Kubu Raya Berpotensi KLB DBD dan Diare, Puskesmas di Minta Pantau Kondisi Lingkungan Warga

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 179

Kubu Raya  Berpotensi KLB DBD dan Diare, Puskesmas di Minta Pantau Kondisi Lingkungan Warga
FOGGING - Petugas puskesmas Sungai Durian tengah melakukan fogging di areal permukiman warga.Saat ini Kubu Raya berpotensi terjadinya KLB DBD dan diare. (Dok SP)
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani
"Saat ini kasus penyakit yang potensi mewabah Kejadian Luar Biasa (KLB) memang demam bedarah dan diare. Sehingga, dua hal Ini menjadi prioritas kita, untuk di cegah."

KUBU RAYA, SP - Sejak satu pekan terakhir ini, wilayah Kubu Raya dan sekitarnya diguyur hujan. Kondisi cuaca sperti ini dikhawatirkan memicu kemunculan kasus penyakit-penyakit endemik. Seperti Deman Berdarah Dangue (DBD) yang di sebabkan oleh gigitan nyamuk aides aigepty dan penyakit diare.

"Saat ini kasus penyakit yang potensi mewabah Kejadian Luar Biasa (KLB) memang demam bedarah dan diare. Sehingga, dua hal Ini menjadi prioritas kita, untuk di cegah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani, Minggu(20/5). 

Dalam upaya pencegahan, semua jajaran puskesmas diinstruksikan agar waspada dan melakukan pemantauan di lingkungan kesehatan masyarakat masing-masing.  Khususnya di daerah yang kategori rawan DBD. 

Selain itu, jajaran puskesmas juga diminta untuk mensoslisasikan kepada seluruh warga agar menguras dan membersihkan pekarangan secara rutin. 

"Untuk mencegah terjadinya DBD dan Diare, tentu tidak bisa hanya di lakukan oleh petugas kesehatan saja. Peran masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat sangat sangat penting. Masyarakat harus proaktif dalam menangkal penyakit," katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kubu Raya, jumlah kasus DBD di Kubu Raya sepanjang tahun 2017 lalu sebanyak 148 kasus. Kasus DBD ini tesebar di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Sungai Raya, Ambawang,  Kakap dan Rasau Jaya. 

Kepala Puskesmas Rasau Jaya, Wulyono mengatakan, hingga saat ini, di wilayah Rasau Jaya kasus DBD masih nihil.

"Belum ada penyakit yang perlu diantisipasi. Meski begitu, tetapi kita tetap meningkatkan pelayanan di masyarakat," kata Wulyono.

Menurutnya, Pelayanan Puskesmas di Rasau Jaya Saat ini terus diperkuat. Bahkan, saat ini Puskesmas Rasu Jaya menambah dua orang tenaga dokter dokter umum.

“Sekarang di puskesmas kita sudah empat dokter. tiga orang diantaranya tenaga dokter umum. Sementara satu orang adalah dokter gigi. Dulu hanya dua dokter umum dan satu doketer gigi,” ungkapnya.

Ia berharap, penambahan tenaga medis di Puskesmas Rasau Jaya ini, dapat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. 

"Mudah-mudahan, semua masyarakat di Rasau Jaya ini bisa berobat dengan baik dan merasa nyaman," pungkasnya.

Bentuk Kader Jumantik

Kasi Pencegahan  dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kubu Raya, Mahyudin mengatakan, untuk menekan wabah DBD di tahun 2018 ini, maka Dinas Kesehatan Kubu Raya mempunyai program khusus. 

Program tersebut yakni dengan membentuk kader Juru pemantau jentik (Jumantik). Kader Jumantik yang di bentuk nantinya akan bertanggung jawab terhadap pemberantasan jentik-jentik di masing-masing rumah tangga.  

"Jadi, pemerintah punya program satu rumah satu Jumantik. Dengan seperti itu, tentu kita ingin semua masyarakat berkontribusi dalam mencegah terjadinya DBD, dengan cara memberantas jentik-jentik di setiap rumah warga," katanya. 

Menurutnya, pemberantasan nyamuk aides agepty ini, tidak bisa hanya mengandalkan cara Fogging (Pengasapan) semata. Karena, hanya untuk membunuh nyamuk dewasa saja.

"Oleh karena itu, yang paling efektif dalam pencegahan kasus DBD ini, memang dengan melakukan pemberantasan jentik-jentik itu tadi," pungkasnya. (abd/jek)

Komentar