Devi Menangis Kedatangannya di Sambut Semarak, Sang Juara Dunia Hapkido Kembali ke Kampungh Halaman

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 345

Devi Menangis Kedatangannya di Sambut Semarak, Sang Juara Dunia Hapkido Kembali ke Kampungh Halaman
ATLET HAPKIDO - Suasana penyambutan Atlet Hapkido Kubu Raya, Devi Safitri (21) yang menjadi juara dunia di ajang World Hapkido Championship Seoul 2018 di Korea Selatan. (SP/Abdul)
Atlet Hapkido Kubu Raya, Devi Safitri (21) yang berhasil mengharumkan nama bangsa dan daerah setelah keluar menjadi juara dunia di ajang World Hapkido Championship Seoul 2018  di Korea Selatan, kini telah tiba di kampung halaman. 

SP - Kedatangan atlet asal Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya ini, disambut suka cita oleh pemerintah Kabupaten  Kubu raya, dan pihak keluarganya, selasa (31/7) sore. Acara Penyambutan yang semarak itu mebuat Devi terharu. Air matanya tak berhenti menetes, mengiringi langkahnya, menuju ruang pertemuan Bupati Kubu Raya.

Sepanjang acara penyambutan, Devi tak henti mengusap pipinya karena basah oleh air mata. Bahkan saat dikumandangkan lagu Indonesia Raya, Devi semakin tersedu terharu. 

Mengawali sambutan, Devi langsung mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mengantarkannya meraih juara dunia. Terkhusus ucapan terimkasi dipersembahkan Devi kepada pelatihnya, bernama Rusli. 

"Berkat beliau (Rusli) saya bisa juara dunia. Beliau juga yang sudah susah payah mencarikan saya dana agar bisa berangkat ke Korea Selatan,"kata Devi sembari mengusap air matanya. 

Devi mengaku, menjadi juara dunia di cabang olahraga beladiri Hapkido di Korea Selatan seperti mimpi baginya. Dia pun mengatakan tak pernah membayangkan bisa menorehkan prestasi di kancah Internasional. 

"Saya hanya seorang anak kampung, dulunya tidak pernah dikenal dan diperhitungkan orang. Sekarang alhamdulilah, bisa mengharumkan nama bangsa dan daerah saya. Saya sangat bersyukur. Terimakasih banyak kepada semua orang yang sudah mendukung saya," ucapnya.

Perkataan Devi yang mengungkapkanlatar belakang dirinya yang hanya seorang anak desa, yatim piatu, tetapi kini mamapu bersinar, sontak membuat seluruh orang yang hadir di ruang pertemuan bupati tersebut ikut terharu sekaligus bangga. 

Devi pun berharap, torehan prestasi yang didapatnya bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak muda lainnya di Kubu Raya untuk giat dan selalu berusaha supaya bisa menjadi orang yang membanggakan. 

"Tidak ada sesuatu yang tidak bisa, yang penting berusaha, kerja keras dan berdoa,"katanya

Raihan Juara Dunia yang di peroleh oleh Devi adalah hasil kerja keras. Selain itu, kesuksesan Devi saat ini juga berkat suprot keluarga dan neneknya tercinta. 

"Saya memang sudah tidak punya orang tua. Tetapi saya punya keluarga keluarga yang hebat. Pelatih saya ini pun sudah seperti orang tua saya. Ini lah yang saya syukuri. Mereka lah yang mengantarkan saya sehingga bisa seperti sekang," ucapnya.

Rusli, Pelatih Hapkido Kalbar yang juga sekaligus sebagai pelatih Devi turut menyampaikan kebagaannya terhadap anak asuhnya yang sudah membuktikan mampu berprestasi di Kelas Dunia.

"Saya bangga sekali dengan Devi. Saya bukan pelatih yang hebat. Saya beruntung bisa mendapatkan mutiara yang tak ternilai, atlet yang baik seperti Devi Safitri. Ini kebanggaan saya. Mudah-mudahan Hapkido makin dikenal," pungkasnya. (abdul halikurrahman/jek)