Kinerja Pendamping Desa Dinilai Tidak Maksimal, Sistem Administrasi Masih Buruk

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 208

Kinerja Pendamping Desa Dinilai Tidak Maksimal, Sistem Administrasi Masih Buruk
Ilustrasi. (Net)
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Muhammad Nurdin
"Sejauh ini peran pendamping desa khususnya di Kubu Raya belum terlihat. Sebab, sampai sekarang sistem administrasi di beberapa desa di Kubu Raya masih buruk."

KUBU RAYA, SP - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Muhammad Nurdin menilai, kinerja pendamping desa di Kubu Raya masih belum maksimal. Lantaran, persoalan keadministrasian di desa masih sering menjadi keluhan.  

Nurdin mencontohkan, dalam setiap pencairan Dana Desa (DD) persoalan administrasi selalu menjadi penghambat. Selain itu, beberapa temuan yang mengarah ke persoalan hukum juga ditengarai, karena lemahnya desa dalam membuat sebuah laporan keadministrasian.

"Ini lah yang menjadi ukuran menurut saya, bahwa memang peran pendamping desa dalam membatu desa melaksanakan pemerintahan di desa belum maksimal," kata Muhammad Nurdin belum lama ini. 

Menurutnya, pendamping desa yang dibentuk oleh Kementrian Desa tujuannya untuk membantu desa dalam melaksanakan sistem pemerintahan desa, baik secara administratif maupun pemberdayaan. 

"Sejauh ini peran pendamping desa khususnya di Kubu Raya belum terlihat. Sebab, sampai sekarang sistem administrasi di beberapa desa di Kubu Raya masih buruk," katanya.

Oleh sebab itu, dia pun berharap peran pendamping desa harus terus diperkuat. Dinas terkait mesti mebangun koordinasi yang afektif kepada para pendamping desa supaya fungsi pendampingan bisa dimaksimalkan. 

Nurdin juga menyinggung soal adanya enam desa yang  sedang diperiksa inspektorat lantaran terindikasi melakukan penyimpangan pengelolaan Dana Desa.

Ia pun menilai, masalah tersebut merupakan bukti, proses pendampingan yang dilakukan oleh tenaga pendamping desa yang direkrut oleh kementeian desa belum sukses.

Sementara itu, kepala Desa Medan Mas, Haidiyanto juga mengaku, belum maksimalnya fungsi pendamping desa. Bahkan dia sendiri tidak begitu paham betul tugas dan fungsi petugas pendamping secara detil.

"Pendamping desa ini biasanya hanya membantu kita dalam menyusun APBDes dan Perdes. Itu saja. Sementara pendampingan untuk membuat inovasi-inovasi, kita belum rasakan," katanya.

Menurutnya, peran pendamping desa dalam membantu desa membuat treobosan-terobosan pembangunan sangat diperlukan. Sebab sumber daya manusia aparatur desa sangat minim. (abd/jek)

Tidak Memhami Tugas dan Fungsi 

Sekretaris Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kubu Raya, Musa menilai banyak pendamping desa yang ditempatkan di desa di Kubu Raya, tidak memahami tugas dan fungsinya sebagai pendamping desa. 

“Bahkan, sarjana pendamping desa seringkali mencampuri urusan desa yang tidak semestinya dilakukan, karena bukan tugas dan fungsinya atau domain sebagai pendamping desa,” ujarnya. 

Menurutnya, tugas pendamping desa adalah mendampingi desa-desa yang tidak memahami administrasi. Bagi desa yang sudah memahami administrasi, ia merasa tidak perlu adanya pendamping desa.   

Selain itu, sudah ada beberapa laporan yang masuk kepada pihaknya, beberapa orang pendamping desa yang ditempatkan di Kubu Raya, tidak dapat mengoperasikan komputer. Hal itu dikhawatirkan bertolak belakang dengan tugas yang seharusnya dilakukan sebagai pendamping desa. 

“Jika kondisi pendamping desa seperti ini, saya yakin mereka juga tidak akan mampu mendampingi desa. Bukan mereka yang mendampingi desa, tetapi desa yang mendampingi mereka,” ungkapnya.   

Ia berharap penyeleksiaan sarjana pendamping desa dapat dilakukan dengan baik. Perekrutan bukan hanya berdasarkan seseorang bertitelkan sarjana saja. Namun mesti memahami fungsi dan tugasnya, serta memahami aturan sebagai pendamping desa. (jek)