9 Bulan Bertugas, Yonif 123 Rajawali Gagalkan Sejumlah Kejahatan Perbatasan

Kubu Raya

Editor K Balasa Dibaca : 514

9 Bulan Bertugas, Yonif 123 Rajawali Gagalkan Sejumlah Kejahatan Perbatasan
Pelepasan Pasukan Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali. (SP/Anugerah)
PONTIANAK, SP - Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, melepas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Batalyon Infanteri (Satgas Pamtas Yonif) 123/Rajawali, kembali ke markasnya di Korem 023/Kawal Samudera, Kodam I/Bukit Barisan. 

Pelepasan tersebut dilakukan di Makodam XII/Tanjungpura, Jalan Arteri Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (2/6).

Satgas tersebut menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia, dalam waktu kurang lebih sembilan bulan di sepanjang perbatasan sektor timur yaitu dari Kabupaten Kapuas Hulu hingga Kabupaten Sanggau.

Achmad Supriyadi mengatakan, pelaksanaan tugas operasi Pamtas RI-Malaysia merupakan implementasi terhadap pelaksanaan UU RI No. 34 Tahun 2004 tentang TNI terutama Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah perbatasan RI-Malaysia selama ini, Achmad menyebutkan prajurit telah berbuat semaksimal mungkin untuk meminimalisir jumlah pelanggaran yang terjadi selama bertugas. 

Keberhasilan dan prestasi yang telah dilakukan selama penugasan seperti, menggagalkan iIlegal trading, illegal logging serta melalui pendekatan yang telah dilakukan terhadap masyarakat dan tokoh-tokoh yang ada di sekitar Pos Satgas. Terbukti masyarakat dengan sukarela dan ikhlas menyerahkan Senpi dan Muhandak mereka.

Selain itu, para prajurit tersebut juga dikatakannya berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 11,1 gram di daerah Sungai Mawang 2 dan Kout.

Seperti diketahui bahwa Yonif 123/Rajawali, Kodam I/Bukit Barisan yang akan kembali ke home base tersebut telah digantikan oleh Yonif 320/Badak Putih, Kodam III/Siliwangi, untuk menjaga sektor perbatasan timur Kalbar.

Sementara terkait blank spot yang berada di area hutan lindung TNBK Kabupaten Kapuas Hulu, ke depan nantinya akan dibuatkan pos penjagaan.

“Sudah ada persetujuan dan oleh Kementerian Kehutanan sudah disetujui untuk segera kita tindak lanjuti untuk pembuatan pos,” jelasnya. (rah)