Aksi Sosial Polresta Pontianak, Berkah Lansia Pencari Rebung Dapat Bedah Rumah

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 133

Aksi Sosial Polresta Pontianak, Berkah Lansia Pencari Rebung Dapat Bedah Rumah
BEDAH RUMAH – Dua lansia kaka beradik, Rahman dan Rasat usai menerima bantuan bedah rumah dari Polresta Pontianak, Sabtu (4/8). Rahman dan Rasat sangat bersyukur atas bantuan ini. (SP/Anugrah)
Kondisi perekonomian dua lansia bersaudara ini sangat memprihatinkan. Rahman (59) dan Rasat (57), warga Dusun Karya Usaha, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya ini hidup berpuluh tahun di gubuk reyot.

SP - Keseharian dua lansia ini bekerja sebagai pencari rebung dan penyadap getah karet. Tidak banyak rezeki yang didapatkan dari pekerjaan ini. Sebab kini, harga getah karet sangat rendahnya, sedangkan rebung tidak selalu ada dan bisa terjual. 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, keduanya lebih sering mendapat uluran bantuan dari warga sekitar. Keduanya, tidak pernah menyandang bangku sekolah. Selain itu juga sama-sama memiliki keterbelakangan, sehingga susah diajak berkomunikasi.

Mereka berdua hidup sebatang kara. Abang tertuanya telah lama meninggal dunia, sementara dua adik perempuannya masing-masing telah memiliki keluarga, yang tinggal di Pontianak dan jarang mengunjungi.

Rumah yang mereka tinggali merupakan bantuan dari warga yang telah dibangun belasan tahun lalu, dengan atap daun dan berdinding papan. Sudah lapuk dan bolong di mana-mana. Kondisi rumah panggung yang berukuran sekira 3X4 meter persegi tanpa sekat ini sudah mulai bergoyang.

Perabotan di dalam rumah juga berantakan. Pakaian lusuh tergantung di setiap sudut rumah, serta perabotan memasak yang sudah dimakan usia.

Kondisi memprihatinkan ini, menarik perhatian Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Wawan Kristyanto. Melalui terobosan program pembinaan masyarakat, lansia ini menjadi salah satu yang beruntung untuk mendapatkan bantuan bedah rumah.

Berawal dari instruksi tersebut, Kapolsek Kuala Mondor B, Iptu Suryadi menyambut perintah dengan menginstruksikan para Bhabinkamtibmas untuk terjun langsung mendata dan membina warga.

Bhabinkamtibmas mulai mendata warga dan dijumpai kehidupan Rahman dan Rasat yang hidup di bawah standar. 

Setelah didata, diketahui bahwa keduanya tidak memiliki KTP bahkan kartu keluarga, sehingga tidak pernah mendapat bantuan raskin maupun jaminan kesehatan. Jika telah turun bantuan raskin, warga sekitar lah yang membantu dengan membagi jatahnya.

Setelah didata, Kapolresta Pontianak bersama ibu-ibu Bhayangkari merespon dengan mengunjungi langsung kediaman Rahman dan Rasat pada tanggal 28 Juli lalu.

“Pada saat itu, bapak Kapolres sendiri beserta ibu ranting kami melakukan pengecekan langsung ke TKP, artinya menuju ke rumah yang akan diberi bantuan,” ujar Kapolsek Kuala Mondor B, Iptu Suryadi, Sabtu (5/8).

Setelah kunjungan sambil memberikan bantuan sembako, akhirnya dilakukan pembongkaran dan pembedahan rumah Rahman dan Rasat.

Hanya perlu waktu tiga hari saja oleh tim Bhabin dari Polsek Kuala Mandor B yang dibantu oleh warga sekitar untuk membedah rumah tersebut.

Bangunan baru yang ditempati Rahman dan Rasat kini, murni menggunakan bantuan dari beberapa donatur, Polsek Kuala Mandor serta Kapolresta Pontianak berupa bantuan material.

“Dalam hal pembedahan rumah ini kami hanya dibantu dari masyarakat sekeliling ini, beserta pihak kepolisian saja,” katanya.

Bukan rumah lansia ini, tapi yang rumah lainnya juga bakal menjadi target sasaran. Salah satunya rumah seorang perempuan janda yang buta dan hidup sebatang kara pula.

Ke depannya, pihaknya melalui Bhabinkamtibmas tetap akan terus memantaua terhadap kehidupan Rahman dan Rasat. Dengan memberikan pembinaan pertanian kepada keduanya, sehingga diharapkan dapat menjalani hidup yang layak.

Rumah tersebut sudah dibangun permanen, dengan atap seng metal, pada dinding menggunakan GRC yang dipasang berlapis dari dalam maupun dari luar. Bahkan untuk kebutuhan sanitasi juga dibangun dengan baik.

Masyarakat bersama Polsek memang tidak memberikan listrik pada rumah tersebut, karena ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Mereka masih tetap menggunakan lampu teplok, sementara untuk urusan memasak tetap menggunakan kayu bakar.

Rahman dan Rasat tampak bahagia menerima bantuan ini. Mereka tampak terus mondar-mandir diantara warga dan personel kepolisian.

Terkadang masuk ke dalam rumah, duduk berjongkok sambil memperhatikan isi rumah yang sudah sangat berbeda. Terlihat duduk di tanah bersama warga, hingga berjalan berkeliling.

Sesekali berinteraksi dan bercanda bersama warga dan Bhabinkamtibmas. Percakapan lansia ini mengundang gelak tawa. Salah satunya ketika ditanya oleh Bhabin terkait rumah siapa yang baru direnovasi tersebut.

Rasat yang merupakan adik dari Rahman mengatakan bahwa rumah tersebut milik Kapolsek.

“Ini rumah Kapolsek, kita numpang di sini,” ucapnya sambil disambut tawa dari warga dan Bhabin.

Rasat mengaku sangat senang, sebab rumah yang sekarang sangat bagus karena mendapat bantuan dari Polsek. “Kalau bangun sendiri tidak mampu,” ucapnya.

“Terimakasih bantuan Polsek dan masyarakat, yang bantu rumah ini, untuk dibangun, mudah-mudahan kita sehat walafiat dapat rahmat dari Tuhan,” katanya lagi.

Rasat mengaku sangat bahagia, karena jika hujan sudah tidak bocor dan jika panas bisa beristirahat dengan tenang.

Namun saat ini kesehatannya lah yang menjadi kendala, karena sudah cukup tua, jika sudah sakit maka keduanya tidak akan bisa bekerja.

Dia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan untuk kehidupan sehari-hari seperti sembako atau bantuan kesehatan. 

Salah satu warga yang merupakan Ketua RT 01/RW 02, Beni mengatakan, pengurus RT maupun desa telah memberikan perhatian cukup baik. Sementara untuk jaminan kesehatan memang diakuinya belum ada.

“Kita akan sampaikan juga ke pemerintah nantinya, ini ada beberapa warganya yang perlu bantuan dari Dinas Sosial mungkin nanti yang memfasilitasi untuk pembangunan,” jelasnya. (anugrah ignasia/and)