Bupati Landak: Saya Bukan Orang yang Bisa Membuat Mukjizat

Landak

Editor sutan Dibaca : 935

Bupati Landak: Saya Bukan Orang yang Bisa Membuat Mukjizat
Bupati Landak Adrianus Asia Sidot (dok.SP)
Landak,SP – Di akhir masa jabatannya sebagai Bupati Landak pada 6 September besok (Selasa,red) Adrianus Asia Sidot mengaku masih banyak hal yang belum selesai dilakukan dan dikerjakan selama ia duduk sebagai orang nomor satu di Landak selama dua periode.

Ia menyadari dirinya bukan orang super yang bisa membangun Landak dalam waktu sekejap. "Saya bukan Superman, saya bukan malaikat, bahkan saya bukan orang yang bisa membuat mukjizat. Saya melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang dimandatkan kepada saya," ujar Adrianus, Rabu (31/8) saat wawancara khusus dengan Suara Pemred.

Menurutnya, ia memandang suatu masalah tentunya memakai skala prioritas. Artinya, mana yang masalah prioritas, itu yang akan ia tangani. "Kalau semua orang ingin semua persoalan selesai dilakukan dalam masa jabatan bupati, jelas tidak mungkin. Prosesnya harus panjang," katanya.

Adrianus mengakui, memang ada orang yang bertanya-tanya tentang apa yang sudah dilakukannya selama jadi Bupati Landak. "Itukan cuma orang yang sinis saja. Mungkin tidak diterima jadi PNS, tidak dapat proyek, jalan di kampungnya belum diperbaiki dan seterusnya, sehingga mereka sinis. Tapi coba lihat secara keseluruhan, angka statistik kita ada," jelasnya.

Ia mengambil contoh seperti angka kemiskinan di Landak. Adrianus mengklaim dari awal ia menjabat sampai sekarang, angka kemiskinan mengalami tren menurun, bukan naik. "Itu bisa dilihat dari angka absolutnya berapa dan angka presentasenya yang ada sekarang ini berapa. Kalau Landak termiskin di Kalbar, bisa-bisa saja. Sebab, indikator kemiskinan itu kadang-kadang itulah yang menjadi pola hidup masyarakat," katanya.

Adrianus mengambil contoh lagi misalnya, ada satu rumah yang berisi tiga sampai empat Kepala Keluarga. Makannya hanya dua kali sehari. "Sementara ukuran dari statistik harus tiga kali sehari. Merekapun harus baca koran, harus punya televisi dan sebagainya. Kriteria ini tidak masuk. Maka jadilah Landak menjadi termiskin di Kalbar. Tapi tidak apa. Namun yang penting tidak ada warga Landak yang mati kelaparan," ungkap Adrianus.

Masih Misteri
Kekosongan jabatan Bupati Landak inipun nantinya akan diisi dengan Penjabat (Pj) Bupati Landak yang akan dilantik Selasa (6/9) besok. Namun sampai saat ini belum diketahui siapa yang akan menjadi Pj Bupati Landak hingga terpilih pasangan Bupati dan Wabup Landak definitif.

Apalagi kewenangan siapa yang akan menjadi Pj Bupati Landak ada ditangan Gubernur Kalbar, Cornelis. Sementara itu di kantor Pemkab  Landak sedang  melakukan persiapan acara pelantikan Pj Bupati Landak. Pemkab Landakpun sudah melakukan rapat persiapan.

Menurut Plt Sekda Landak, Asuardi Daris, pelantikan Pj Bupati Landak akan berlangsung Selasa (6/9) besok di Aula Kantor Bupati Landak. "Pelantikan diperkirakan akan dimulai pukul 14.00 Wib oleh Gubernur Kalbar, Cornelis," ujar Asuardi Daris, Jumat (2/9).

Dikatakan, bersamaan dengan pelantikan Pj Bupati Landak, juga akan dilakukan Sertijab Ketua TP PKK Landak. "Persiapan pelantikan Pj Bupati Landak inipun sesuai dengan Perpres No. 16 tahun 2016 tentang tata cara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota," jelasnya.

Sedangkan untuk tamu undangan yang akan menghadiri pelantikan tersebut, lanjut Asuardi Daris, untuk tingkat Provinsi Kalbar akan dihadiri jajaran Forkompimda Kalbar, unsur pimpinan lainnya, Sekda dan Asisten Sekda, staf ahli Gubernur, Kepala Biro, Dinas/Badan, Sekwan, Direktur Rumah Sakit, Kantor Litbang dan Perwakilan Kalbar, lembaga lain, anggota DPR RI dan DPD RI asal Kalbar, anggota DPRD Kalbar Dapil Landak, Ketua TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan, Bupati/Walikota se Kalbar dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota se Kalbar.

"Sedangkan di tingkat Kabupaten Landak akan dihadiri Bupati dan Wabup ditambah pasangannya, Forkompimda, pimpinan dan anggota DPRD, Sekda, Asisten Sekda, staf ahli, Kepala SKPD, Kabag di Setda dan Camat, PKK dan Dharma Wanita, Ketua KPU, Ketua Panwaslu, tokoh masyarakat dan keluarga," jelasnya. (dvi/bah/sut)