Sabtu, 14 Desember 2019


Korporasi Mesti Bikin Sumur Bor

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 67
Korporasi Mesti Bikin Sumur Bor

PADAMKAN API – Dua petugas sedang memadamkan api yang membakar lahan di sebuah daerah. Di Kubu Raya, Bupati Muda Mahendrawan meminta perusahaan membuat sumur bos untuk mencegah bencana itu.

KUBU RAYA, SP - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengajak setiap perusahaan perkebunan dan kehutanan yang ada di kabupaten itu menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk pembuatan sumur bor di wilayah konsesi mereka. Hal ini untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan ke depan.

"Untuk mengantisipasi Karhutla di Kubu Raya ke depan, kita perlu upaya yang terukur. Makanya kami mengajak setiap perusahaan yang ada, agar bisa bersama-sama melakukan upaya konkret dalam mencegah karhutla," kata Muda saat melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan perkebunan yang ada di kabupaten itu, Selasa (26/11).

Dia menjelaskan, Pemkab Kubu Raya juga sudah menganggarkan pembuatan sumur bor di sejumlah lahan gambut yang ada di Kubu Raya. Tujuannya, jika terjadi kekeringan, sumur bor ini bisa digunakan untuk membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar.

"Namun, karena keterbatasan anggaran, kami mengajak perusahaan yang ada agar bisa menggunakan CSR mereka untuk membuat sumur bor di kawasan konsesi mereka," tuturnya.

Muda menyatakan, dirinya sudah meminta kepada dinas terkait di kabupaten itu untuk melakukan pemetaan terkait lokasi karhutla yang sering terjadi. Dengan adanya pemetaan itu akan difokuskan penanganannya, agar ke depan dapat meminimalisir Karhutla tersebut.

"Untuk titik koordinatnya sudah didapatkan, sehingga itu akan menjadi prioritas kita agar ada penurunan angka titik api. Saya juga minta agar kerja penanggulangan karhutla ini bisa dilakukan secara sistematis dan terukur," katanya.

Melalui pertemuan dengan sejumlah perusahaan hari ini, dirinya meminta kepada pihak perusahaan untuk membuat komitmen bersama dalam penanggulangan Karhutla tersebut.

"Dengan adanya kesepakatan ini dengan perusahaan ini, kita mengajak kepada semua pihak untuk mengawalnya bersama-sama agar penanganan Karhutla ke depan bisa lebih terarah dan tidak hanya sekadar rencana," katanya.

Selain membuat sumur bor di sekitar kawasan gambut, Muda juga mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan langkah lain untuk pencegahannya karhutla tersebut.

"Saat ini akan kita uji coba dulu, jika berhasil baru akan kita terapkan secara menyeluruh. Namun saya yakin langkah itu bisa kita lakukan dan berhasil, mengenai apa upaya tersebut, kita off the record saja dulu, karena masih tahap uji coba," kata Muda. (ant/bah)

Utamakan Pencegahan

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Kubu Raya, Amung Hidayat mengatakan, hal yang terpenting dalam penanggulangan karhutla ini adalah langkah preventif. 

“Karena berdasarkan data yang kami miliki bahwa dari 12 bulan hanya terdapat 4 bulan saja terjadinya Karhutla yaitu dari bulan Juli sampai bulan Oktober. Sehingga praktis yang 8 bulannya kita lakukan upaya pencegahan, kalau represif (menekan) hanya 4 bulan”, ungkap Amung.

Amung menambahkan, teman-teman pemegang izin kehutanan sudah berkomitmen untuk menyediakan sapras (sarana dan prasarana), anggaran dan menyediakan Sumber Data Manusia (SDM) dalam rangka penanggulangan Karhutla ini. 

“Hal ini juga berdasarkan ketentuan Peratutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) nomor 32 bahwa mereka harus melengkapi semuanya dan itu ada sanksinya ketika mereka tidak mematuhi itu dan sampai batas terakhir yaitu pencabutan izin”, tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Pertenakkan Kabupaten Kubu Raya  Elfizar Edrus mengatakan, untuk areal konsesi pihaknya sudah menyepakati semuanya. 

Sebelumnya, dalam pengendalian Karhutla ini, pihaknya juga bekerjasama dengan TNI/Polri, Manggala Agni dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau Karhutla yang rutin terjadi dalam beberapa tahun terakhir. 

Pihaknya sangat mendukung apa yang menjadi gagasan Bupati Kubu Raya yang mencoba meredam kebakaran itu melalui pasir.

“Kita juga akan coba sesuai dengan pesan Bapak Bupati untuk mencari pilot project (percontohan) di tempat yang sering terjadi karhutla. Itu akan kita fokuskan”, jelas Elfizar. (rri/bah)