Kemendes PDTT Latih 86 Kader Desa, Kembangkan Kemandirian dan Kesejahteraan

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 117

Kemendes PDTT Latih 86 Kader Desa, Kembangkan Kemandirian dan Kesejahteraan
SEMATKAN - Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, saat menyematkan kartu peserta kader desa sebagai simbol dibukanya pelatihan terhadap 86 kader pemberdayaan masyarakat di Kubu Raya, di Hotel Gardenia, Senin (6/8). (SP/Bedul)
Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus 
“Kader punya fungsi mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan kapasitas kemampuan dan memanfaatkan sumber daya melalui pendampingan masyarakat desa."

KUBU RAYA, SP - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Balai Latihan Masyarakat Banjarmasin, melakukan pelatihan kepada  86 kader pemberdayaan masyarakat, yang diutus oleh 22 desa di Kabupaten Kubu Raya.Pelatihan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus.  , di Hotel Gardenia, Senin (6/8).

Dalam sambutanya, Hermanus mengucapkan berterima kasih kepada Pusat Pelatihan Masyarakat Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dan Balai Latihan Masyarakat Banjarmasin yang telah memfasilitasi pelaksanaan pelatihan dengan peserta yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Kubu Raya.

Hermanus mengatakan Kementerian melalui Balai Latihan Masyarakat Banjarmasin kerap memberikan berbagai pelatihan kepada masyarakat Kubu Raya, untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. 

Mulai tahun 2017 lalu, kata dia,  Kabupaten Kubu Raya telah mendapatkan hingga delapan kali pelatihan dari Balai Latihan Masyarakat Banjarmasin. Hermanus berharap, pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) bisa mendongkrak Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pelatihan desa online. 

“Kami berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan hingga tahun-tahun ke depan,” harap Hermanus.

Dia menambahkan, dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka desa sudah harus siap untuk melaksanakan pembangunannya secara mandiri. 

Salah satu unsur yang akan terlibat dalam pengawalan implementasi undang-undang tersebut adalah unsur dari kader pemberdayaan masyarakat desa. 

“Kader punya fungsi mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan kapasitas kemampuan dan memanfaatkan sumber daya melalui pendampingan masyarakat desa,” katanya.

Kepala Pusat Latihan Masyarakat Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Helmiyati, menambahkan, kader pemberdayaan masyarakat desa adalah unsur yang paling mengetahui prakarsa, potensi, dan kebutuhan di desa. 

“Jadi, dengan pelatihan ini maka kader-kader ini bisa berfungsi sebagaimana yang kita harapkan. Yang paling utama dari pelatihan ini jangan sampai kader-kader ini hanya dan selalu berharap dari adanya bantuan dana. Tetapi bagaimana jiwa prakarsa mereka itu muncul," katanya. 

Kepala Balai Latihan Masyarakat Banjarmasin, Pepen Ependi menerangkan, pelatihan yang digelar pihaknya bertujuan meningkatkan kapasitas kader pemberdayaan masyarakat desa, dalam mendampingi pemerintahan desa di bidang pengelolaan desa.

Kepala DSPMD Kubu Raya, Nursyam Ibrahim mengatakan , pihaknya mengedukasi sejumlah kepala desa dan perangkat desa guna memperkuat peranan mereka dalam pengentasan kemiskinan masyarakat. Pengedukasian pemerintah desa ini merupakan agenda resmi dari Kementerian Desa dan Transmigrasi dalam memberikan pendampingan serta penguatan terhadap percepatan pembangunan masyarakat desa melalui program-program Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.

"Penguatan peranan kades dan perangkat desa dalam pengentasan kemiskinan juga terkait dengan penyusunan program dan implementasi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa agar benar-benar berdampak positif terhadap peningkatan kesejhteraan masyarakat desa," katanya. (abd/ant/jek)

Motivator Masyarakat Menggerakkan Ekonomi 

Bupati Kubu Raya Rusman Ali meminta kades dan perangkat desa, serta unsur pemberdayaan masyarakat desa menjadi motivator masyarakat dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Dengan semakin besarnya Dana Desa dan ADD semestinya mampu mendongkrak kemajuan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa," ujar dia.

Ia mengharapkan kades dapat berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat desa melalui pembinaan dan program-program pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Dengan Dana Desa dan ADD yang besar, kata dia, seharusnya mampu mendorong kemajuan masyarakat desa menjadi lebih cepat.

Ia mengemukakan perlunya pemerintah desa melakukan terobosan pelayanan dan pemberdayaan, serta inovasi program secara sinergi terhadap program pemerintah kabupaten.

"Kades dan perangkat desa harus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan program yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dengan bersinergi bersama program-program kabupaten, terutama dalam upaya mengentaskan kemiskinan di tingkat desa," katanya. (ant/jek)