Bupati Terpilih Minta Pemkab Bekerja Maksimal, Berupaya Berikan Pelayanan yang Lebih Transparan

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 98

Bupati Terpilih Minta Pemkab Bekerja Maksimal, Berupaya Berikan Pelayanan yang Lebih Transparan
BERDOA - Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya terpilih, Muda Mahendrawan dan Sujiwo sedang berdoa pada acara Rapat Paripurna Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada pelaksanaan Pilkada Kubu Raya 2018, di ruang pertemuan Hotel Gardenia, Rabu (1
Bupati Kubu Raya Terpilih, Muda Mahendrawan
"Di akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati saat ini,  beserta jajaran birokrasi agar maksimal menjalankan pemerintahan."

KUBU RAYA, SP - Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Kubu Raya menggelar Rapat Paripurna Istimewa pengumuman hasil penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya terpilih pada Pilkada Kubu Raya 2018, sekaligus pengumuman akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya masa jabatan 2014-2019, di ruang pertemuan Hotel Gardenia, Rabu (1/8).

Bupati Kubu Raya terpilih, Muda Mahendrawan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saat ini untuk bekerja secara maksimal menjelang pelantikannya sebagai Bupati Kubu Raya dan Sujiwo sebagai Wakil Bupati Kubu Raya pada Februari 2018 mendatang.

"Di akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati saat ini,  beserta jajaran birokrasi agar maksimal menjalankan pemerintahan," kata Muda Mahendarawan, usai Rapat  Paripurna Istimewa pengumuman hasil penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya terpilih.

Muda juga meminta kepada semua pihak agar bersabar, karena pelantikan Bupati dan Bupati Kubu Raya masih masih tersisa sekitar enam bulan. Muda menegaskan pasca dilantik nanti, ia bersama dengan Sujiwo berkomitmen menjalankan janji politik dan visi misi nya dengan maksimal pula.

"Ketimpangan pembangunan yang tidak merata akan menjadi perhatian  akan menjadi perhatian kami nanti. Sambil menunggu pelantikan, kami memulai menyusun program kerja. Yang ang akan kita kejar nanti adalah percepatan pembangunan secara merata," katanya. 

Selain itu, Bupati Kubu Raya pertama ini mengatakan, akan berupaya memberikan pelayanan yang lebih transparan. Agar celah-celah penyimpangan yang mengarah ke tindak pidana korupsi bisa ditutup.

Wakil Bupati terpilih, Sujiwo menambahkan, dipembahasan APBD 2019 diharapkan DPRD Kubu Raya bisa menyesuaikan program visi-misi Muda-Jiwo. Sehingga, ketika  usai dilantik nanti, program kerja segera bisa di laksanakan dengan cepat.

"Kami mengingaktkan saja, 17 Februari nanti masa jabatan kepemerintahan Rusman Ali-Hermanus berakhir, dan kami akan melanjutkannya. Saat ini kan, mau pembahasan APBD, 2019. Kami mengingatkan DPRD dan tim TPAD Kubu Raya, paling tidak ada diskusi berkaitan denga  visi misi Muda-Jiwo," pintanya.

Menurutnya, pembahasan APBD 2019 harus  mengakselerasikan dengan pokok-pokok pikiran dan program kerja dan visi-misi Muda Jiwo. 

"Saya yakin mereka (DPRD dan tim TPAD) punya jiwa yang besar dan mementingkan kebutuhan masyarakat secara umum," pungkasnya.

60 Persen Warga Membutuhkan Infrastruktur  

Ketua DPRD Kubu Raya, Bambang Ganevo Putra mengatakan, hasil Rapat Paripurna Istimewa tentang pengumuman hasil penetapan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Kubu Raya terpilih,  akan segera dikirm ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur Kalbar. 

"Sesuai surat edaran Mendagri, Bupati dan Wakil Bupai terpilih harus di paripurnakan istemewa. Hari ini kita laksanakan, selanjutnya, administrasi tersebut kami kirimkan ke Mendagrai untuk meminta di lakukan pelantikan,"jelasnya.

Bambang mengungkapkan, masa jabatan Bupati dan wakil Bupati Kubu Raya periode 2014-2019, yakni Rusman Ali dan Hermanus akan berakhir pada 17 Februari 2019. Oleh sebab itu, DPRD Kubu Raya pun mengusulkan pelantikan Bupati Kubu Raya terpilih agar dilakukan di tanggal akhir masa jabatan bupati yang lama. 

Bambang berharap, di kepemerintahan Muda-Jiwo nanti, Kubu Raya bisa semakin baik dan maju. Menurutnya, saat ini, 60 persen warga masih membutuhkan pembangunan infrastruktur.

"Bupati baru nanti kita harapkan bisa menuntaskan persoalan infrastruktur ini. Legislatif akan selalu menjadi mitra kerja dan pengawas untuk mengawal pemerintahan yang baru nanti,"pungkasnya. (abd/jek)