Minggu, 20 Oktober 2019


Diduga Terlibat Karhutla, Polresta Pontianak Segel Lahan PT SUM dan PT RJP

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 264
Diduga Terlibat Karhutla, Polresta Pontianak Segel Lahan PT SUM dan PT RJP

Penyegelan lahan PT SUM di Kubu Raya, Rabu (18/9) sore. SURIA MAMANSYAH

PONTIANAK, SP – Polresta Pontianak menyegel dua lahan perusahaan terkait karhutla, Rabu (18/9). Pertama, PT. SUM, Jalan Parit Deman, Dusun Kenanga, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap. Kubu Raya. Kedua, lahan PT. RJP di Desa Sungai Bulan, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.

Namun, dua perusahaan ini belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dalam tahap penyelidikan. Untuk menetapkan status hukumnya, jajaran Polresta Pontianak harus mengumpulkan semua bukti dan fakta lapangan.

“Penyelidikan baru dimulai beberapa hari yang lalu, untuk menetapkan (status hukum) kita harus berdasarkan data dan fakta. Nanti kita lihat datanya,” ungkap Kapolresta Pontianak, AKBP Ade Ary Syam Indradi saat melakukan penyegelan di lahan terbakar sekitar kawasan PT. SUM, Rabu (18/9) sore.

Setelah menyegel lahan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, utamanya Badan Pertanahan Nasional Kubu Raya dan Dinas Perkebunan Kubu Raya untuk mengoverlay peta kawasan yang terbakar dengan peta Hak Guna Usaha (HGU) dua perusahaan tersebut. Hal ini untuk memastikan kawasan yang terbakar masuk dalam kawasan konsesi perusahaan atau milik masyarakat setempat.

Letak lokasi penyegelan PT SUM berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Pontianak. Sementara di lahan terbakar berbatasan dengan jalan blok tanah kuning. Di sisi kanan lahan yang terbakar hampir keseluruhan telah ditanami jagung yang sudah berukuran sekitar lima senti meter. Penanamannya pun menurut pemantauan Suara Pemred tak seperti kebun jagung biasanya.

Di lahan terbakar ini, jagung tumbuh jaraknya tak beraturan dari satu tanaman dengan tanaman lain. Sementara di sisi kiri jalan, disebut Ade merupakan kawasan milik PT SUM.

“Nanti kita dalami apakah tanah yang terbakar ini dibakar atau terbakar oleh siapa. Maka sejak hari ini kita pasang plang diharapkan tidak ada yang melakukan apa pun di lokasi ini. Karena kami akan melakukan penyelidikan dalam rangka penegakan hukum yang bagian dari penanggulangan karhutla,” ujarnya.

Dalam proses penyegelan dihadiri Bupati Kubu Raya, Kepala BPBD Kubu Raya, Camat Sungai Kakap, Kodim, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat dan perwakilan PT. SUM.

Ade mengatakan dalam proses penanggulangan karhutla dibutuhkan sinergitas seluruh pihak terkait agar proses penyelidikan ini nantinya dapat menghasilkan bukti-bukti konkret penyebab kebakaran dan siapa yang akan bertanggung jawab.

Setelah penyegelan, seluruh jajaran mengecek peralatan pemadam kebakaran milik PT SUM. Setibanya di posko pemadam kebakaran milik PT SUM, sekitar 20 orang petugas pemadam perusahaan sudah berbaris di halaman dengan memakai atribut lengkap pemadam kebakaran, seperti baju, kaca mata, dan topi.

Baju warna merah yang dipakai oleh petugas ini masih terlihat cerah dan bersih, begitu juga dengan topi dan kaca mata putih yang dipakai. Ketika koordinator petugas mengarahkan mereka meneriakkan yel-yel, semua tampak semangat.

“Pantang pulang sebelum padam,” teriak mereka serentak. (sms)