Kubu Raya Perlu Kembangkan Transportasi Air

Kubu Raya

Editor Angga Haksoro Dibaca : 84

Kubu Raya Perlu Kembangkan Transportasi Air
Kubu Raya, SP - Tokoh Masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Busrah Abdullah mengatakan bahwa Kubu Raya hampir 70 persen wilayahnya adalah perairan sungai dan laut. Oleh karena itu selain transportasi darat masyarakat juga memerlukan transportasi jalur sungai maupun laut.  

Terutama transportasi sungai untuk membawa anak-anak sekolah, maupun untuk membawa masyarakat ke rumah sakit atau puskesmas. Sehingga diperlukan juga dermaga dan kapal ferry untuk penyebrangan.  

“Transportasi laut juga diperlukan terutama di wilayah pulau seperti Kecamatan Sungai Kayu yang wilayahnya menyebrang sungai, Kubu Raya dan Padang Tikar itu memang transportasinya laut atau sungai,” kata Busrah, Selasa (6/11).  

Menurut Busrah, sulitnya ditemukan transportasi air saat ini dikarenakan bahan bakar minyak yang sulit diperoleh. Walaupun sebenarnya BBM itu lebih di khususkan untuk nelayan, tapi juga berdampak pada transportasi air.  

Apalagi saat ini belum ada program pemerintah khusus untuk transportasi air. Transportasi sungai dan laut dikelola oleh pihak swasta atau swadaya masyarakat.  

“Memang ada pemerintah membangun dermaga. Hanya saja dermaga-dermaga masih harus banyak dibangun, terutama di daerah pesisir dan transportasi juga harus disediakan,” ujar Busrah.  

Biaya transportasi sungai saat ini juga tergolong mahal. Masyarakat harus membayar ongkos Rp 15 ribu-Rp 20 ribu untuk menumpang motor tambang dengan jarak setengah jam perjalanan. Sedangkan transportasi darat seperti oplet, hanya membayar Rp 5 ribu-Rp 7 ribu.  

“Kami berharap pemerintah ada solusi untuk menekan agar biaya transportasi air bisa lebih murah,” tuturnya.  

Stasiun pengisian bahan bakar juga harus dibangun di daerah pesisir, sehingga BBM bisa lebih murah. Pemicu mahalnya transportasi air karena sulitnya mendapat pasokan bahan bakar.

Keamanan dan kenyamanan transportasi air juga harus diperhatikan pemerintah. Kecelakaan transportasi air pernah terjadi seperti tabrakan speedboad atau senggolan kapal motor.  

Sementara penumpang tidak dilindungi asuransi, karena tiket angkutan air tidak resmi dari pemerintah. “Tapi karena tidak ada pilihan, masyarakat tetap menggunakan transportasi air itu.” (iat)