari 35 adegan yang diperagakan oleh tersangka, dibagi menjadi tiga tempat, yaitu pertama di daerah persiapan, derah persinggahan dan lokasi terjadinya tindak pidana pembunuhan tersebut.

Lokasi pertama yaitu di rumah tersangka sebagai tempat persiapan sarana, lokasi kedua hanya merupakan tempat persinggahan sebagai lokasi buang air kecil dan lokasi ketiga sebagai TKP.

Berdasarkan rekonstruksi tersebut, untuk sementara penyidik menduga tindakan yang dilakukan oleh kedua tersangka tersebut dilakukan secara berencana.

“Maka untuk tindak pidana ini kita sangkakan Pasal 340 KUHP dan subsider 338 KUHP,” imbuhnya.

Motif pembunuhan tersebut dilakukan oleh tersangka lantaran adanya dendam karena korban berhubungan dengan istri dari salah satu tersangka.

Dijelaskannya bahwa luka yang menyebabkan korban meninggal dunia karena adanya luka tusuk pada bagian perut dan luka sabetan senjata tajam pada bagian leher.

“Karena banyak darah yang keluar, sehingga korban meninggal dunia,” tuturnya.

Sementara itu, penasehat hukum kedua tersangka, Muhammad Halil berterima kasih atas kinerja Polda yang profesional.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa selama ini pihaknya dari Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) selalu bekerja sama dengan pihak kepolisian, baik saat menyerahkan tersangka kepada pihak kepolisian, sehingga tidak terjadi kendala sedikit pun.

Untuk pembelaan terhadap tersangka, dikatakannya bahwa hak-hak dari tersangka juga dilindungi oleh UU, maka pihaknya selaku pengacara tetap akan melaksanakan pembelaan terhadap tersangka di pengadilan.

“Sehingga dapat menghasilkan putusan yang benar-benar adil,” ucapnya.

Untuk sementara dikatakannya bahwa pihaknya belum menemukan hal yang janggal dari kasus tersebut, sebab merupakan murni kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh perselingkuhan yang dilakukan oleh korban dengan istri tersangka.

“Yang notabene memang bagi masyarakat hal tersebut merupakan hal yang tabu,” tutupnya. (rah)