Senin, 17 Februari 2020


Prajurit Yonko 465 Paskhas Brajamusti Asah Kemampuan Terjun Free Fall dari Ketinggian 6.000 Feet

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 184
Prajurit Yonko 465 Paskhas Brajamusti Asah Kemampuan Terjun Free Fall dari Ketinggian 6.000 Feet

Prajurit Yonko 465 Paskhas Brajamusti Asah Kemampuan Terjun Free Fall dari Ketinggian 6.000 Feet

KUBU RAYA, SP - Menyandang status sebagai Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas TNI AU), para prajurit Batalyon Komando (Yonko) 465 Paskhas, selalu menjaga kemampuan dan kualifikasinya. Salah satu ciri khas tersebut adalah kemampuan terjun dari ketinggian tertentu.

Seperti yang diperlihatkan oleh 7 prajurit pada Kamis (16/1/2020). Mereka berhasil mendarat sempurna dari ketinggian 6.000 feet atau  sekitar 1.890 meter dari permukaan tanah. Ini adalah salah satu kualifikasi tempur prajurit Baret Jingga, Yonjko 465 Paskhas, kebanggaan masyarakat Bumi Khatulistiwa.

Aksi luar biasa 7 prajurit pasukan elit TNI AU tersebuit tersaji pada latihan rutin mingguan Yonko 465 Paskhas Brajamusti. Ketujuh personel melompat dari Helly Super puma H-3216 tipe NAS 322, milik Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, yang dipiloti oleh Lettu Pnb M Tito Dwi Prakoso dan Co Pilot, Lettu Pnb Septiano Sihombing.

Tak semua personel Yonko 465 Paskhas Brajamusti bisa melakukan aksi serupa di angkasa, karena hanya untuk personel dengan kemampuan kualifikasi free fall saja. Setelah terjun dan mengangkasa beberapa waktu, ketujuh personel berhasil mendarat di depan Appron Lanud Supadio dengan selamat dan aman tanpa ada masalah apapun.

Penerjunan tersebut dipimpin oleh Lettu Pas Tohir, yang saat ini menjabat sebagai Ps Dankipan C, Yonko 465 Paskhas. Ia merupakan Jump Master AFF (Accelerated Free Fall) yang telah mengantongi jam 1.682.

Menurut Lettu Pas Tohir, kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan terhadap personel khusus. Di mana Yonko 465 Paskhas, merupakan satuan khusus yang keberadaanya di Lanud Supadio, untuk mengamankan Alutsista TNI AU.

“Untuk itu, kami selalu berlatih intensif dalam rangka menjaga kemampuan, agar selalu siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang ada,” papar Lettu Pas Tohir.

Sebelum terjun, ia menyampaikan kepada seluruh peterjun, agar selalu memperhatikan prosedur emergency, jangan lengah, jaga konsentrasi, dan fokus pada saat penerjunan. “Terutama ingat prosedur exit, melayang, pencabutan parasut, dan landing,” lanjutnya.

Danyonko 465 Paskhas Brajamusti, Letkol Pas Jhoni Imanuel L menyampaikan, prajurit Yonko 465 Paskhas tidak pernah bisa melupakan tugas pokok sebagai seorang prajurit Paskhas, dengan kualifikasi khas tempur matra udara, namun juga menguasai kualifikasi tempur darat dan laut.

“Seperti menyelam dan perang darat, salah satunya adalah perebutan pangkalan. Artinya, usai diterjunkan ke semua medan tempur, prajurit komando, akan siap siaga,” kata Letkol Pas Jhoni.

Prajurit Yonjo 465 Paskhas, selalu berpegang teguh pada semboyan Kepala Staf TNI AU (Kasau), yang menyatakan bahwa setiap prajurit harus memiliki jiwa Profesional, Militan, dan Inovatif. Salah satunya adalah intensif berlatih menjaga dan meningkatkan kemampuan.

"Sehingga dengan adanya latihan penerjunan  di Lanud Supadio, jadi upaya untuk memelihara kemampuan yang dimiliki prajurit dan menjadikan prajurit Yonko 465 Paskhas terlatih dan profesional," ungkapnya. (mul)