Tiga Lokasi Lahan di Kubu Raya Terbakar, Sumber Air Jauh Menjadi Kendala Pemadaman

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 151

Tiga Lokasi Lahan di Kubu Raya Terbakar, Sumber Air Jauh Menjadi Kendala Pemadaman
PADAMKAN API - Anggota pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Dusun Madu Sari, Desa Arang Limbung, Minggu (22/7). Sejak Sabtu (21/7) hingga Minggu (22/7) terjadi kebakaran lahan di tiga lokasi berbeda di Kubu Raya. (Dok BP
Anggota Damkar BPBD Kubu Raya, Robianto
"Di satu lokasi kebakaran saja kami membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk memadamkan api."

KUBU RAYA, SP -Kebakaran lahan di sejumlah lokasi di Kubu Raya masih terjadi, sejak Sabtu (21/7) hingga Minggu (22/7) terjadi kebakaran lahan di tiga lokasi berbeda.

Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kubu Raya Robianto mengatakan, selama dua hari terakhir ini yakni Sabtu (21/7) dan Minggu (22/7) sebanyak tiga lokasi lahan yang mengalami kebakaran, diantaranya di belakang Bandara Internasional Supadio, Desa Limbung, di Dusun Madu Sari, Desa Arang Limbung, serta di Parit Tengkorak, Desa Teluk Kapuas Kecamatan Sungai Raya.

"Total lahan yang terbakar dari tiga lokasi ini, sekitar 6 hektar. Tiga lokasi ini memang sering mengalami kebakaran. Kebakaran seringkali terjadi pada malam hari," kata Robianto, Minggu (22/7).

Ia memngatakan, para anggota pemadam kebakaran yang terdiri dari personil TNI, Polri, BPBD Kubu Raya serta relawan setempat cukup kesulitan memadamkan api di lokasi kebakaran. Selain tanah gambut, keberadaan sumber air dari lokasi kebakaran juga cukup jauh.

"Di satu lokasi kebakaran saja kami membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk memadamkan api," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kubu Raya, Mokhtar Idris mengatakan, kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah lokasi di Kubu Raya bisa dikendalikan karena adanya kerja keras antara BPBD  Kubu Raya, Polri, TNI, Manggala Ani, serta relawan setempat.

"Saat pemadaman di Dusun Madu Sari itu, kita lakukan dari siang hingga malam hari, baru apinya padam," kata Mokhtar. 

Mokhtar mengatakan, sudah hampir satu bulan ini, di Kubu Raya tidak hujan, sehingga lahan gambut juga mengering, hal inilah yang memicu munculnya titik api. Untuk itulah, BPBD bersama unsur TNI, Polri dan Manggala Agni terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang rawan terjadinya kebakaran lahan.

"Hingga saat ini, secara rutin kita lakukan patroli, baik patroli udara maupun darat. Mudah-mudahan tidak ada lagi titik api dan hujan cepat turun," harapnya.

Mokhtar mengaku BPBD Kubu Raya memiliki sejumlah keterbatasan dalam melakukan monitoring kebakaran lahan. Sarana dan prasarana yang  ada dinilai sangat kurang.

"Sekarang kami hanya punya dua kendaaraan untuk patroli. Sementara wilayah gambut di Kubu Raya yang rawan kebakaran luas, inilah kendala kami," tuturnya. 

Kendati demikan, Mokhtar memastikan pihaknya akan bekerja dengan masimal melakukan upaya-upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya di musim panas ini. 

Siaga Lakukan Pencegahan dan Pengendalian 

Kepala Daops Manggala Agni Pontianak - BPPIKHL Wilayah Kalimantan, Sahat Irawan mengatakan, sampai saat ini pihaknya mencatat ada sekitar 51,40 hektar luas lahan di areal Pontianak dan Kubu Raya yang sudah terbakar.Kebakaran lahan di wilayah Pontianak-Kubu Raya yang berhasil di kendalikan yakni seluas 40,90 hektar. 

"Jadi, masih ada sekitar 10 hektar lagi saat ini masih dalam proses pemadaman,"katanya.

Dia menambahkan, untuk Kalbar  wilayah yang paling luas terjadi kebakaran lahan yakni berada di wilayah Ketapang, Singkawang dan Sintang. Secara keseluruhan, luas lahan yang tebakar di Kalbar saat ini sudah mencapai 433,14 hektar.

"Saa ini kita siaga, dalam melakukan pecegahan dan mengendalian kebakaran lahan. Besok kita akan melakukan rapat kordinasi kembali, terkait dengan penanganan kebakaran lahan di Balai Petitih, dengan dihadiri langsung oleh Mentri LHK," pungkasnya.(abd/jek)