Rusman Ali Menangis saat Memberi Insentif kepada Guru Ngaji dan Petugas Fardu Kifayah

Kubu Raya

Editor Indra W Dibaca : 273

Rusman Ali Menangis saat Memberi Insentif kepada Guru Ngaji dan Petugas Fardu Kifayah
Bupati Kubu Raya, Rusman Ali menyerahkan insentif kepada guru ngaji dan petugas fardu kifayah. (SP/abd)
KUBU RAYA, SP - Bupati Kubu Raya, Rusman Ali tak kuasa menahan haru. Air matanya bercucuran saat menyerahkan gaji insentif kepada 487 guru ngaji dan 584 petugas fardu kifayah se-Kubu Raya, Kamis (7/6) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.

Setelah nanti sudah tak lagi menjadi orang nomor satu di Kubu Raya, Rusman Ali meminta didoakan agar dia beserta keluarganya diberikan kesehatan dan umur panjang.

Dia juga berharap agar bupati terpilih nanti dapat terus melanjutkan program instentif guru ngaji dan petugas fardu kifayah, sebagaimana yang dilakukan di masa kepemimpinannya.

Menurutnya, guru ngaji dan dan petugas fardu kifayah adalah pekerja sosial, dan telah mengabdikan dirinya kepada masyarakat tanpa pamrih.

Sebab itu, sebagai penghargaan atas dedikasinya kepada masyarakat, maka pemerintah harus memberikan apresiasi dalam bentuk insentif yang dibayarkan setiap enam bulan sekali.

Baginya, guru ngaji memiliki peran penting dalam membatu pemerintah dalam melakukan revolusi mental kepada anak-anak melalui pendekatan agama.

"Karena itu, pemerintah harus memperhatikan dan mengapresiasi kerjanya," katanya.

Kegiatan penyerahan insentif tersebut berlangsung hikmad dan dirangkai dengan acara pembacaan surat Yasin.

Dia berharap insentif yang diterima para guru ngaji dan petugas fardu kifyah ini bisa bermanfaat untuk menambah kebutuhan hidup sehari-hari. Besaran instif yang diberikan pemerintah ini yakni per bulanya sebesar Rp250 ribu.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kubu Raya, Odang Prasetyo menjelaskan, instif guru ngaji dan petugas fardu kifayah tersebut adalah janji politik Rusman Ali saat mencalonkan diri sebagai bupati lima tahun lalu.

Sejak terpilih kata dia, janji tersebut pun ditunaikan. Hingga saat ini, para guru ngaji dan petugas fardu kifayah se-Kubu Raya rutin menerima insentif setiap enam bulan sekali.

"Mudah-mudahan insentif ini bisa di gunakan untuk keperluan hidup,"katanya.

Pembayaran insentif tersebut dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kubu Raya. (abd)