Survei MSN: Muda-Jiwo Jauh Lebih Unggul di Pilkada Kubu Raya

Kubu Raya

Editor Indra W Dibaca : 257

Survei MSN: Muda-Jiwo Jauh Lebih Unggul di Pilkada Kubu Raya
Direktur Riset Media Nasional, Sudarto

KUBU RAYA , SP - Media Survei Nasional (MSN) merilis hasil survei Pilkada Kubu Raya. Hasilnya, pasangan Muda Mahendra-Sujiwo, memperoleh tingkat elektabilitas tertinggi dibandingkan kandidat lain.

Survei yang dilakukan pada 7 hingga 15 Mei 2018 di Kabupaten Kubu Raya itu untuk mengetahui posisi kandidat-kandidat yang bertarung pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya periode 2019-2024.

Hasil survey ini menempatkan pasangan Muda Mahendrawan dan Sujiwo di posisi teratas. Kemudian diikuti pasangan Weri Syahrial dan HM Maksudi. Sedangkan di posisi ketiga ditempati pasangan Hamzah Tawil dan Kohim. 

Direktur Riset Media Nasional, Sudarto menjelaskan, pihaknya melakukan penelitian dengan mengambil sampel kepada 1000 responden di Kubu Raya. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari karakter sampel pihaknya dengan Badan Pusat Statistik (BPS), populasi masyarakat Kubu Raya baik dari sisi usia, gender, pendidikan dan agama. Distribusi sampel sesuai dengan jumlah pemilih di setiap kecamatan.

“Semuanya mirip, sehingga kami sangat percaya 95 persen bahwa hasil yang kami dapatkan dari wawancara reponden-responden mampu mewakili aspirasi masyarakat Kubu Raya secara umum, karena seluruh demografinya sudah terwakili dengan baik,” kata Sudarto di Hotel Gardenia, Kubu Raya, Minggu (10/7).

Ia mengatakan, hasil survey berkaitan dengan popularitas ketokohon dari enam tokoh di Kubu Raya, baik calon Bupati maupun Wakil Bupati. Paling tinggi popularitasnya ada pada tokoh Muda Mahendrawan, 90,9 persen, diikuti Sujiwo 87 persen, Weri Syahrial 57 persen, Hamzah Tawil 54,3 persen , Kohim 19 persen, HM Nasir Maksudi 15,7 persen. 

Jika dilihat dari popularitasnya saja, ada kesenjangan yang cukup tinggi, antara satu calon dengan calon yang lain. 

“Di papan atas ada Muda Mahendarawan dan Sujiwo yang sudah dikenal 90,9 persen dan 87,6 persen masyarakat Kubu Raya, dan di papan tengah ada Weri Syahrial yang baru dikenal oleh 57 persen masyarakat. Jadi, kita nilai pertarungan ini tidak berimbang, kalau saya boleh ibaratkan pertarungan ini ibarat pertarungan antara Menchester United melawan Persija,” katanya.

Berdasarkan data ini kata dia, bisa dikatakan separuh masyarakat Kubu Raya hanya mengetahui Pilkada Kubu Raya hanya di ikuti pasangan Muda Mehendrawan dan Sujiwo saja, sementara calon-calon yang lain tidak diketahui masyarakat.

“Dari data pupularitas ini sudah menunjukkan siapa yang unggul dan siapa yang tidak unggul, siapa yang mempunyai peluang paling besar untuk menang dan yang punya peluang lebih kecil untuk menang,” katanya.

Menurut dia, dari hasil survei berdasarkan popularitas ini, maka pasangan lain sangat sulit untuk mengejar ketertinggalan, karena belum terlalu dikenal masyarakat. Maka, agar pertarungan  Pilkada Kubu Raya ini menjadi berimbang, pasangan lain mesti meningkatkan popularitas dengan waktu yang tersisa, yakni sebelum 27 Juni 2018.

“Dalam tahapan politik, atau Pilkada itu jelas. Dikenal, disuka dan dipilih. Dikenal saja belum bagaimana mau disuka?, bagaimana mau dipilih,” terangnya.

Selanjutnya ia menerangkan, hasil survey dari sisi elektabilitas juga menempatkan  Pasangan Muda dan Sujiwo  juga berada di posisi teratas sebesar 72,8 persen, diposisi kedua Weri Syahrial dan H M Nasir Maksudi sebesar 6,6 persen dan posisi ketiga Hamzah Tawil dan Kohim sebesar 4,6 persen.

“Kami melihat posisi Muda dan Sujiwo mendominasi pertarungan Pilkada di Kubu Raya. Dengan dominasi yang cukup besar, 72 persen berbanding 6,6 persen dan berbanding 4,6 persen. Ini data yang kami ambil diawal Mei 2018, jika ditanya hari ini posisinya seperti apa? Kami tidak bisa menjawab,” terangnya. (jek/pk)