Minggu, 17 November 2019


Pontianak Tertinggi Disusul Kubu Raya

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 58
Pontianak Tertinggi Disusul Kubu Raya

JOB FAIR - Ilustrasi masyarakat mencari kerja di ajang Job Fair di sebuah daerah.

Angka pengangguran di Kota Pontianak tertinggi dari seluruh kabupaten, kota di Kalimantan Barat. Berdasar Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, dari total pengangguran 110.272 orang di Kalbar, 27.311 orang ada di Kota Pontianak. 

Kepala BPS Kalbar, Pitono mengungkapkan bahwa angka pengangguran 110.272 orang diperoleh dari penduduk usia kerja di Kalbar sebanyak 3,630 juta orang dan angkatan kerja 2,479 juta orang. 

"Pada Agustus 2019, terdapat 2.369.015 penduduk yang bekerja di Provinsi Kalbar dan yang tidak bekerja atau pengangguran sebesar 110.272 orang," ujar Pitono, Rabu (6/11).

Ia menjelaskan bahwa jumlah pengangguran diambil dari penduduk 15 tahun ke atas. Setelah Kota Pontianak, urutan kedua pengangguran terbanyak yaitu di Kabupaten Kubu Raya sebanyak 15.006 orang, disusul Kabupaten Ketapang sebanyak 10.855 orang.

"Untuk pengangguran yang terendah dari segi jumlah berada di Kabupaten Melawi sebesar 2.731 orang," kata dia.

Pengangguran tamatan SMA paling mendominasi yakni sebanyak 33.856 orang atau sebesar 30,70 persen dari total pengangguran yang ada. Setelah itu disusul tamatan SD ke bawah sebanyak 29.117 orang atau sebesar 26,40 persen, kemudian tamatan SMP sebanyak 19.990 orang atau sebesar 18,13 persen. 

Tamatan SMK sebanyak 16.429 orang atau sebesar 14,90 persen, tamatan perguruan tinggi sebanyak 7.902 orang atau 7,17 persen dan terendah tamatan diploma hanya sebanyak 2.978 orang atau 2,70 persen.

"Pengangguran pada tingkat SD ke bawah, SMP dan SMK mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2018 lalu. Namun, pengangguran tingkat SMP paling besar yakni 13,87 persen. Sedangkan untuk diploma dan perguruan tinggi mengalami penurunan dibandingkan dengan Agustus 2018 lalu," kata dia.

Secara nasional, terdapat 197,91 juta orang penduduk usia kerja dan 133,56 juta angkatan kerja serta terdapat 67,05 juta pengangguran di Indonesia. 

Berdasarkan tingkatan pendidikan atau tamatan sekolah, maka tamatan SMK mendominasi yakni sebesar 10,42 persen. Sedangkan untuk pengangguran terendah adalah tamatan SD ke bawah hanya 2,41 persen.

Sementara berdasarkan hasil survei angkatan kerja nasional (Sarkernas) Agustus 2019, jumlah angkatan kerja di Kalbar dibandingkan di periode yang sama dengan tahun sebelumnya naik sebanyak 27.888 orang.

"Untuk total angkatan Kalbar Agustus 2019 ini sendiri sebanyak 2.479.287 orang," ujar Pitono. 

Ia menjelaskan bahwa salah satu indikator penting dalam ketenagakerjaan adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yaitu rasio dalam persen antara jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja (penduduk 15+).

" TPAK Kalbar keadaan Agustus 2019 sebesar 68,30 persen dan jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 69,65 persen, maka angka TPAK tersebut sedikit mengalami penurunan," jelas dia.

Indikator penting lainnya dalam ketenagakerjaan adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yaitu rasio dalam persen antara jumlah pengangguran terhadap angkatan kerja.

"Angka TPT Kalbar pada Agustus 2019 sebesar 4,45 persen atau naik 0,19 poin terhadap keadaan Agustus 2018 sebesar 4,26 persen," jelas dia.

Ia merincikan bahwa TPAK tertinggi di Kalbar pada tahun 2019 terjadi di Kabupaten Sekadau yakni sebesar 77,19 persen. Setelah itu baru disusul Kabupaten Kapuas Hulu dan Melawi masing-masing 76,93 persen dan 74,37 persen.

"Sementara TPAK terendah terjadi di Kota Pontianak 61,62 persen," jelas dia.

Sementara itu angka TPT tertinggi terjadi di Kota Pontianak dan Kota Singkawang masing - masing 9,13 persen dan 6,44 persen terhadap angkatan kerjanya. Kemudian Kabupaten Kubu Raya berada di urutan ketiga yaitu sebesar 5,62 persen.

"Sedangkan TPT terendah adalah Kabupaten Melawi sebesar 2,45 persen," jelasnya.

Pitono menjelaskan bahwa penduduk yang bekerja berdasarkan lapangan usaha di Kalbar maka sektor pertanian yang masih paling mendominasi dalam penyerapan tenaga kerja.

"Sektor pertanian menyerap tenaga kerja di Kalbar hampir separuh dari tenaga kerja yang ada yakni sebesar 48,79 persen atau setara 1.155.932 orang," kata dia.

Dorong Investasi

Aktivis Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Samsul Hadi mengatakan, pemerintah daerah harus merancang rumusan menekan angka pengangguran. 

Samsul berpendapat pemerintah daerah harus menciptakan kesempatan kerja sebagai langkah strategis. 

“Pemerintah daerah dapat saja mendorong investasi dan ekspor untuk menciptakan lapangan kerja,” katanya. 

Pemerintah daerah juga diminta mendorong masyarakat meningkatkan kesempatan berusaha. Artinya, masyarakat dididik punya keahlian tenaga kerja. 

“Siapapun yang sudah mengikuti pelatihan atau pendidikan khusus dapat segera diterima di lapangan kerja,” ujarnya.

Hambatan di pasar kerja juga harus ditekan. Pemerintah daerah dan perusahaan harus memikirkan hubungan industrial yang harmonis antara pemberi kerja dan pekerja itu sendiri. (ant/bah)