Aturan Pembatasan Rombel Ancam Siswa Sulit Masuk Sekolah Negeri

Kubu Raya

Editor Indra W Dibaca : 427

Aturan Pembatasan Rombel Ancam Siswa Sulit Masuk Sekolah Negeri
Ilustrasi. (Net)
KUBU RAYA, SP - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Frans Randus khawatir aturan pembatasan rombongan belajar (Rombel) akan menimbulkan polemik. Jika rombongan belajar dibatasi, siswa-siswa baru yang ada di derah terpencil terancam terlantar.

“Di daerah-daerah terpenci, jumlah sekolah tidak banyak. Peraturan ini agak menyusahkan," kata Frans Randus.

Menurut dia, jika di satu zona hanya ada satu sekolah negeri, kemudian ada aturan batasan Rombel setiap kelas, sementara calon muridnya banyak, maka bukan tidak mungkin banyak calon murid yang sulit untuk masuk di sekolah negeri.

Selain itu, dampak pengurangan Rombel tersebut juga akan membuat jumlah guru di sekolah yang sudah memiliki Rombel lebih dari enam akan menumpuk. Sebab otomatis, jumlah jam mengajar akan berkurang.

"Misalnya di sekolah SMP Negeri 1 Sungai Raya. Saat ini di sekolah tersebut memiliki 9 Rombel. Setiap rombel pasti memiliki guru kelas. Jika dibuang tiga Rombel, berarti ada beberapa guru kelas yang tak punya jam mengajar. Akibatnya guru akan menumpuk," katanya.

Dia berharap, pemerintah pusat bisa meninjau kembali wacana penerapan pembatasan rombongan belajar, sebagaimana yang diatur melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Karena jika pembatasan Rombel tersebut benar-benar diterapkan, maka dampak negatifnya banyak.

“Yang pertama, soal fasilitas ruang belajar siswa di sekolah yang awalnya bisa menampung sembilan kelas menjadi mubazir tidak terpakai,” katanya.

Kemudian, kedua, akan ada banyak murid yang sulit masuk sekolah negeri. Apalagi di daerah yang misalnya dalam satu zona hanya memiliki satu SMA Negeri, sementara jumlah muridnya banyak.

Kementerian Pendidikan sebelumnya mengeluarkan aturan tentang pembatasan rombongan belajar sekolah melalui Permendikbud nomor 14 tahun 2018. Aturan tersebut diwacanakan akan mulai diterapkan di tahun ajaran baru ini, untuk semua jenjang sekolah yang berstatus negeri.

Dalam Permendikbud tersebut, setiap sekolah negeri, dibatasi maksimal hanya boleh memiliki empat sampai enam rombongan belajar (Rombel) setiap kelas, dengan jumlah siswa paling banyak 28 siswa per satu Rombel. (abd)