Forum RT Ajak Tingkatkan Pengawasan Orang Asing, Menghidupkan Kembali Siskamling

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 187

Forum RT  Ajak Tingkatkan Pengawasan Orang Asing, Menghidupkan Kembali Siskamling
ORANG ASING -Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok diamankan di rumah kontrakannya di Jalan Adi Sucipto, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. (Dok SP)
Ketua FKRT Kubu Raya, Sukito
"Di saat kondisi seperti ini, tentu kita harus jeli dengan lingkungan kita masing-masing. Kita harus lebih waspada, terutama dalam mengawasi orang asing yang keluar masuk di lingkungan kita masing-masing."

KUBU RAYA, SP - Forum Rukun Tetangga (FKRT) Kubu Raya, mengajak seluruh perangkat  RT se Kubu Raya agar terus meningkatkan pengawasandan  kewaspadaan terhadap orang asing yang ada di Kubu Raya.

"Di saat kondisi seperti ini, tentu kita harus jeli dengan lingkungan kita masing-masing. Kita harus lebih waspada, terutama dalam mengawasi orang asing yang keluar masuk di lingkungan kita masing-masing," kata Ketua FKRT Kubu Raya, Sukito, di Sungai Raya, Senin (14/5). 

Sukito juga mengajak, seluruh ketua RT se Kubu Raya, agar menghidupkan kembali sistem pos keamanan lingkungan (Siskamling) di masing-masing wilayah tempat tinggal. Dan selaku perangkat desa, ia menyatakan siap membantu aparat keamanan dalam melakukan pengamanan.

"Kita siap menyampaikan informasi apapun ke aparat demi terciptanya kamtibmas," tegasnya.

Selain dari itu, Sukito juga menanggapi peristiwa pengeboman di sejumlah tempat di Surabaya, yang diduga kuat dilakukan oleh teroris. Menurut dia teroris  adalah musuh semua umat.

"Oleh karena itu, semua pihak termasuk masyarakat harus saling bergandengan tangan untuk memberantas radikalisme," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Kubu Raya Rusman Ali menginstruksikan, seluruh Camat, Kepala Desa hingga RT, agar bersama-sama melakukan pemantauan dilingkungan masing-masing secara bersama-sama.

"Saya instruksikan semua jajaran, agar bersama-sama waspada. Kenali orang-orang baru yang masuk di lingkungan masing-masing. Jika ada tamu yang melebihi dari 1 x24 jam, maka wajib lapor RT. Dan bila menemukan orang-orang yang mencurigakan segera melaporkan ke pihak yang berwajib,"katanya.

Rusman Ali berharap, dengan kerjasama yang baik semua elemen masyarakat, akan lebih mudah melakukan pencegahan-pencegahan atas tindakan kejahatan, termasuk tindakan teror.

"Aksi teror ini adalah kejahatan kemanusiaan yang keji, kita harus cegah bersama-sama. Ini kejahatan yang luar biasa, bahkan anak-anak tak berdosa menjadi korban. Aksi teror dan teroris adalah musuh kita bersama," pungkasnya. (abd/jek)

Imigrasi akan Razia TKA

Kantor Imigasi Kelas I Pontianak akan melakukan razia terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA). Sepanjang tahun ini memang belum ditemukan TKA ilegal. Namun ada indikasi penyalahgunaan izin.

“Indikasinya dikhawatirkan ada pemegang bebas visa kunjungan atau visa on arrival yang dimanfaatkan untuk bekerja. Itukan tidak boleh melakukan pekerjaan, tapi sampai saat ini belum ada," kata Plt Kepala Imigrasi Kelas I Pontianak, Ganda Samosir.

Dari data sampai bulan Mei, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak untuk Kota Pontianak sebanyak 29 orang TKA dan Kabupaten Kubu Raya 19 orang TKA. Kebanyakan TKA berasal dari Tiongkok.

"TKA sejalan dengan investor masuk, saat ini lebih banyak dari Tiongkok yang masuk,” katanya.

Sepanjang tahun ini, pihaknya memang belum menemukan pelanggaran terkait TKA. Terakhir kasus tahun lalu ada di PT Conch di Kabupaten Mempawah dengan 35 orang WNA. 

"Sepanjang 2018, Imigrasi bersama pihak terkait akan lebih rutin melakukan pengawasan terhadap TKA," tuturnya. (bls/jek)