Eksekusi Tiga Terpidana Mati Kasus Narkoba Tersangkut Administrasi

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1376

Eksekusi Tiga Terpidana Mati Kasus Narkoba Tersangkut Administrasi
Ilustrasi. (Net)
KUBU RAYA, SP - Kepala Lapas Kelas II A Sungai Raya, Farhan Hidayat mengungkapkan eksekusi tiga terpidana mati kasus narkoba yang saat ini menghuni Lapas Kelas II A, masih menunggu proses administrasi eksekusi dari Kementerian Hukum dan HAM RI dan kejaksaan selaku eksekutor. Dia menjelaskan, tiga terpidana mati tersebut merupakan pelaku kejahatan narkotika.

“Dari tiga orang terpidana mati ini, satu di antaranya merupakan warga negara Malaysia," kata Farhan Hidayat ditemui di Lapas Kelas IIA Pontianak kemarin.

Mengenai perkiraan waktu eksekusi terhadap tiga terpidana mati tersebut, Farhan pun belum bisa memprediksinya. Namun yang pasti, proses administrasi eksekusi ketiga terpidana mati itu sedang dalam proses di Kementerian Hukum dan HAM RI.

Farhan menambahkan, di Lapas Kelas II A Sungai Raya, juga terdapat tiga orang terpidana kasus narkotika dengan hukuman seumur hidup. 

"Terhadap tiga orang terpidana hukuman seumur hidup ini tidak bisa diberikan remisi," tegasnya.

Sementara, 180 orang terpidana narkoba lainnya tak lama lagi akan menerima remisi bersama 20 orang terpidana korupsi. Farhan menjelaskan, bagi terpidana kasus narkoba, baru bisa menerima remisi apabila sudah menjalankan sepertiga dari masa pidana. 

"Umpamanya kalau terpidana kasus narkoba divonis enam tahun penjara, maka yang bersangkutan bisa mendapat remisi apabila sudah menjalani hukuman selama tiga tahun," jelasmya.

Selain itu, ada pula satu orang narapidana kasus terorisme yang juga ditahan di Lapas Kelas II A Sungai Raya. 

"Namanya Dodi. Dia warga binaan titipan dari lapas di Jawa Tengah," katanya.

Terpidana kasus terorisme yang dititipkan ke Lapas Kelas II A Sungai Raya tersebut divonis enam tahun penjara. 

"Tahun depan dia bebas. Perilakunya sudah normal. Dia juga sudah menjalani deradikalisasi. Sekarang juga sudah bergaul dengan narapidana lainnya," pungkasnya. (abd/bls)