Mahasiswa Transmigrasi Kubu Raya Resah, Asrama HMPR Akan Digusur

Kubu Raya

Editor Indra W Dibaca : 468

Mahasiswa Transmigrasi Kubu Raya Resah, Asrama HMPR Akan Digusur
Asrama Himpunan Mahasiswa Pelajar Rasau Jaya (HMPR) di Jalan Sungai Raya Dalam, Kubu Raya. ( SP/Jaka)
KUBU RAYA, SP - Penghuni asrama pelajar dan mahasiswa transmigrasi Kubu Raya, resah lantaran adanya informasi asrama yang mereka tempati di Jalan Sungai Raya Dalam, Gang Raya I, Desa Sungai Raya Dalam, akan digusur.

Asrama pelajar dan mahasiswa ini dibangun sejak tahun 1975 lalu dan ditempati oleh pelajar dan mahasiswa transmigrasi Rasau Jaya dan sekitarnya. Sehingga asrama ini diberi nama Asrama Himpunan Mahasiswa Pelajar Rasau Jaya (HMPR).

Ketua asrama HMPR, Ahmad Sawaludin mengatakan, sejak sepekan yang lalu sejumlah penghuni asrama ini mendapat pemberitahuan secara lisan dari ketua RT setempat yang merupakan oknum pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalbar, bahwa asrama akan digusur untuk kepentingan pembangunan rumah dinas pegawai Disnakertrans Kalbar.

"Kami diminta untuk mengosongkan asrama, tapi tidak ada surat resmi dari dinas terkait, sementara asrama ini milik pemerintah, yang diperuntukkan bagi anak-anak transmigrasi," ujar Ahmad Sawaludin, Senin (23/7).

Sawaludin mengatakan, kondisi asrama ini memang sangat memprihatinkan, karena memang tidak pernah dilakukan renovasi dari instansi terkait.

Namun keberadaan asrama masih sangat diperlukan oleh pelajar maupun mahasiswa transmigrasi yang kurang mampu, khususnya bagi anak transmigrasi yang tinggal cukup jauh dari Kota Pontianak, sementara mereka sekolah atau kuliah di Pontianak.

"Kalau digusur kami dan teman-teman tinggal dimana, sementara biaya indekos cukup mahal," kata dia. 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak yang merupakan anak  tranmigrasi dari Desa Sungai Deras ini sangat menyayangkan atas informasi yang mereka terima. Asrama yang mereka tempati ini bukannya direnovasi, tapi justru mau digusur. 

"Seharusnya asrama ini diperbaiki bukan malah mau digusur seperti ini," sesalnya. 

Penghuni asrama HMPR lainnya, Zulfikri mengatakan, mereka mendapat batasan waktu untuk segera mengosongkan asrama itu dari oknum pegawai Disnakertrans yang diketahui bernama Fauzi tersebut pada 27 Juli 2018. Pada tanggal itu mereka semua sudah harus pindah dari asrama. 

"Kami diminta untuk segera mengosongkan asrama ini, kami hanya diberitau lewat lisan, tidak ada surat secara resmi," ujarnya. 

Asrama ini kata dia sangat dibutuhkan mahasiswa lantaran mereka tinggal cukup jauh. Adapun saat ini asrama dihuni oleh tiga mahasiswa, dan dalam waktu dekat ada dua mahasiswa lain yang juga akan menghuni asrama.

Ketua RT setempat, Fauzi mengatakan, dalam waktu dekat ini pihak Disnakertrans Provinsi Kalbar akan menggusur asrama ini. Penggusuran asrama tidak diperlukan surat secara resmi dari dinas terkait.

"Mereka harus mengosongkan asrama secepatnya, karena awal bulan (Agustus 2018) sudah dibongkar. Ini milik Kantor (Disnakertrans) jadi tidak perlu pakai surat ketika kami menggusurnya," kata Fauzi.

Selain itu, keberadaan mahasiswa di asrama ini juga dinilainya menggangu ketenangan setempat, pasalnya para mahasiswa ini seringkali pulang larut malam, sehingga mengganggu ketenangan warga yang sedang istirahat.

"Tengah malam salalu ada yang keluar masuk, bahkan ojek online yang keluar masuk ke sini, tetangga pada resah," ujarnya. (jek)