Empat Orang Ikuti Lelang Jabatan Sekda

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 177

Empat Orang Ikuti Lelang Jabatan Sekda
Ilustrasi. (Net)
KUBU RAYA, SP - Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan tinggi pratama Kubu Raya, Odang Prasetyo mengatakan, tahap pendaftaran lelang jabatan untuk lima posisi dinyatakan telah ditutup.

Lima posisi itu diantaranya, Sekretaris daerah (Sekda), Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta dua orang staf ahli. Hasil seleksi administrasi terhadap peserta yang mendaftar lelang jabatan tersebut, 23 orang  dinyatakan lolos, dan berhak mengikuti tahap selanjutnya.

Dari 23 orang tersebut, empat diantaranya akan mengkuti seleksi untuk mengisi jabatan Sekda. Sementara 19 diantaranya mengikuti seleksi mengisi  jabatan eselon II. Seperti jabatan Kadis Perhubungan, Kepala Sat Pol PP dan dua orang staf ahli.

"Mereka yang dinyatakan lolos seleksi administrasi ini akan mengikuti tes selanjutnya yaitu tes makalah dan tes wawancara," kata Odang Prasetyo diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (4/6).

Menurutnya, para peserta yang mengikuti lelang jabatan tinggi pratama tersebut merupakan pejabat ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri. 

"Tidak ada yang dari luar," ujarnya.

Odang menjelaskan, persyaratan untuk mengisi jabatan Sekda yakni, ASN yang pernah mengikuti diklat yang relevan dengan jabatan, seperti, diklatpim III atau Diklatpim II. Selain itu harus memiliki pengalaman kerja, serta penilaian kinerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir. 

“Minimal memiliki golongan kepangkatan IV C dan pernah atau sedang menduduki jabatan eselon II B sekurang-kurangnya dua tahun. Usia maksimal 56 tahun per 1 Juli 2018,"jelasnya.

Sementata persyaratan untuk menempati posisi kepala OPD atau staf ahli, maka seorang ASN minimal memiliki golongan kepangkatan IV A. Kemudian memiliki pengalaman kerja, seperti pernah atau sedang menjabat di posisi struktural Eselon III, selama dua tahun.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD Kubu Raya, Ali Amin, mengingatkan kepada panitia seleksi agar  transparan, objektif dan independen dalam melakukan seleksi lelang jabatan.

"Proses lelang jabatan ini, harus terbuka dan dibuka untuk umum. Semua tahapan dan hasilnya tidak boleh dirahasiakan ,harus kredibel," tegasnya.

Hasil lelang jabatan nantinya, kata dia, harus menghasilkan figur yang profesional, yang mampu bekerja sesuai dengan keahlian dan uji kompetensinya. 

"Kita berharap, pejabat pratama yang terpilih  hasil dari proses lelang jabatan ini nantinya mampu melahirkan inovasi-inovasi baru untuk pembangunan daerah," pungkasnya. (abd/jek)