Eksistensi BUMDes di Kubu Raya Belum Efektif

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 200

Eksistensi BUMDes di Kubu Raya Belum Efektif
MERESMIKAN - Bupati Kubu Raya Rusman Ali meresmikan Badan Usaha Milik Desa di Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap. DSPMD Kubu Raya menilai eksistensi BUMDes di Kubu Raya Belum Efektif. (Dok Humas)
KUBU RAYA, SP - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar pelatihan keterampilan manajemen Badan Usaha Milik Desa( BUMDes) di Gardenia Resort Kubu Raya, Rabu (4/7). 

Kegiatan pelatihan tersebut di ikuti para pengurus BUMDes dan aparatur pemerintahan dari 40 desa. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kubu Raya, Nursyam Ibrahim mengatakan, eksistensi BUMdes di Kubu Raya masih belum terlihat efektif, lantaran keberadaan BUMDes  di sejumlah desa masih minim kegiatan usaha. 

"Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pelaku BUMDes terkait pengelolaan usaha itu sendiri," kata Nursyam Ibrahim 
 
Untuk itulah diharapkan Nursyam, melalui kegiatan ini bisa menambah keterampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan oleh pengelola dalam hal pelembagaan, pengelolaan, sistem akuntansi, dan pembinaan, pengawasan, serta pertanggungjawaban BUMDes.

Nursyam mengatakan, pelaksanaan dan pengelolaan BUMDes untuk peningkatan perekonomian dan pembangunan desa, merupakan amanat Peraturan Menteri Desa-PDTT Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan serta Pembubaran BUMDesa. 

Menurutnya, saat ini Kubu Raya tercatat sudah 40 BUMDes yang sudah berdiri. Selain itu, adapula 21 desa saat ini sedang dalam tahap persiapan mendirikan BUMdes. Sementara, ada 57 desa lainnya yang memang sampai saat ini belum sama sekali membentuk BUMdes. 

“Semoga ini menjadi tantangan kita bersama dalam upaya melakukan peningkatan kesiapan pemerintah desa. Termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan relasi menghidupkan BUMDes,” ujarnya. 

Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus menegaskan, BUMDes, adalah  salah satu alternatif yang diharapkan mampu meningkatkan sumber pendapatan desa.

Terlebih sebagian besar modalnya, dimiliki desa melalui penyertaan secara langsung,  yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk kesejahteraan warga desa. 

Hermanus mengungkapkan dari 118 desa di Kubu Raya, Baru 40 di antaranya yang telah memiliki BUMDes. Karena itu, dia meminta pihak terkait segera menuntaskan pembentukan BUMDes di 78 desa lainnya. 

"BUMDes ini sebenarnya adalah peluang untuk mewujudkan Desa yang mandiri. Kalau desa sudah mandiri, tentu tingkat kesejahteraan masyarakat desa juga akan meningkat,” tutupnya. (abd/jek)